• 8

    Jan

    Curhat Penjual Gudeg

    “Piye, wis lairan?” tanya ibu penjual gudeg dekat rumah. Hampir seminggu sekali aku beli gudeg di sini untuk mengobati kangen kampung halaman. Apalagi dia juga jual mangut lele yang susah ditemukan di Jakarta. “Dereng, perkiraan 2-3 minggu malih”, jawabku. “Anakku uwis, wedhok maneh”. Siang ini aku sengaja makan di tempat karena nasi di rumah tinggal sedikit. Kebetulan warung lagi sepi dan seperti biasa, ibu itu cukup ramah untuk mengajak ngobrol. Dia bercerita soal anaknya yang baru saja melahirkan. “Kasihan, anakku ini ditinggal pergi suaminya”, katanya mulai bercerita. “Ditinggal kerja di mana?” tanyaku sambil menikmati mangut lele dan kerupuk yang agak melempem. “Bukan kerja, tapi ditinggal minggat. Gak ada kabarnyaR
    Read More
  • 31

    Oct

    Nama Anak Binatang Dalam Bahasa Jawa

    Pagi ini ada teman mengirim daftar nama anak binatang dalam bahasa Jawa. Nama-nama ini dulu sempat kami pelajari dalam pelajaran bahasa daerah di SD dan SMP, tapi kemudian semakin terlupakan. Sebagai pengingat, aku tulis saja di blog ini. Sayang kalau istilah-istilah ini punah begitu saja, salah satu produk budaya yang pantas dilestarikan.   BERIKUT NAMA ANAK BINATANG DALAM BAHASA JAWA YANG MUNGKIN SUDAH BANYAK TERLUPAKAN. 1. Anak ampal jenenge embug.2. Anak angrang jenenge kroto.3. Anak asu jenenge kirik.4. Anak babi jenenge gembluk.5. Anak bandeng jenenge nener.6. Anak bantheng jenenge wareng.7. Anak banyak jenenge blengur.8. Anak baya jenenge krete.9. Anak bebek jenenge meri.10. Anak bethik jenenge menter.11. Anak blanak jenenge sendha.12. Anak brati jenenge tongki.13. Anak budhe
    Read More
  • 13

    Oct

    Ketika Kembang Api Terlalu Mainstream Untuk Tahun Baru

    Perayaan tahun baru hampir selalu identik dengan petasan dan kembang api. Okelah, mungkin ini hanya berlaku untuk tahun baru Masehi dan tahun baru Imlek. Aku belum pernah ikut perayaan Nyepi, jadi gak begitu paham apakah ada kembang api atau petasan yang dinyalakan (setelah Nyepi tentunya). Dan seingatku, perayaan malam 1 Suro juga tidak identik dengan petasan atau kembang api. Banyak pihak yang mengecam, mencela, bahkan mengutuki petasan dan kembang api dalam perayaan tahun baru. Aku sendiri gak suka ketika kembang api itu terlalu berisik dan tidak harmonis. Sama sekali tidak ada keindahan. Tapi ya gak sampai mengkafir-kafirkan mereka yang merayakan kembang api sih, apalagi sampai melaknat mereka dengan sumpah serapah. Tapi ada lho  … hehehe. Hari ini ramai berita soal pembaka
    Read More
  • 12

    Oct

    Ketika Gereja Terjebak Horoskop ala Yahudi

    Sejak kecil aku selalu diajarkan untuk tidak percaya dengan berbagai macan ramalan bintang, horoskop, zodiak, shio dan sebagainya. Tidak hanya di lingkungan kristen di gereja yang terbatas, tapi juga di lingkungan masyarakat yang mayoritas muslim. Herannya, di majalah-majalah selalu saja ada rubrik ramalan-ramalan seperti ini. Belakangan, aku agak geli sekaligus trenyuh ketika mendapati ada gereja yang secara tidak sadar mempraktekkan sesuatu yang mirip dengan horoskop ini. Apa itu? Sebelumnya aku pengen nonstalgia dulu. Sejak remaja aku hobi membaca, termasuk membaca majalah. Mulai dari majalah anak-anak, remaja dan juga dewasa (ups .. maksudnya majalah umum). Meskipun di otak sudah ditanamkan keyakinan untuk tidak mempercayai itu, tapi aku hampir tidak pernah melewatkan rubrik horo
    Read More
  • 30

    Sep

    Ahok Mau Legalkan Perdagangan Daging Anjing?

    Selama ini aku cenderung cuek dengan berbagai kontroversi yang disampaikan oleh Gubernur DKI Basuki TP sebagai pengganti Joko Widodo yang sekarang dah jadi Presiden RI. Contohnya soal wacana melegalkan prostitusi dan miras (minuman beralkhohol). Wah, gubernur ini cari gara-gara mulu, mentang-mentang dari kelompok minoritas hehehe. Tapi aku sedikit terusik saat membaca berita soal wacana dia melegalkan perdagangan daging anjing. Dulu aku adalah penggemar daging anjing, apalagi sengsu sudah ibarat makanan khas daerah Jogja-Solo. Bahkan teman-temanku yang muslim juga kadang menikmatinya, dengan alasan kesehatan :) Sekarang juga masih suka, tapi aku memilih untuk tidak makan. Alasan utama, dilarang istri hehehe. Ya aku menghormati istriku sebagai penyayang binatang. Apalagi anj
    Read More
  • 12

    Sep

    Alternatif Skenario Film Laga

    Film laga, terutama film superhero remaja dan dewasa, biasanya punya skenario yang mirip. Jagoan kalah diawal, terus menang di akhir. Kadang sang jagoan dibuat begitu menderita dan tersiksa agar penonton menjadi lebih simpatik. Akibat lainnya adalah penonton jadi begitu jengkel, gemes dan benci pada tokoh jahat itu dan menginginkan suatu balasan yang setimpal. Ketika akhirnya sang jagoan menang dan penjahatnya mati, penonton berteriak puas (meski kadang hati) dan lega karena dendamnya terbalas. Pokoknya dendam harus dibalas, meskipun sering dibalut dengan rasa keadilan. Manusiawi. Padahal aku sadar, membalas dendam itu bukan hal yang baik. Ajaran Kristen jelas melarang orang untuk membalas dendam, dan menyerahkan pembalasan di tangan Tuhan karena dia yang Maha Adil. Soal kapan dan ba
    Read More
  • 2

    Sep

    Mulailah Bijak di Media Sosial, Karir Bisa Jadi Taruhan

    Jobvite, sebuah situs perekrutan pegawai di Amrik, tahun ini mengeluarkan hasil survey tentang hubungan rekrutmen karyawan dengan aktivitas di media sosial. Cukup menarik bahwa 52% perekrut karyawan mempertimbangkan perilaku kandidat di media sosial dalam proses rekrutmen itu dan sebagian besar mendapatkan hasil yang negatif. Media sosial yang sering menjadi acuan adalah LinkedIn, Facebook dan Twitter. Meskipun survey itu mungkin dilakukan di negeri Paman Sam saja, ada baiknya kita mengambil hikmah dari hal ini. Akhir-akhir ini postingan di media sosial sering kali memprihatinkan. Sepertinya apa yang ditulis benar-benar curahan emosi yang tidak terkendali dan tidak disaring. Kayak kesempatan untuk meluapkan jati diri yang sebenarnya. Memang, yang namanya orang curhat atau melamp
    Read More

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru