• 16

    Apr

    Enjoy Macetnya Jakarta

    “The traffic jam in Cambodia was terrible“, kata seorang client dari negeri Singa. “And your city as well“, lanjutnya sambil tersenyum kepadaku. Ya, Jakarta gak akan terlupakan kalau soal macet. Pernah ketemu bule Jerman yang setahun tinggal di Manila, dan waktu aku nyebut asalku dari Jakarta, dia langsung komentar “I was there once and amazing. (kirain dia bakal nyebut keindahan Jakarta). The traffic was worse than Manila“. Aih … ya gitu deh. Sepertinya kemacetan di Jakarta makin lama makin melegenda. Orang asli Jakarta aja udah eneg dengan problem ini, apalagi orang asing dan wisatawan yang berharap bisa bersenang-senang di sini. Mau gak mau, langsung terngiang slogan pariwisata yang pernah dilemparkan mantan gubernur DKI “Enjoy Jakarta!
    Read More
  • 22

    Oct

    Kontroversi Jokowi, Metromini dan Rusunawa

    Belum ada sebulan, atau bisa dibilang baru sepekan, Joko Widodo sudah melakukan hal-hal yang tidak biasa sebagai gubernur DKI Jakarta. Banyak tindakannya yang tidak biasa untuk ukuran pejabat sekelas kepala propinsi, dan tidak sedikit tindakan atau ucapan yang menuai kontroversi. Aku sendiri tertarik pada dua isu yang sempat muncul dalam rangkaian tindakan Jokowi itu. Yaitu masalah metromini/kopaja dan rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa). Metromini/Kopaja Dalam kunjungan ke Terminal Kampung Melayu, Jokowi menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi metromini/kopaja (biar gampang sebut saja bis kota) yang kebanyakan kurang layak jalan. Sebagai pengguna angkutan umum ibukota, aku tahu persis bagaimana kondisi bis kota itu. Kalau ada alternatif lain, aku akan pilih alternatif angkutan lai
    Read More
  • 27

    Jul

    Ketika Kelonggaran Hukum Menjadi Bumerang

    Pulang kerja adek iparku ngomel-ngomel melihat adanya razia lalu lintas di jalur Pondok Indah saat awal Ramadhan. Padahal biasanya, tiap hari dia lewat situ, kendaraan seenaknya saja menyerobot jalur busway tanpa ada teguran petugas. Lha kok mentang-mentang bulan Puasa, petugas jadi rajin melakukan razia, kesannya sekedar nyari “tambahan”. Bagiku, apapun alasan petugas, kalau kita melanggar hukum ya wajib pasrah dikenai sanksi, asal tetap sesuai peraturan. Slogan “peraturan dibuat untuk dilanggar” harus dibuang jauh-jauh. Kalau gak ketangkap pas melanggar hukum, itu namanya mujur, tapi kalau ketangkap, ya sudah “hak”nya, gak boleh protes. Mengenai jalur busway, kalau aturannya tidak boleh dilalui selain bus TransJ, ya harusnya pengemudi kendaraan lain g
    Read More
  • 16

    Nov

    Pejabat Wajib Naik Busway!

    Terlepas dari berbagai kekurangan sistem transportasi busway (Transjakarta), aku masih lebih suka menggunakan transportasi umum itu dibandingkan yang lain, seperti taksi (mahal), atau angkot/kopaja yang hobinya ngetem dan kebut-kebutan. Tentu saja, busway bukannya tanpa kekurangan, banyak malahan. Kadang supirnya juga ngebut (heran, padahal dan punya jalur sendiri dan gak pakai setoran), perawatan bis yang tergolong minim (AC, tempat duduk dan lantai), serta halte busway yang ala kadarnya (udah sempit, pintu ditutup, kipas dimatikan). Kekurangan paling mengganggu buatku adalah tidak jelasnya jadwal keberangkatan busway serta kurangnya informasi. Okelah, aku bisa maklum saat bis datang terlambat di jam sibuk, pasti kena macet. Tapi alangkah baiknya kalau ada informasi ke calon penumpang te
    Read More
  • 14

    Nov

    KRL Jakarta-Depok

    Harga rokok Rp 6 ribu. Ongkos ojek dr stasiun ke kantor Rp 15 ribu. Harga tiket kereta api Bogor-Jkt cuma Rp 1000. Kasihan kereta api! (twit dari Goenawan Mohamad @gm_gm) Membaca twit dari tokoh jurnalis senior ini membuatku ingin bercerita soal pengalaman naik KRL Jakarta-Depok akhir bulan lalu. Gak istimewa sih, cuma pengen cerita aja. Aku dah istriku sama-sama penggemar kereta api. Kalau mudik, kami lebih suka naik kereta api dibanding naik bis atau mobil pribadi. Lebih nyaman dan santai, menurutku, tentunya bukan kelas ekonomi. Tapi karena kami baru sekali naik KRL arah Jakarta-Bogor, jadi kami ragu untuk naik kereta waktu harus ke Depok. Yang kami tahu cuma naik bis, itupun harus sok pede, karena kami sama-sama belum pernah ke Depok. Jadi hari pertama kami berangkat dengan bis non
    Read More
  • 15

    Aug

    Gerakan Anti Angkot Ngetem, Bisa?

    Ngetem adalah salah satu penyakit angkutan umum di ibukota, dan kurasa terjadi juga di kota-kota lain. Demi mendapatkan penumpang, angkutan umum berhenti cukup lama di tempat tertentu, yang biasanya merupakan tempat munculnya penumpang. Kebiasaan ini sangat menjengkelkan bagiku, sebagai pengguna angkutan umum. Pertama, waktu menunggu jelas membuat waktu di jalan makin lama. Makin sepi keadaan, bisa jadi waktu menunggu makin lama. Yang namanya menunggu itu gak ada enaknya, apalagi menunggu di tengah lalu-lintas Jakarta yang panas, bising dan penuh polusi. Apalagi menunggu di dalam angkot :(( Kebiasaan ngetem para pengemudi angkutan umum ini, terutama angkot di ibukota yang jumlahnya overdosis, adalah salah satu penyumbang kemacetan yang tidak perlu. Ada kemacetan yang terjadi secara “
    Read More
  • 20

    Jul

    Patas Lebih Baik Dibanding Busway?

    Karena sedikit terlambat berangkat dari rumah, aku harus berhadapan dengan padatnya calon penumpang busway di Halte Slipi Petamburan. Biasanya, kedatangan busway mulai tidak teratur karena mungkin tersendat kemacetan. Waktu itu hampir 15 menit menunggu tanpa kehadiran busway dan membuat halte makin padat. Seorang bapak mulai ngomel. “Tahu jam sibuk, harusnya armada dibanyakin. Mentang-mentang gak pakai setoran jadi seenaknya. Kalau ada bis patas saya milih bis patas. Ini bukannya terpaksa saya naik busway, tapi karena dipaksa. Kalau bis patas kan ngejar setoran, jadi bisa lebih banyak. Saya sih mendingan milih bis patas daripada busway. Cuma ini kan dipaksa pakai busway. Ntar di demo baru tahu rasa deh … dst” Penumpang lain tidak banyak yang menanggapi. Cuma bapak bawel
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru