• 15

    Jan

    Kulihat Dia Menangis

    Satu proyek kantor sedang di masa kritis. Waktu 6 bulan yang dijadwalkan, sudah lama terlewati. Client sudah berbaik hati memperpanjang menjadi 2 bulan lagi, tapi team (yang sebenarnya cuma mengandalkan Om Bag saja) tetap gagal membereskan proyek yang seharusnya memang memiliki skala besar. Kali ini client benar-benar habis kesabaran. Dari masa perpanjangan, client masih memberi waktu lagi 1 bulan sesuai permintaan kami. Sebelumnya aku bertanya ke Om Bag, kira-kira butuh waktu berapa lama lagi, dan menurut dia, satu minggu cukup. Ternyata, jangankan satu minggu, satu bulanpun tidak beres juga. Memang ada beberapa faktor X, seperti libur panjang, sakit dsb. Kesalahan yang terbesar adalah proyek sebesar ini dibebankan pada satu orang, meski team ada beberapa, namun sangat tergantung pada s
    Read More
  • 13

    Jan

    Dari Nyengirmu Aku Dah Tahu!

    Sudah lama Kandar gak datang ke kantor. Gak lama-lama amat sih, baru beberapa hari aja. Tapi memang dia lebih banyak di tempat customer karena ada proyek yang mendesak dan mengharuskan dia untuk stay di tempat customer itu. Paling-paling kalau ada jadwal meeting internal, baru dia datang ke kantor. Pagi ini Kandar ke kantor. Mungkin untuk melakukan koordinasi, termasuk terkait dengan beberapa proyek yang kondisinya kritis, karena batas waktu yang sudah makin mendekat sementara belum ada tanda-tanda proyek akan beres. Terutama satu proyek, yang ditangani Om Bag, selain karena customernya sangat temperamental dan bikin senewen, Om Bag sendiri juga sakit-sakitan. Pagi ini Om Bag batal ke tempat customer tersebut karena sakit, padahal sudah sempat sampai Jakarta. Setelah membicarakan bagaima
    Read More
  • 24

    Dec

    Om Bag Dimana?

    Lagi-lagi Kandar panik, sedikit jengkel lebih tepatnya. Lagi-lagi Om Bag tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui posisinya. Padahal sesuai jadwal, seharusnya dia ada di salah satu customer di Jakarta. Namun pagi ini customer tersebut (penanggung jawab proyek yang rewelnya minta ampun, yang bikin senewen gara-gara selalu mengancam akan membatalkan proyek) menelpon Kandar dan complain karena Om Bag tidak ada. Padahal pagi-pagi ini Om Bag kulihat berangkat ke Jakarta, setelah kemarin dia pulang agak malam sehabis dari customer tersebut. Aden yang kutanya juga tidak tahu. Tidak ada yang tahu. Kandar sempat menduka kalau Om Bag interview di tempat lain. Itu hak dia, cuma sangat disayangkan kalau dia sampai mengabaikan tanggung jawab itu. Dugaanku, setelah mendapat sedikit info dari Renaldy,
    Read More
  • 20

    Nov

    Jalanin Aja

    “Ya udah, dijalanin aja.” Aku kaget mendengar kata-kata itu. Perkataan itu bukanlah hal asing buatku, bahkan sebenarnya sudah mendarah daging buatku, menjadi bagian prinsip hidupku. Namun mengapa aku kaget? Karena diucapkan oleh Kandar, yang notabene adalah keturunan Tionghoa. Pagi itu aku “melaporkan” banyak hal tentang perkembangan proyek-proyek yang sudah kritis, khususnya satu proyek pemerintahan yang sudah diujung tanduk, bahkan aku sendiri lebih setuju kalau proyek itu dibatalkan karena peluangnya kecil dan mengganggu proyek lain. Berbagai argumen aku sampaikan, dilengkapi dengan keluhan dan ungkapan ketidaksetujuanku akan banyak hal. Aku tahu aku tidak banyak bisa merubah keadaan ataupun keputusan, dan saat itu sebenarnya aku seperti mencari dukungan. Tap
    Read More
  • 20

    Nov

    Cakep-Cakep Sekarang

    “Wah Mas, sekarang Peppers ceweknya cakep-cakep”, kata Kandar dengan semangat. Kontan saja satu ruangan melongok semua. Dari suasanya yang cukup adem ayem, sedikit stress dengan kerjaan yang menumpuk, kok tiba-tiba ada yang ngomongin begituan. Untung yang ngomong itu sang manager sendiri, yang memang kebetulan baru saja datang dari customer di daerah Malang. Waktu pertama datang sih dia langsung membawa oleh-oleh informasi tentang kondisi proyek, kondisi kerjaan dan suasan kantor client, termasuk ngobrolin setiap proyek yang ada dan hal-hal yang terjadi selama dia ada di luar kota. Otomatis suasana jadi cukup serius. Eh, setelah jeda sebentar, kok ya dia nyeletuk aneh-aneh. “Recepsionisnya kan ganti, dulu gak cakep, yang sekarang cakep.” dia melanjutkan dengan se
    Read More
  • 18

    Nov

    Dibantai

    Aku melangkah dengan pasrah. Sepanjang jalan kulalui dengan cukup resah, was-was dengan apa yang aku hadapi. Harusnya ini tugas Prof, sayangnya tiba-tiba kemarin dia membatalkan karena sakit dan harus istirahat. Sebelumnya aku cuma mendampingi, menggantikan Kandar yang sedang keluar kota. Tapi sekarang, akulah yang bertanggungjawab melakukan negosiasi ini, didampingin Kuca, yang aku yakin, dia benar-benar cuma mendampingi. Pagi-pagi aku coba telpon Kandar, menggali info sebanyak mungkin terkait dengan proyek ini - tanggal perjanjian, sanksi, apa saja yang tercakup dan hal-hal yang masih belum selesai. Aku sedikit percaya diri dengan data yang sudah kuterima, apalagi sebelumnya Kandar bilang bahwa client juga sadar kalau system mereka cukup rumit dan pasti akan molor. Yah, setidaknya ada b
    Read More
  • 18

    Oct

    Akibat Sungkan

    “Hp ini tidak jadi ke tempat Mr. T. Thx.” begitulah sms BM pagi kemarin, waktu aku bersiap mau ke customer di Muara Karang. Seharusnya malam ini aku diminta datang ke tempat Mr. T karena komputernya bermasalah. Mr T adalah orang Jepang yang mengenalkan kantor ke perusahaan tertentu agar beli produk kantor. Malam harinya, waktu aku baru saja sampai ke kantor setelah cukup lelah seharian ngasih training ke customer, datang lagi sms dari BM “hr ini yg dicancel diganti sabtu. ada yg bs ke sana? Jam berapa?”. Aku sempat ngobrol dengan orang yang masih tersisa dikantor, karena hari Jumat, sudah tinggal sedikit yang tersisa. Hampir semua gak bisa, DS gak bisa karena ada acara di gereja, padahal dia yang paling memungkinkan karena tinggal di Jakarta dan punya kendaraan. Y
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru