• 18

    Jan

    Ketika Terror Menjadi Lelucon

    Satu jam setelah berita tentang bom Sarinah (atau bom Thamrin), seorang kawan dari negeri Singa mengirim pesan singkat menanyakan kabar. Dia dulu bekas customer, tapi kami masih menjalin silaturahmi dengan baik. Aku kabarkan kalau keadaanku baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh kejadian itu karena rumah memang jauh dari lokasi kejadian. Dia bilang dia sedang mengabari teman-temannya yang di Jakarta. Tindakan yang mulia, suatu bentuk perhatian dan kepedulian terhadap teman. Sementara itu, respon masyarakat Indonesia itu sendiri, terutama warga Jakarta, mulai bergeser. Dari yang kaget, prihatin, lega hingga akhirnya ketawa-ketiwi. Iya, tanpa menghilangkan rasa bela sungkawa yang dalam bagi para korban peledakan itu, orang-orang mulai membuat lelucon terkait bom tersebut. Setidaknya itu
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru