• 10

    May

    Kerja Seperti Diperbudak

    “Kemarin aku ngobrol ma temanku. Aku baru nyebut kalau aku kerja sama orang Singapura, dia langsung bilang ‘pasti diperbudak ya?‘ Kok kayaknya sudah jadi modelnya begitu ya.” kata Jaja. Afik dengan segera menyahut, “Iya tuh. Kerja ma orang India juga gitu.” Hmm, aku tidak bermaksud membela orang manapun, tapi ada yang njomplang rasanya. Jaja sudah hampir setahun bekerja dan dia termasuk yang bertahan paling lama. Kalau dia merasa diperbudak, mengapa baru sekarang, pikirku. “Kamu kan dah hampir setahun disini, Ja, sejak kapan kamu merasa diperbudak?” tanyaku. “Ya awalnya sih gak juga. Tapi memang sepertinya Mr. TC berubah belakangan ini.” kata Jaja tanpa memberi hal yang pasti. “Lah, berarti sebelumnya gak gini donkR
    Read More
  • 1

    Apr

    Ngobrolin Agama

    Berawal dari buku Cacing dan Kotorannya…. Semula Alim menanyakan tentang Ajahn Brahm, yang berujung pada diskusi singkat tentang bukunya Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Akhirnya, karena banyak review positif tentang buku itu, Alim (yang ternyata pemeluk agama Budha) berniat membaca buku itu. Hari ini dia membawa buku itu, bukan dia yang beli, tapi abangnya. Seiring dengan pembicaraan tentang buku itu, akhirnya pembicaraan sore ini bersinggunggan dengan agama. Bukan obrolan yang berat seperti perdebatan dogma, hanya sebatas informasi saja. Dari sini aku tahu kalau Bu Emmy penganut Budha, dan Jaja adalah Katholik. Sedang Afik serta Hema sudah sejak awal ketahuan kalau muslim. Lumayan beragam. Apalagi ada staff di India yang mungkin penganut Hindu atau Sikh. Bu Emi cerita kalau dul
    Read More
  • 13

    Mar

    Minggu Pertama di Kantor Baru

    Hari #1 Di hari pertama aku gak ingin memberi kesan buruk karena terlambat, makanya aku datang agak awal, terlalu awal malahan. Masih sempat nongkrong bentar di halte. Eh, ternyata kantor masih sepi, cuma ada satu orang. Alim, dialah orang pertama yang menyambutku, cukup gaul, jadi kami bisa cepat akrab. Mendekati jam 9 pagi barulah beberapa orang datang. Hari #2 Pagi ini aku datang belum ada orang, pintu ruangan masih terkunci dan lift belum beroperasi. Olahraga dikit naik tangga. Siangnya Alim mengajakku makan siang di kantin UKI. Kami naik motor, katanya kejauhan kalau jalan kaki. Padahal kupikir gak sampai 15 menit kalau jalan, wong tiap hari aku juga lewat situ. Makan diantara para mahasiswa, jadi berasa masih kuliah hehehe Hari #3 Di hari pertama, Bu Emi terlihat cuek, bahkan nya
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru