• 15

    Mar

    Jodoh Dari Game Online

    Jodoh bisa datang lewat berbagai cara. Okelah, mungkin lebih tepatnya pacar, karena jodoh terlalu “misterius” bagiku. Ada yang dari teman dekat, teman sekolah, tetangga, teman kerja, rekanan bisnis, biro jodoh dan sebagainya. Adanya internet membuat jalur mencari pacar makin terbuka, seperti lewat chatting, group, fb, dan bahkan game online. Gita adalah salah satu yang kutahu menemukan jodoh lewat game online, terutama travian. Saat kerja dia hobi banget main game itu, bisa dibilang sampai mengganggu kinerja juga. Dia dapat jodoh, yang akhirnya menjadi suaminya, karena ada kopdar sesama gamer travian ini. Eh, barusan dia cerita, kalau ada beberapa teman lain yang dapat pacar dari game online, meskipun bukan travian. “Jadi gini Mas, waktu masih di @Innovate, aku ngajarin
    Read More
  • 7

    Sep

    Tega Bener Sih

    “Ih, mas tega bener sih. Tumben-tumbenan tega gitu.” kata Budi, sesaat setelah aku tidak mengijinkan Iyor untuk pulang awal. “Ah, biarin aja. Toh menurutku apa yang kulakukan masih wajar. Kita ini sudah sangat toleran, jarang banget ada kantor kayak gini. Mau pulang kapan saja silakan.” jawabku. “Ya aku jadi gak enak aja, kesannya aku yang ngadu waktu Iyor mau pulang cepat” kata Budi. “Ga lah, harusnya juga bisa tahu diri.” kataku. Lagipula alasan Iyor kurang kuat. Hanya karena takut kena macet dan terpaksa buka puasa di jalan. Bukan hal yang mendesak. Kecuali dia harus ngejar bis terakhir yang memang jadwalnya tidak bisa diubah. Atau ada janji dengan teman (reuni) atau bertemu orang lain yang jarang ditemui, aku masih bisa terima. Tapi
    Read More
  • 5

    Jul

    Iyor Vs Amey

    Hari ini Budi cerita tentang Amey. Amey mempertanyakan mengapa Iyor tidak mau presentasi ke client, padahal itu adalah salah satu tugasnya sebagai marketing. Sedikit diplomatis, Budi menjawab kalau kemungkinan karena Iyor sudah cukup sibuk mengurus admin teknisi. Tetap jawaban itu tidak memuaskan Amey karena menurutnya terlalu lemah. Kesibukan Iyor tidaklah parah sehingga dia mengabaikan tugas marketing. Karena bingung, Budi menyarankan Amey bertanya langsung ke Iyor. Di luar dugaan, Amey segera menanyakan itu ketika berjumpa dengan Iyor. Jawaban Iyor juga sama dengan yang disampaikan Budi. Jawaban yang kurang memuaskan bagi Amey, dan ia tetap saja protes. Untung saja tidak terjadi pertengkaran antara mereka. Gawat juga kalau sampai ribut. Amey memang unik. Meskipun perempuan dengan tub
    Read More
  • 11

    Mar

    Batal Nonton

    Waktu tinggal 5 menit lagi, Iyor masih belum muncul juga. Sementara petugas berkali-kali mengumumkan bahwa pintu theater 2, tempat diputarnya film yang hendak kami tonton, sudah dibuka. Akhirnya aku sms Iyor, memberitahu kalau aku sudah di bioskop. Langsung ada balasan bahwa Iyor yang menyatakan kalau dia batal nonton, cuma Hadi yang mau nonton dan sedang berangkat. Ah, jengkel rasanya. Bukan karena aku harus nonton sendiri, melainkan karena harus menunggu dengan percuma. Tahu gitu kan aku gak perlu nunggu dan bisa langsung masuk bioskop. Akhirnya aku langsung beli tiket dan masuk bioskop, pas filmnya dimulai. Sementara Hadi menyusul, tapi kucuekin. Aku sudah masuk duluan, dia hanya kuberitahu tempat dudukku di deret berapa. Ini bukan pertama kalinya Iyor membuatku jengkel karena menung
    Read More
  • 28

    Dec

    Hari Yang Menjengkelkan

    Pertama: Amir out Sejak minggu lalu Amir, yang baru 3 bulan kerja, sudah menyatakan untuk resign. Namun aku masih coba untuk nahan dia. Ternyata keputusannya sudah bulat. Alasannya macam-macam. Awalnya hanya karena dia gak betah di cikarang, mungkin juga karena suasana kantor. Ujung-ujungnya dia curhat ke ortu dan ortu menganjurkan (anjuran yang diterima Rudi sebagai perintah). Satu hal yang lama-lama membuatku muak adalah berulangkali dia bilang bahwa dia gak bisa nglawan perintah ortu. Bahhh Selain itu, dia juga mengeluh karena gajinya dipotong (wah, payah juga Budi, jadi salah paham juga). Sebenarnya di awal interview aku dah pernah sampailkan ini, tapi yah, dasarnya dah gak niat. Baru juga sekali kepotong 300ribu aja. Selanjutnya keluhan tentang uang transport ke customer yang tidak
    Read More
  • 17

    Oct

    Syawalan

    “Jadi gimana Mas, buka puasa barengnya kapan?” tanya Budi. “Besok aja Mas, kan Marta besok dah nyampe.” sahut Iyor. Saat ini Marta sedang pulang kampung. “Wah, padahal sudah saya bela-belain hari ini ke kantor buat acara ini.” keluh BM. “Duh, gimana ya, habis bingung nyari waktunya. ” jawabku. Dua minggu lalu memang sudah sudah aku putuskan buat ngadain acara buka puasa bersama di kantor, sebuah acara rutin tahunan. Tapi hari ini banyak yang gak bisa - Prof, Bang Napi, Marta dan Akank cuti. Aku sendiri harus ke customer. Jadi hari ini batal, rencana mau kuganti besok. Tapi besokpun aku belum tentu bisa. “Kayaknya tahun ini gak ada bukber, tanggung waktunya. Nanti aja habis libur, jadi acara syawalan.” kataku ke Iyor. “Sya
    Read More
  • 9

    Jul

    Facebook Kok Error???

    “Mas, kok aku buka facebook gak bisa ya?”, tanya Iyor lewat telpon. “Tapi kok punya Renaldy bisa ya ..” “Wah, gak ngerti juga. Aku lagi gak mainan facebook nih”, jawabku berbohong. Ah, emang sudah juga, masak masalah sepele gini harus bohong. “Gak sedang diutak-atik ya?” tanya Iyor kurang puas, dengan nada yang memprihatinkan karena sedang flu. “Aku sih gak ngutak-atik apa-apa”, jawabku tegas. “Ya udah deh”. Telpon ditutup. Aku sedikit lega. Facebook memang fenomenal. Di hampir setiap customer yang kudatangi, di waktu luang para karyawannya asyik bermain facebook. Bahkan di tempat yang sangat dilarang menggunakan internet, mereka masih bisa memanfaatkan handphone pribadi untuk update atau memantau status. Tak ket
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru