• 23

    Feb

    Itung-Itungan

    Noor kembali dibuat jengkel sama Pak Dum, apalagi kalau bukan gara-gara laporan perjalanan dinas. Bulan lalu dia terpaksa merevisi laporan keuangan gara-gara Pak Dur telat ngasih laporan keuangan. Selain itu dia juga harus berepot-repot ria karena banyak yang aneh dalam laporan perjalanan itu. Ada bon yang gak sesuai tanggal maupun lokasi. Ada juga pengeluaran yang sifatnya remeh-temeh, terkesan buat menuh-menuhin laporan. Beli air mineral aja ditagih ke kantor, kunjungan ke customer cuma 2km aja minta ganti uang bensin. Aku cuma geleng-geleng mendengar curhat Noor itu. Bukan wewenangku lagi untuk mengurus masalah itu. Apalagi sebenarnya Pak Dur termasuk senior, seharusnya lebih peduli dengan kondisi perusahaan, gak terlalu itung-itungan, apalagi untuk urusan duit yang gak seberapa. Dul
    Read More
  • 3

    Jan

    Lempok Durian

    Marta baru masuk kerja hari ini, setelah liburan cukup lama, pulang kampung di Kalimantan. Tak lupa dia bawa oleh-oleh dan langsung dibagi-bagi ke kantor. Sebelumnya aku cuma berpesan, gak usah bawa lempok durian hehehee … bagiku aromanya mengganggu. Ternyata dia membawakan manisan lidah buaya, mantap, pas banget dengan seleraku. “Loh, kok di sini banyak makanan, di bawah gak ada sih?” pak Dum protes waktu masuk ke ruangan kami. Kebetulan memang Marta meletakkan oleh-olehnya di lantai 2. “Kan ada Lempok pak di bawah” jawabku. Meski kularang (bercanda), Marta tetap membawa lempok, makanan khas melayu berbahan dasar durian, hanya saja diberikan untuk karyawan di lantai 1. “Wah, dah mau pulang nih pak, gak berani makan saya” kata pak Dum. “Em
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru