• 14

    Jul

    Kehabisan Surat Tilang

    “Wah, macetnya pol tenan.Udah gitu tadi kena tilang lagi”, kata Handoyo sesaat setelah aku masuk mobilnya. “Di mana?” tanyaku. “Di Gatsu, pas mau muter ke sini” “Kok bisa ketilang?” “Aku nekat nerobos 3in1 hehehe, kalau gak gitu bisa muter-muter gak karuan. Anehnya lagi, pak polisinya kehabisan surat tilang” “Walah, terus gimana?” “Ya aku bilang ke polisinya ‘Pak, saya memang salah, jadi ya ditilang saja’, eh dia bingung. Nanya ke temannya juga gak punya surat tilang. Akhirnya dia nyerah dan aku disuruh pergi dengan sedikit wejangan hehehe” Bisa aja. Akhir-akhir ini memang polisi sedang gencar melakukan operasi patuh dan kabarnya banyak yang kena tilang (pastilah … apalagi di Jakarta). K
    Read More
  • 2

    Jul

    Perpanjangan SIM

    Sejak bulan April lalu, SIM C ku sudah kedaluwarsa. Susah untuk memperpanjang tepat waktu, soalnya aku kerja di Jakarta, sementara KTP dan SIM lama dikeluarkan oleh pemerintah Jogja. Untuk mengajukan cuti juga sulit karena aku barusan pindah kerja dan masih masa percobaan 3 bulan. Awal bulan ini aku ada alasan untuk pergi ke Jogja, berhubung ada sepupu yang menikah. Meskipun hanya sepupu, namun dia sudah seperti saudara kandung bagiku, karena waktu kecil aku diasuh oleh budhe, yang adalah ibu dari sepupuku itu. Makanya aku wajib datang ke pernikahannya. Untunglah seorang teman memberitahu kalau ada layanan SIM di Ambarukmo Plaza (Amplaz), dan tetap buka di hari Sabtu atau Minggu. Wah, kebetulan sekali. Meskipun jadwal acara cukup padat, aku sempatkan untuk mencoba melakukan perpanjangan
    Read More
  • 3

    Jun

    Cuti Bersama, Lalu Lintas Cukup Lancar

    Pagi ini aku bisa nyampai kantor sebelum jam 8, padahal berangkat kerja juga gak terlalu awal, hampir jam 7. Lalu lintas lancar, penumpang busway juga gak terlalu padat. Ditambah lagi, berhubung istri ambil cuti hari ini, sudah sempat sarapan di rumah. Pokoknya, benar-benar terasa masuk kantor sangat awal. Pastilah ini karena pemerintah menyatakan hari ini sebagai cuti “kejepit” bersama. Berbeda dengan pengumuman bulan lalu yang mendadak, pengumuman kali ini sudah dilakukan lebih dari seminggu sebelumnya (eh, kok ada temanku yang gak tahu juga ya :-?). Berarti, memang para pekerja pemerintah bisa dibilang sebagai penyumbang kemacetan yang cukup significant. Memang sih, gak cuma pegawai pemerintah yang menyebabkan kepadatan lalu lintas, tapi masyarakat umum yang biasanya menggu
    Read More
  • 19

    May

    Macet di TMII

    Saat busway tujuan Pinang Ranti memasuki jalan tol Jagorawi, aku nyeletuk ke adik iparku, “Wah, kita dah nyampe Jakarta“. Sejenak dia bingung, tapi akhirnya paham dan tersenyum. Perjalanan dari Slipi hingga Cawang dengan busway bisa dibilang lancar, apalagi pas hari libur. Eh, waktu masuk jalan tol kok malah macet. Inilah Jakarta, macet adalah simbolnya. Antrian Mobil di Pintu Masuk TMII - 17 Mei 2011 Sayangnya kemacetan tidak hanya di jalanan Jakarta (termasuk di tol) tapi juga di kawasan TMII. Kawasan wisata TMII memang sangat luas, dan akan sangat melelahkan jika dikelilingi dengan berjalan kaki. Mungkin itulah alasan mengapa kendaraan pribadi (mobil dan motor) diijinkan masuk areal ini dan berkeliaran sesuka hati. Memang akan sangat nyaman (baca: gak capek) jika berkelil
    Read More
  • 12

    Feb

    Mengabaikan Jembatan Penyeberangan

    Seseorang menyeberang jalan - termasuk jalur busway - di tengah hujan lebat, persis di bawah jembatan penyeberangan. Suatu pagi aku sengaja nongkrong di Halte depan kampus UKI. Hari ini ada jadwal ketemu seseorang, tapi aku datang terlalu awal. Lalu lintas di sana cukup padat meskipun tidak terjadi kemacetan karena ada mobil polisi dengan beberapa petugas di dalamnya. Salah satu polwan cukup rajin berteriak menggunakan pengeras dari dalam mobil, mengingatkan pengguna lalu lintas untuk tertib, terutama mencegah angkutan umum untuk ngetem di sekitar halte. Kebiasaan ngetem ini menjadi salah satu penyebab kemacetan. Selain memperingatkan setiap kendaraan yang mencoba ngetem, termasuk taksi, bu polwan juga mengingatkan orang-orang yang menyeberang jalan seenaknya, padahal persis diatasnya
    Read More
  • 7

    Feb

    Bye bye PPD 46 dan Mayasari P6

    Bis Reguler 46 Cililitan-Grogol Menepi di Halte Komdak (Semanggi) Pertama kali merasakan armada baru bis reguler 46, aku langsung jatuh cinta. Bis lungsuran dari Jepang itu masih cantik dan nyaman. Kadang ACnya juga masih bagus, suspensi dan remnya juga masih mantap. Selain itu, bis ini juga membuatku bernostalgia semasa di Jepang, meski hanya beberapa hari. Makanya bis ini selalu menjadi pilihanku buat wira-wiri Grogol-Komdak-Cawang. Tapi kenyamanan itu tidak berlangsung lama. Penyakit kita adalah tidak bisa merawat dengan baik. Ini juga menimpa bis Jepang 46. Kursi makin rusak, suspensi dan rem makin payah. Jangankan AC, kaca jendela saja sering susah dibuka. Belum lagi ulah supir yang suka ugal-ugalan. Meski demikian, aku tetap memilih angkutan ini, bahkan dibanding patas P6 yang s
    Read More
  • 14

    May

    Malioboro Car Free: Mungkinkah?

    Selama tinggal di Jogja, bagiku Malioboro biasa saja. Andai aku ke sana waktu kecil, paling hanya ke mal untuk bermain video games atau mengunjungi toko buku. Selama SMApun aku gak tertarik nongkrong di sana, selain ga punya kendaraan sendiri, angkutan umum yang tersedia cukup merepotkan kalau malam. Belanja di Malioboro juga tidak bisa dianggap murah. Makanya aku sempat heran, mengapa orang luar kota tertarik dengan Malioboro. Namun setelah aku merantau beberapa lama, dan mencoba mampir ke Malioboro tiap pulang kampung, pandanganku berangsur berubah. Bagiku tetap tidak ada yang istimewa di Malioboro, selain makna simbolis. Namun ada potensi luar biasa yang tersimpan di jalur sepanjang sekitar 2 km itu. Potensi pariwisata yang jika tidak dikembangkan akan jadi membosankan. Bagaimanapun,
    Read More

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru