• 22

    Jun

    Medsos Adalah Ajang Pamer, So What?

    Medsos alias Media Sosial atau jejaring sosial di dunia maya menjadi booming dalam 5 tahun terakhir ini, terutama dengan perkembangan smartphone dan internet. Apa saja diposting di dunia maya, mulai dari curhat hingga motivasi, foto kucing hingga foto narsis dan berbagai berita serta perdebatan yang mungkin sulit terjadi di dunia nyata. Begitulah, sosmed memudahkan kita untuk “berbagi” - kegembiraan, kemarahan, kesediahan dan, sayangnya kadang-kadang, kebodohan. Mulailah banyak yang mengkritik jenis-jenis postingan yang disebarkan. Ada himbauan agar jangan terlalu mengumbar kemesraan, kasihan mereka yang masih jomblo. Atau kurangi postingan anak, kasihan mereka yang belum punya anak. Jangan banyak-banyak posting liburan, kasihan mereka yang kurang mampu dan sebagain
    Read More
  • 5

    Aug

    Alasan Emmanuel Adebayor Memilih Islam

    Beberapa hari lalu seseorang mengirimkan artikel ke group Whatsapp tentang 13 alasan mengapa Emmanuel Adebayor (EA), pemain sepakbola internasional dari Togo, meninggalkan agama Kristen dan memilih masuk Islam. Grup itu adalah grup warga komplek, yang isinya jelas dari beragam suku dan agama. Menurutku sih agak keterlaluan tidak dewasanya si pengirim postingan tersebut, tapi ya sudahlah, sebagai minoritas aku pilih diam saja. Untung warga lain juga memilih bersikap dewasa, tidak ada yang memberi tanggapan. Bahkan seorang warga senior langsung mengirimkan gambar humor untuk mengalihkan topik. Padahal kalau ada yang posting tentang kotbah atau renungan, meskipun dari agama tertentu (selama ini sih selalu dari kalangan muslim), banyak yang mengamini. So far, buatku gak masalah, justru bagus
    Read More
  • 11

    Jun

    Menanggapi Tulisan Tere Liye Soal Menghormati Yang Tidak Berpuasa

    Beberapa hari ini di linimasa Facebook saya muncul tulisan dari Darwis Tere Liye yang dishare oleh beberapa teman. Awalnya saya tidak begitu tertarik melihat cukilan tulisan yang ada, paling isinya berbau ‘membela diri’. Tapi membaca komentar beberapa teman, saya jadi tergelitik juga untuk membaca, siapa tahu ada isinya yang memang inspiratif dan menambah wawasan. Tulisan itu bisa dilihat di sini, maaf gak sempat capture. Disclaimer: ini adalah opini pribadi, tidak mencerminkan pandangan dari kelompok tertentu. Beberapa opini mungkin sedikit menyinggung pihak lain, jadi bagi yang tidak siap dengan perbedaan pendapat, mohon jangan dilanjutkan membaca:) Semoga tetap damai. Sebelumnya biar saya cerita pengalaman saja sebagai non muslim selama bulan Ramadhan. Waktu kecil saya ting
    Read More
  • 2

    May

    Hari Buruh, Kok Demo?

    Akhirnya tahun ini mulai berlaku hari Buruh yang menjadi hari libur nasional. Dua tahun lalu seorang teman di Singapura bertanya kenapa di Indonesia hari buruh tidak menjadi hari libur. Aku juga gak tahu jawabnya, mungkin karena jaman Orde Baru sangat membenci komunisme, dan buruh hampir identik dengan komunis. Belakangan aku paham bahwa hari buruh tidak ada hubungannya dengan komunisme, justru berawal dari negeri Paman Sam yang terkenal sangat anti komunis. Yah, setidaknya mulai tahun ini kita dapat tambahan 1 hari libur nasional di awal bulan Mei. Sebagai orang yang bukan pengusaha, aku sih senang-senang saja. Hari libur aku manfaatkan untuk di rumah saja bersama keluarga, sambil nonton beragam tayangan aktivitas demo buruh yang memacetkan jalanan, tidak hanya di ibukota tapi juga di ko
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru