• 18

    Jan

    Ketika Terror Menjadi Lelucon

    Satu jam setelah berita tentang bom Sarinah (atau bom Thamrin), seorang kawan dari negeri Singa mengirim pesan singkat menanyakan kabar. Dia dulu bekas customer, tapi kami masih menjalin silaturahmi dengan baik. Aku kabarkan kalau keadaanku baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh kejadian itu karena rumah memang jauh dari lokasi kejadian. Dia bilang dia sedang mengabari teman-temannya yang di Jakarta. Tindakan yang mulia, suatu bentuk perhatian dan kepedulian terhadap teman. Sementara itu, respon masyarakat Indonesia itu sendiri, terutama warga Jakarta, mulai bergeser. Dari yang kaget, prihatin, lega hingga akhirnya ketawa-ketiwi. Iya, tanpa menghilangkan rasa bela sungkawa yang dalam bagi para korban peledakan itu, orang-orang mulai membuat lelucon terkait bom tersebut. Setidaknya itu
    Read More
  • 30

    Sep

    Ahok Mau Legalkan Perdagangan Daging Anjing?

    Selama ini aku cenderung cuek dengan berbagai kontroversi yang disampaikan oleh Gubernur DKI Basuki TP sebagai pengganti Joko Widodo yang sekarang dah jadi Presiden RI. Contohnya soal wacana melegalkan prostitusi dan miras (minuman beralkhohol). Wah, gubernur ini cari gara-gara mulu, mentang-mentang dari kelompok minoritas hehehe. Tapi aku sedikit terusik saat membaca berita soal wacana dia melegalkan perdagangan daging anjing. Dulu aku adalah penggemar daging anjing, apalagi sengsu sudah ibarat makanan khas daerah Jogja-Solo. Bahkan teman-temanku yang muslim juga kadang menikmatinya, dengan alasan kesehatan :) Sekarang juga masih suka, tapi aku memilih untuk tidak makan. Alasan utama, dilarang istri hehehe. Ya aku menghormati istriku sebagai penyayang binatang. Apalagi anj
    Read More
  • 16

    Apr

    Enjoy Macetnya Jakarta

    “The traffic jam in Cambodia was terrible“, kata seorang client dari negeri Singa. “And your city as well“, lanjutnya sambil tersenyum kepadaku. Ya, Jakarta gak akan terlupakan kalau soal macet. Pernah ketemu bule Jerman yang setahun tinggal di Manila, dan waktu aku nyebut asalku dari Jakarta, dia langsung komentar “I was there once and amazing. (kirain dia bakal nyebut keindahan Jakarta). The traffic was worse than Manila“. Aih … ya gitu deh. Sepertinya kemacetan di Jakarta makin lama makin melegenda. Orang asli Jakarta aja udah eneg dengan problem ini, apalagi orang asing dan wisatawan yang berharap bisa bersenang-senang di sini. Mau gak mau, langsung terngiang slogan pariwisata yang pernah dilemparkan mantan gubernur DKI “Enjoy Jakarta!
    Read More
  • 21

    Nov

    UMP Buruh Jakarta Naik, Selamat!

    Hari ini Jokowi, Gubernur DKI yang baru menjabat kurang lebih satu bulan, mengesahkan UMP DKI tahun 2013 sebesar 2,2 juta, naik lebih dari 44%. Sebuah keputusan yang berani dan sangat beresiko menurutku. Aku sendiri gak terlalu paham hitung-hitungan ekonomis ataupun politis terkait keputusan ini. Katanya tuntutan buruh adalah 2.9, dan ditolak. Istriku yang cuma menjadi admin di sebuah pabrik, tidak memegang jabatan manajerial, merasa ada yang kurang tepat dengan kebijakan baru itu. Di kantor dia mendengar obrolan CEO dan HRD membahas hal itu, agak kebingungan dalam menentukan strategi. Kurasa bukan masalah pemilik modal yang pelit, tapi kondisi perusahaan bakal kesulitan menanggung perubahan gaji yang cukup besar itu. Sedangkan dia saja harus pontang-panting melakukan banyak kerjaan karen
    Read More
  • 24

    Feb

    BBM (Mau) Naik, Bike To Work Saja!

    Sudah lama pemerintah tarik ulur mengenai kebijakan menaikkan tarif BBM (bahan bakar minyak, bukan blackberry messanger). Di salah satu milis keuangan hal ini juga sudah lama dibicarakan. Sebagian besar praktisi keuangan (setidaknya yang aktif di milis) setuju agar pemerintah mengurangi subsidi BBM itu dan mengalihkan ke subsidi ke bidang lain. Rasanya memang kurang adil kalau pemilik mobil, yang biasanya golongan mampu, terus menerus menikmati subsidi sementara banyak rakyat yang tidak punya kendaraan bermotor sama sekali tidak merasakan subsidi di bidang lain. Tapi kalau BBM naik, angkutan umum pasti ikut naik, dan pengguna angkutan umum biasanya golongan kurang mampu. Perdebatan tarif BBM pasti cuma seputar itu aja. Payahnya lagi, masalah harga BBM terlalu sering dijadikan komoditi pol
    Read More
  • 23

    Sep

    Waspada Dengan Kejahatan di Angkot

    Beberapa minggu ini berita tentang kejahatan (khususnya perkosaan) di angkot di Jakarta mulai marak. Berawal dari perampokan yang disertai pembunuhan dan perkosaan yang menimpa seorang mahasiswi di Jakarta Barat, diikuti laporan perkosaan di angkot di daerah Jakarta Selatan, membuat polisi “bereaksi”. Tanpa mengurangi rasa hormat, seperti biasa aparat mulai bertindak setelah ada kejadian (reaktif, dan cenderung kurang preventif). Berita ini semakin melebar setelah Bang Kumis melontarkan polemik tentang rok mini. Sebenarnya masalah kejahatan di angkutan umum, khususnya angkot bukan hal yang baru, dan kemungkinan orangnya juga itu-itu aja mengingat modus yang mirip. Tengok aja forum-forum diskusi semacam Kaskus, banyak memuat cerita tentang testimoni orang yang menjadi korban kej
    Read More
  • 15

    Aug

    Gerakan Anti Angkot Ngetem, Bisa?

    Ngetem adalah salah satu penyakit angkutan umum di ibukota, dan kurasa terjadi juga di kota-kota lain. Demi mendapatkan penumpang, angkutan umum berhenti cukup lama di tempat tertentu, yang biasanya merupakan tempat munculnya penumpang. Kebiasaan ini sangat menjengkelkan bagiku, sebagai pengguna angkutan umum. Pertama, waktu menunggu jelas membuat waktu di jalan makin lama. Makin sepi keadaan, bisa jadi waktu menunggu makin lama. Yang namanya menunggu itu gak ada enaknya, apalagi menunggu di tengah lalu-lintas Jakarta yang panas, bising dan penuh polusi. Apalagi menunggu di dalam angkot :(( Kebiasaan ngetem para pengemudi angkutan umum ini, terutama angkot di ibukota yang jumlahnya overdosis, adalah salah satu penyumbang kemacetan yang tidak perlu. Ada kemacetan yang terjadi secara “
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru