• 23

    Apr

    Tiap Jumat Kemana?

    “Bang Napi tiap Jumat kemana ya?”, tanya Marta waktu kami makan siang bersama. “Ke Bandung, kuliah”, jawabku. Ada rasa kurang nyaman aku mendengar pertanyaan itu. “Oh, ambil jurusan apa?” “Entah, gak tahu juga. Dia gak pernah cerita. Kata dia, dia sudah dapat ijin dari Prof, jadi aku gak banyak tanya” “Terus, dia ganti hari atau gak?” Nah, mulai pertanyaan yang cukup sensitif. Agak malas juga membahas hal ini. Ada sedikit nada iri, meskipun aku gak bisa menyalahkannya. Wajarlah, karena memang sepertinya kok ada perlakuan yang berbeda. “Ya, kadang hari Minggu dia kerja, kan kuliah cuma Jumat-Sabtu.” jawabku, mencoba mencari jawaban yang aman, meski terkesan membela Bang Napi. “Aku sih cuek aja, toh selama ini ki
    Read More
  • 6

    Apr

    Kado Ultah

    Kondisi kantor lagi krisis, jadi aku tidak berharap banyak ada yang memberiku kado. Pagi tadi, waktu meeting, BM memberikan kado. Yah, lumayan. Aku tahu ada satu lagi yang akan memberikan kado, tapi belum pasti apa kadonya. Dugaanku, aku bakal diberi minyak rambut :( Beberapa hari lalu, Marta menyarankan agar aku mulai pakai minyak rambut. Katanya, biar terlihat lebih rapi, apalagi kalau mau ke customer. Kuakui, sejak kecil aku anti dengan minyak rambut. Sore itu, waktu hampir pulang kerja, Marta diam-diam mengumpulkan seluruh staff yang masih ada di kantor. Terus Gita mendatangiku, senyum-senyum mencurigakan dengan tangan di belakang. “Mas, ini ada kado ulang tahun dari Marta (eh, bukan dari aku, dari teman-teman - ralat Marta), mohon diterima dan segera digunakan.” kata Gi
    Read More
  • 26

    Mar

    Tampak Lebih Muda

    “Mas, kok belakangan ini tampak lebih muda ya.” kata Marta tiba-tiba. Ah, ada-ada saja dia ini, tiba-tiba bikin orang besar kepala aja. Aku cuma nyengir, belum ada kata-kata yang tepat agar tidak ketahuan membengkaknya kepalaku. “Masak sih??????”, langsung saja Iyor dan Budi protes dengan komentar itu. “Tampak muda dari mana? Udah tua tuh .. dah kepala 3″. “Iya, beneran. “, Marta tetap kekeuh dengan pendapatnya. Memang kelihatan dia sungguh-sungguh. “Beberapa hari belakangan baru kelihatan. Kok jadi kayak sebaya … hehehehe”. Usiaku dengan Marta selisih sekitar 7 tahun. Wah, dianggap sebaya .. makin menggembung aja kepalaku. Aku cuma bisa cengar-cengir saja. —- Malam harinya, Adek ngirim SMS. Dia bliang, “Ma
    Read More
  • 24

    Mar

    Peringatan Yang Terburu-Buru

    Sore ini, masuk email dari Marta. Intinya dia sedikit complain dengan email yang kukirimkan Sabtu kemarin. Sebenarnya aku sudah menduga bahwa dia akan complain, karena sesaat setelah aku kirim email peringatan tersebut, aku baru menyadari kesalahanku setelah lebih jeli memperhatikan kalender kerja. Akhir pekan kemarin kulewatkan dengan rasa penat. Kerjaan yang masih menumpuk, ditambah kinerja beberapa karyawan yang parah, termasuk 1 orang yang jarang masuk dan tidak bisa diandalkan, membuat akhir pekan rasanya bete banget. Dalam kondisi kantor yang sulit, harusnya setiap orang bisa lebih produktif, lebih aware dan meningkatkan kemampuan diri, agar bisa melewati masa krisis. Namun kok sepertinya tidak banyak kemajuan yang terasa, bahkan beberapa orang masih terkesan malas-malasan. Salah sa
    Read More
  • 11

    Mar

    Agak Gak Nyambung

    “Mas, itu orang J nanyain masalah program hrd, sepertinya Bang Iwed kurang nyambung. Gimana?” demikian sms dari Marta siang itu. Waktu itu aku sedang ada di luar kantor, di tempat customer. Sejak beberapa hari lalu, ada utusan dari salah satu customer kami dari luar kota, untuk mengunjungi kantor agar proyek bisa lebih lancar. Cukup terbalik memang, biasanya kami yang harus menyambangi tempat customer, kali ini customer tersebut berbaik hati untuk gantian, soalnya lokasinya cukup jauh. Sayangnya, kondisi kantor sedang sulit. Tenaga kurang, sementara proyek menumpuk, ditambah lagi tuntutan sebagian besar customer agar kami selalu hadir di tempat agar pengerjaan proyek lebih cepat. Akibatnya, kantor bisa dibilang kosong. Setiap hari, hampir tidak ada engineer yang di kantor, k
    Read More
  • 4

    Mar

    Kok Rasanya Menyebalkan

    “Mas, kalau lihat foto waktu mudah ini, kok rasanya wajah mas menyebalkan ya?” demikian komentar Marta tiba-tiba. Rupanya dia sedang melihat foto-foto yang kurepro di kamera digitalku, foto-foto jaman aku masih kuliah, waktu masih muda dulu hehehe. “Loh, kok bisa? Maksudnya menyebalkan gimana?” tanyaku penasaran. “Yah, gimana ya … pokoknya menyebalkan lah” kata Marta sambil cengar-cengir. Nampaknya dia sulit menjelaskan, kuduga karena memang tidak ada alasan yang mutlak untuk disampaikan. “Hmmm … jangan-jangan ada temanmu yang mirip dengan fotoku itu, dan kamu punya trauma tersendiri dengan orang itu”, kataku mencoba menebak, sambil menggoda. “Yah, mungkin juga”.
    Read More
  • 3

    Mar

    Minyak Rambut

    “Mas, kapan ulang tahun?”, tanya Marta tiba-tiba, sambil tersenyum. “Ada deh, emang kenapa?” jawabku sambil balas bertanya. “Aku mau ngasih kado”, katanya sambil tetap cengar-cengir. Wah, nampaknya ada gelagak kurang baik nih. Apalagi para gadis selama ini mengembangkan tradisi memberi kado ultah yang aneh-aneh, meski hanya ke sesama gadis. “Wah, bisa kutebak, pasti mau ngasih minyak rambut ya? Ogaaaahhh”, kataku berteriak. Kebetulan waktu itu Iyor datang. Sedikit heran dengan kehebohan yang ada, dia gak mau ketinggalan, dan mulai bertanya. “Gini Yor, aku mau ngasih Mas minyak rambut” kata Marta dengan tersenyum. “Ihhhh …. “, respon Iyor di luar dugaan Marta. “Gak mau ah. Aku paling jijik lihat cowok
    Read More

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru