• 24

    Jan

    Kehilangan

    “Laptopku kan barusan hilang”, kata Marta waktu kami baru masuk ke mobilnya. “Dimana?”, jawabku spontan setengah terkejut. “Di rumah sakit” Mulailah Marta bercerita sambil mengemudi menuju kantor. Pagi ini aku iseng pergi ke Cikarang untuk mampir ke kantor lama, dan sebelumnya aku sarapan lagi di McDonalds Citywalk. Marta berbaik hati menjemputku dengan mobil barunya. Nyaman juga dijemput sopir jelita hehehe… Rupanya laptop dia hilang waktu sedang meeting dengan user. Peserta meeting cukup banyak, sekitar 30 orang, dan meeting sendiri diadakan di ruangan lantai 4 yang cenderung bebas dari lalu lalang pengunjung rumah sakit, karena lantai itu memang khusus untuk kantor operasional. Kejadiannya di hari kedua meeting. “Pas hari pertama meetin
    Read More
  • 10

    Mar

    Rasa Bersalah

    Malam ini, aku jadi kepikiran keadaan kantor lama, yang baru seminggu lebih aku tinggalkan. Masih banyak tugasku yang belum kuselesaikan, kerjaan yang terbengkalai, yang akhirnya akan menjadi beban sampah bagi penggantiku, entah siapa itu. Aku merasa sedih dan ada rasa bersalah saat mengingat ini. Aku ingat waktu Bang Napi resign, ada rasa kecewa, bahkan jengkel. Tapi toh aku harus bisa maklum atas keadaan itu, meskipun aku tetap gak bisa terima dan tidak terlalu berminat untuk melakukan kontak dengan dia. Meskipun akhirnya kami tetap bekerja sama, tapi untuk setiap deal yang dilakukan aku serahkan ke BM. Sekarang ganti aku yang (mungkin) mengecewakan. Aku pergi sementara tanggungjawab yang kupikul sebelumnya cukup besar. Beberapa proyek menjadi tanggungjawabku dan semuanya masih ditenga
    Read More
  • 28

    Feb

    Malam Ini...

    Aku sengaja pulang malam. Bukan sekedar untuk mengerjakan tugas yang masih menumpuk. Secara resmi hari ini adalah hari terakhir aku kerja di kantor tempat aku bekerja hampir 7 tahun. Ya, persis kurang satu bulan, karena aku bergabung di awal bulan April. Makanya aku sengaja pulang malam, mencoba menikmati saat-saat terakhir di kantor ini. Kebetulan hari ini cuma ada 6 orang. Biasanya acara perpisahan diadakan atas biaya kantor, namun kali ini aku yang berinisiatif, atas biaya sendiri. Toh belum ada yang tahu kalau aku mau resign hari ini. Mbak Noor shock waktu aku bilang mau ngadain perpisahan. Awalnya dipikir acara makan-makan kali ini untuk ultah Dj yang jatuh hari ini juga. Dj juga kaget waktu tahu aku resign, seperti gak yakin. Marta tidak terlalu berubah ekspresinya meskipun mengak
    Read More
  • 3

    Jan

    Lempok Durian

    Marta baru masuk kerja hari ini, setelah liburan cukup lama, pulang kampung di Kalimantan. Tak lupa dia bawa oleh-oleh dan langsung dibagi-bagi ke kantor. Sebelumnya aku cuma berpesan, gak usah bawa lempok durian hehehee … bagiku aromanya mengganggu. Ternyata dia membawakan manisan lidah buaya, mantap, pas banget dengan seleraku. “Loh, kok di sini banyak makanan, di bawah gak ada sih?” pak Dum protes waktu masuk ke ruangan kami. Kebetulan memang Marta meletakkan oleh-olehnya di lantai 2. “Kan ada Lempok pak di bawah” jawabku. Meski kularang (bercanda), Marta tetap membawa lempok, makanan khas melayu berbahan dasar durian, hanya saja diberikan untuk karyawan di lantai 1. “Wah, dah mau pulang nih pak, gak berani makan saya” kata pak Dum. “Em
    Read More
  • 7

    Oct

    Negosiasi

    Kemampuanku bernegoisasi masih sangat lemah. Aku paling malas untuk ngotot-ototan dan “memaksa” pihak lain menyetujui usulanku. Apalagi kalau aku sadar bahwa posisiku lemah atau salah. Lebih baik aku mengalah. Yah, bisa dibilang aku terlalu gampang ngalah, cari aman saja. Padahal sebagai pimpinan, negosiasi adalah tugasku. Aku harus bisa meloby ke pihak luar terutama customer, agar menguntungkan perusahaan. Memang ajar kalau aku menolak membenarkan yang salah hanya demi keuntungan, dengan kata lain aku menolak berbohong. Namun ada kalanya, memang ada sesuatu perlu di perjuangkan tanpa harus bohong, meskipun secara perjanjian posisi kita lemah. Itu yang kualami hari ini. Aku menemani Marta untuk me-loby customer agar bersedia melakukan pembayaran proyek meskipun belum selesai.
    Read More
  • 23

    Jul

    Bugs dan Garansi

    “Bu, tadi saya sudah update perbaikannya, tapi kata customer masih error juga.”, kata Reynaldy saat Marta baru saja datang sehabis dari tempat client di Jakarta. “Yang masalah mana dulu, yang pertama atau yang kedua.” jawab Marta selepas meletakkan tas laptopnya, sambil melangkah mengambil gitar. “Kalau yang kedua aku memang gak mau ngerjain, soalnya mereka menolak untuk kontrak maintenance.” “Mas, ” Marta berkata kepadaku, sambil sedikit memainkan gitar. “kalau ada error di program kita, itu masih tanggung jawab kita bukan? Kan sudah di luar masa garansi.”. “Kalau bugs, error di program yang kita buat, ya itu masih tanggung jawab kita. Tapi kalau penambahan atau perubahan, itu harus ada biaya tambahan” jawabku. &#
    Read More
  • 22

    May

    Tampak Lebih Muda

    “Sekarang Mas tampak jauh lebih muda lho “, demikian celetuk Marta sambil tersenyum. Waktu itu kami (bersama Iyor) sedang dalam perjalanan ke mal untuk makan siang. Hehehehe .. kali ini aku cuma bisa senyum-senyum. Kalau Marta yang komentar, biasanya serius, gak cuma untuk ngeledekin atau ada maksud tertentu. Tersanjung, geEr, atau apalah … yang jelas aku senang-senang aja. Dan seperti biasa, Iyor gak setuju. Bagi dia, aku tetap aneh dengan gaya rambutku sekarang. “Jadi mirip kayak teman mas itu tuh ..”, kata Iyor mencibir. Yang dia maksud adalah Iwed, yang selalu rapi, dengan minyak rambut klimis, sisiran rapi belah samping. Sebagian besar orang dewasa, mungkin hampir semua, merasa penuaan adalah momok. Ketika kita terlihat makin tua, banyak yang merasa gak
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru