• 30

    Jul

    Haruskan Pemilu Bersifat Rahasia?

    Jaman orde baru, pemilihan umum memiliki semboyan LUBER - Langsung, Umum, BEbas dan Rahasia. Slogan yang lebih bersifat lips service alias munafik. Kenapa aku bilang munafik, karena sebagian besar suara secara OTOMATIS akan masuk ke Golongan Karya, tanpa ada kebebasan untuk memilih. Bahkan meskipun bersifat rahasia, kalau ada PNS yang memilih partai lain, biasanya akan ketahuan dan kena sangsi. Tapi yang membuatku sedikit berpikir adalah mengapa harus Rahasia, padahal kan Bebas? Bebas seharusnya setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri, tanpa paksaan dan tanpa rasa takut. Kalau tidak ada rasa takut ataupun paksaan, mengapa harus rahasia? Justru dengan adanya transparasi maka berbagai kecurangan bisa diantisipasi. Suatu kali aku mendampingi pelamar kerja yang sedang diwawancara ol
    Read More
  • 16

    Jun

    Kejujuran Prabowo

    Dalam debat presiden tadi malam, aku perhatikan Prabowo lebih rileks dibandingkan saat debat pertama. Dia tampak lebih tenang, tidak emosional dan tidak terlalu bersemangat. Mungkin karena topiknya lebih aman dan dia agak menguasai. Tapi satu hal yang aku amati, Prabowo lebih jujur :) Setidaknya ada dua hal yang menunjukkan bagaimana Prabowo berbicara apa adanya, tidak sok tahu, meskipun agak blunder juga. Tapi kali ini aku acung jempol, karena sikap apa adanya ini, yang aku yakin pasti tidak akan dilakukan kalau Hatta Rajasa, JK atau SBY yang melakukannya. Pertama adalah masalah industri kreatif. Kata-katanya yang spontan, memilih tidak mengikuti anjuran para penasehatnya dan mengakui bahwa ide Jokowi itu bagus, adalah sebuah kejujuran. Padahal bisa saja Prabowo mengatakan bahwa dia akan
    Read More
  • 3

    Jun

    Debat Capres Kayaknya Dah Gak Perlu

    Melihat reaksi masyarakan, khususnya di dunia maya, soal hasil debat pendukung capres di Mata Najwa “Jokowi vs Prabowo”, aku rasa acara debat capres sudah tidak perlu lagi. Reaksi yang ada, tetap saja para lovers memuja jagoannya dan para haters mencaci musuhnya. Semuanya bisa memiliki interpretasi subjektif, meskipun mencoba menutupi dengan berpura-pura objektif. Apalagi kedua kubu capres+cawapres sudah sejak lama gencar “berkampanye” dan “menjual diri” di berbagai media sosial, termasuk media resmi. Jadi apapun isi debat capres, hanya sekedar memuaskan syahwat para pendukung dan pencela untuk mencari bahan puja-puji dan celaan. Tidak akan ada banyak pendidikan politik yang mungkin terbentuk. Tentu saja, itu kalau mentalitas capres/cawapres dan para pe
    Read More
  • 29

    May

    Ketika Black Campaign Hanya Sekedar Kampanye Blek

    Sejak pilkada DKI tahun lalu hingga sekarang menjelang pemilihan presiden baru, ada satu kosakata yang mulai marak beredar di media massa, terutama di dunia maya - Black Campaign. Ada yang bilang ini kampanye hitam, kampanye gelap, atau kampanye kotor. Intinya sih kampanye yang isinya berusaha menjatuhkan seseorang, kalau perlu dengan cara sadis dan tidak masuk akal. Sampai muak rasanya, terutama sejak munculnya nama-nama capres, sosial media dipenuhi dengan tulisan, status, share berita gak jelas, yang isinya cuma kampanye hitam tersebut. Selain black campaign, ada juga yang memunculkan istilah Negative Campaign. Kalau kampanye negatif ini katanya lebih baik dibanding. Ah, jadi ingat jaman dulu, motret masih pakai film negatif, yg warnanya juga hitam hehehe. Salah satu pendapat bisa dite
    Read More
  • 17

    Jan

    Mengapa Pak SBY Memilih Meluncurkan Buku

    Disclaimer : ini tulisan iseng gak penting dan absurd untuk mengisi waktu istirahat siang. Caci maki dan cemooh yang mungkin terlontar setelah membaca ini menjadi tanggung jawab pembaca sendiri. :p Sebuah posting di facebook membagikan berita tentang peluncuran buku karya pak SBY, presiden Indonesia yang masih aktif, hari ini. Tentu saja, posting itu mendapat respon yang hampir senada, intinya merasa kurang sreg dengan aktifitas pak presiden itu. Di pikiranku pun mulai berkelebatan pertanyaan-pertanyaan gak jelas. Mengapa diluncurkan sekarang, di hari kerja? Mengapa acara dilakukan saat Jakarta lagi siaga banjir, Menado barusaja kena banjir, kondisi pengungsi Gunung Sinabung masih memprihatinkan dan berbagai bencana lainnya? Soal pertanyaan mengapa di hari kerja, ternyata acaranya malam
    Read More
  • 21

    Nov

    UMP Buruh Jakarta Naik, Selamat!

    Hari ini Jokowi, Gubernur DKI yang baru menjabat kurang lebih satu bulan, mengesahkan UMP DKI tahun 2013 sebesar 2,2 juta, naik lebih dari 44%. Sebuah keputusan yang berani dan sangat beresiko menurutku. Aku sendiri gak terlalu paham hitung-hitungan ekonomis ataupun politis terkait keputusan ini. Katanya tuntutan buruh adalah 2.9, dan ditolak. Istriku yang cuma menjadi admin di sebuah pabrik, tidak memegang jabatan manajerial, merasa ada yang kurang tepat dengan kebijakan baru itu. Di kantor dia mendengar obrolan CEO dan HRD membahas hal itu, agak kebingungan dalam menentukan strategi. Kurasa bukan masalah pemilik modal yang pelit, tapi kondisi perusahaan bakal kesulitan menanggung perubahan gaji yang cukup besar itu. Sedangkan dia saja harus pontang-panting melakukan banyak kerjaan karen
    Read More
  • 15

    Jun

    Wibawa DPR Hancur!

    “Saya menyampaikan sebagai Ketua DPR, bahwa lembaga ini harus ditata, kita tidak bicara kemewahan. Lembaga ini pilar demokrasi, saat ini hancur kewibawaannya, jangan harap negara ini baik kalau DPR seperti saat ini,” tutur Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011). Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/06/13/144125/1659135/10/marzuki-alie-wibawa-dpr-hancur Entah survey mana yang dipakai bapak ini untuk mengukur kewibawaan DPR yang dia pimpin saat ini. Syukurlah kalau pak Ketua bisa menyadari tanpa menuntut adanya survey ini. Moga saja dia gak cuma nyadar, tapi juga bertindak untuk memulihkan kepercayaan rakyat itu. Menurutku, untuk memulihkan kepercayaan rakyat, atau setidaknya meningkatkan lah, tidaklah terlalu sulit. Yang penting komp
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru