• 30

    Dec

    Reuni Innovate

    Tahun lalu, ada beberapa usaha untuk mengadakan reuni kantor lama dan selalu gagal. Pertama adalah rencana buka puasa bersama, tidak ada kata sepakat mengenai waktu. Hingga Lebaran tiba, masih belum ada kesepakatan. Lalu aku usulkan untuk ngumpul halal-bi-halal, tetap saja sama, banyak yang hanya menunggu bola, tapi ketika ada yang usul, dia gak cocok dengan waktunya. Aku sendiri kurang antusias dengan hal itu, karena masih belum ada budget buat ngumpul hehehe… Pola pikir lama masih bercokol: siapa yang ngajak, siap-siap nraktir. Agak gengsi juga kalau aku gak jadi donatur, kecuali sudah ada donatur lainnya wkwkwk. Akhir tahun ini aku coba ngumpulin beberapa orang dulu. Setidaknya buat obat kangen saja setelah beberapa bulan/tahun gak ketemu, meskipun hanya beberapa orang. Kebetulan
    Read More
  • 10

    Mar

    Rasa Bersalah

    Malam ini, aku jadi kepikiran keadaan kantor lama, yang baru seminggu lebih aku tinggalkan. Masih banyak tugasku yang belum kuselesaikan, kerjaan yang terbengkalai, yang akhirnya akan menjadi beban sampah bagi penggantiku, entah siapa itu. Aku merasa sedih dan ada rasa bersalah saat mengingat ini. Aku ingat waktu Bang Napi resign, ada rasa kecewa, bahkan jengkel. Tapi toh aku harus bisa maklum atas keadaan itu, meskipun aku tetap gak bisa terima dan tidak terlalu berminat untuk melakukan kontak dengan dia. Meskipun akhirnya kami tetap bekerja sama, tapi untuk setiap deal yang dilakukan aku serahkan ke BM. Sekarang ganti aku yang (mungkin) mengecewakan. Aku pergi sementara tanggungjawab yang kupikul sebelumnya cukup besar. Beberapa proyek menjadi tanggungjawabku dan semuanya masih ditenga
    Read More
  • 28

    Feb

    Malam Ini...

    Aku sengaja pulang malam. Bukan sekedar untuk mengerjakan tugas yang masih menumpuk. Secara resmi hari ini adalah hari terakhir aku kerja di kantor tempat aku bekerja hampir 7 tahun. Ya, persis kurang satu bulan, karena aku bergabung di awal bulan April. Makanya aku sengaja pulang malam, mencoba menikmati saat-saat terakhir di kantor ini. Kebetulan hari ini cuma ada 6 orang. Biasanya acara perpisahan diadakan atas biaya kantor, namun kali ini aku yang berinisiatif, atas biaya sendiri. Toh belum ada yang tahu kalau aku mau resign hari ini. Mbak Noor shock waktu aku bilang mau ngadain perpisahan. Awalnya dipikir acara makan-makan kali ini untuk ultah Dj yang jatuh hari ini juga. Dj juga kaget waktu tahu aku resign, seperti gak yakin. Marta tidak terlalu berubah ekspresinya meskipun mengak
    Read More
  • 5

    Jul

    Iyor Vs Amey

    Hari ini Budi cerita tentang Amey. Amey mempertanyakan mengapa Iyor tidak mau presentasi ke client, padahal itu adalah salah satu tugasnya sebagai marketing. Sedikit diplomatis, Budi menjawab kalau kemungkinan karena Iyor sudah cukup sibuk mengurus admin teknisi. Tetap jawaban itu tidak memuaskan Amey karena menurutnya terlalu lemah. Kesibukan Iyor tidaklah parah sehingga dia mengabaikan tugas marketing. Karena bingung, Budi menyarankan Amey bertanya langsung ke Iyor. Di luar dugaan, Amey segera menanyakan itu ketika berjumpa dengan Iyor. Jawaban Iyor juga sama dengan yang disampaikan Budi. Jawaban yang kurang memuaskan bagi Amey, dan ia tetap saja protes. Untung saja tidak terjadi pertengkaran antara mereka. Gawat juga kalau sampai ribut. Amey memang unik. Meskipun perempuan dengan tub
    Read More
  • 28

    Jun

    Nginep Halte

    Malam minggu Sanny dan Hadi pergi ke PRJ. Mereka gak mau dibilang ketinggalan berita, setidaknya bisa cerita ke kawan-kawan di kampung kalau di Jakarta mereka dah pernah ngrasain PRJ. Meskipun pulang dari sana tetap saja dengan tangan kosong, alias tanpa belanja apa-apa, maklumlah masih tanggal tua. Namun pengalaman seru tidak mereka alami saat di PRJ melainkan justru sepulang dari sana. Kurangnya pengalaman dan informasi membuaT mereka salah memperhitungkan jadwal angkutan umum. Mereka hanya tahu kalau mereka bisa pulang dengan naik bis dari Blok M. Mantaplah mereka naik busway dan sampai di Blok M sudah hampir jam 10. Padahal bis terakhir dari tempat itu adalah jam 8 malam. Jadilah mereka terkatung-katung di terminal itu hingga malam semakin larut dan mereka tersadar bahwa tidak ada lag
    Read More
  • 11

    Mar

    Batal Nonton

    Waktu tinggal 5 menit lagi, Iyor masih belum muncul juga. Sementara petugas berkali-kali mengumumkan bahwa pintu theater 2, tempat diputarnya film yang hendak kami tonton, sudah dibuka. Akhirnya aku sms Iyor, memberitahu kalau aku sudah di bioskop. Langsung ada balasan bahwa Iyor yang menyatakan kalau dia batal nonton, cuma Hadi yang mau nonton dan sedang berangkat. Ah, jengkel rasanya. Bukan karena aku harus nonton sendiri, melainkan karena harus menunggu dengan percuma. Tahu gitu kan aku gak perlu nunggu dan bisa langsung masuk bioskop. Akhirnya aku langsung beli tiket dan masuk bioskop, pas filmnya dimulai. Sementara Hadi menyusul, tapi kucuekin. Aku sudah masuk duluan, dia hanya kuberitahu tempat dudukku di deret berapa. Ini bukan pertama kalinya Iyor membuatku jengkel karena menung
    Read More
  • 7

    Oct

    Anak Buah

    “Budi, si Lastri kemana?”, tanyaku. Tadi sempat kulihat Lastri keluar kantor bawa tas. “Ke customer”, jawab Budi. “Loh, disuruh Amir?” tanyaku, sekalian memanggil Amir. “Iya Mas”, jawab “Saya lagi gak enak badan, di sana dingin banget ACnya” “Wah, baru beberapa bulan dah kayak senior aja si Amir ini” kataku sambil tertawa. “Iya tuh Mas, gak sopan tuh. Mentang-mentang masuknya lebih awal, yang baru join langsung jadi anak buah”, kata Renaldy ikut menimpali. Yah, selama gak mbosi, gak masalah bagi-bagi tanggungjawab. Yang penting saling kerjasama dengan baik.
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru