• 10

    Dec

    Kerjakan Saja, Debat Belakangan

    Lagi-lagi aku harus emosi saat menghadapi Iwed. Anak ini masih belum berubah juga sejak pertama masuk. Pendiam, sedikit kaku dan seperti kurang bisa membaur. Akibatnya dia terkesan kurang bisa akrab dengan karyawan lain, khususnya karyawan wanita. Tapi bukan itu yang bikin aku jengkel. Dia dilibatkan di salah satu proyek yang sudah berada di injury time. Karena kemampuannya yang kurang menonjol, dia kebagian pekerjaan yang cukup enteng, meskipun penting. Salah satunya adalah testing, mencari kemungkinan bugs. Nah, saat ini, ada pekerjaan ringan lain yang penting namun membosankan, yaitu mengelola dictionary. Dulu pekerjaan ini pernah dia kerjakan, namun karena kesalahan Om Bag sebagai pimpro, apa yang dia kerjakan jadi hilang. Nah, karena dictionary kurasa penting (untuk mempercantik ta
    Read More
  • 23

    Oct

    Programnya jadi berantakan nih!

    Berantakan! Dalam benakku, berantakan adalah suatu keadaan kacau, menyebalkan, tidak menyenangkan, mengganggu, sangat merepotkan, tidak rapi dan rusak. Mendengar customer mengeluh dan menyebut kalau tampilan slip gaji jadi berantakan, atau hasil program jadi berantakan, tentu saja membuatku panik. Kok bisa berantakan, padahal aku sudah melakukan beberapa kali test, dan selama ini tidak ada masalah. Kok bisa berantakan!!! Seringkali laporan kalau program jadi berantakan, atau error, membuat programmer jadi panik. Apalagi kalau customer yang mengeluh itu kelakukannya menjengkelkan, dan gak sabaran. Seringkali aku jadi ikutan emosi dibuatnya. Serasa menanggung beban yang sangat berat, dan saat terasa gak kuat menanggung berat itu, energi dari dalam meluap untuk “menolak” beban i
    Read More
  • 23

    Oct

    Terlambat

    Iwed kembali buat masalah. “Gini Mas, ” Budi mulai bercerita dengan cukup semangat, dengan nada jengkel. “Tadi pagi kan Iwed datang persis di belakangku. Terus aku masukin di kalender kerja sebagai terlambat datang. Wong aku sendiri aku anggap terlambat” “Eh, barusan dia YM, nanyain kenapa dia dianggap terlambat. Padahal sudah jelas-jelas dia datang setelah aku. Aku jelasin kalau data lebih dari jam setengah 9 itu dianggap terlambat. Eh, terus dia bilang, kalau bisa peraturan ini jangan cuma buat programmer dan keuangan.” “Halah, kan tambah bikin jengkel. Sejak meeting beberapa waktu lalu kan juga sudah dijelaskan kalau peraturannya memang seperti itu, dan itu juga berlaku untuk semuanya, termasuk marketing. Nyebelin banget gak sih, pagi-pagi da
    Read More
  • 18

    Oct

    Akibat Sungkan

    “Hp ini tidak jadi ke tempat Mr. T. Thx.” begitulah sms BM pagi kemarin, waktu aku bersiap mau ke customer di Muara Karang. Seharusnya malam ini aku diminta datang ke tempat Mr. T karena komputernya bermasalah. Mr T adalah orang Jepang yang mengenalkan kantor ke perusahaan tertentu agar beli produk kantor. Malam harinya, waktu aku baru saja sampai ke kantor setelah cukup lelah seharian ngasih training ke customer, datang lagi sms dari BM “hr ini yg dicancel diganti sabtu. ada yg bs ke sana? Jam berapa?”. Aku sempat ngobrol dengan orang yang masih tersisa dikantor, karena hari Jumat, sudah tinggal sedikit yang tersisa. Hampir semua gak bisa, DS gak bisa karena ada acara di gereja, padahal dia yang paling memungkinkan karena tinggal di Jakarta dan punya kendaraan. Y
    Read More
Prev -

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru