• 16

    Sep

    Akhirnya Kusampaikan Juga

    “Budi, Iwed kapan habis kontrak?” “Hmm … tanggal 2 kemarin.” “Waduh .. udah habis donk? Kirain masih tanggal 20-an, makanya aku santai saja”. “Terus gimana? Mau diperpanjang 1 bulan lagi?” “Gak ah, nanti kalau ada kesempatan aku sampaikan ke dia kalau kontraknya tidak diperpanjang lagi.” Yah, kontrak Iwed memang tidak akan diperpanjang lagi. Terakhir aku perpanjang kontraknya 3 bulan untuk melihat apakah dia masih bisa dipertahankan atau tidak. Salah satu alasanku memperpanjang kontraknya adalah karena dia disiplin, berbeda dengan orang lain. Namun belakangan mulai terlihat jiwa “membangkang”nya. Beberapa kali aku memberi instruksi dan dia memilih melakukan dengan caranya sendiri, yang terbukti tidak efektif. M
    Read More
  • 26

    May

    Prinsip Taichi

    Sore ini sedikit santai, aku, Budi dan Gita ngobrol di ruangan. Ngalor-ngidul gak karuan, membahas foto narsis, kebon binatan, sampai masalah busway. “Aku pernah sekali kok naik Busway”, kata Gita. “Mas, ajakin Gita naik busway tuh”, kata Budi meledek. “Ayuk Git, mau kuajak naik busway?” kataku, ancang-ancang dengan ledekan yang lain. Tapi karena aku gak punya jurus baru, gelagatku sudah bisa ketebak. “Huh, paling ke customer. Ke Ancol, tapi ke customer juga kan”, jawab Gita mencibir. “iya, ke Ancol .. mau? Bareng itu (omonganku pelan)..,” sambil mataku melirik ke arah tempat duduk Iwed. Hampir setiap orang agak keberatan untuk jalan bareng Iwed, khususnya perempuan. Bukan karena dia jahil atau nakal, justru orangnya sangat sop
    Read More
  • 11

    Mar

    Agak Gak Nyambung

    “Mas, itu orang J nanyain masalah program hrd, sepertinya Bang Iwed kurang nyambung. Gimana?” demikian sms dari Marta siang itu. Waktu itu aku sedang ada di luar kantor, di tempat customer. Sejak beberapa hari lalu, ada utusan dari salah satu customer kami dari luar kota, untuk mengunjungi kantor agar proyek bisa lebih lancar. Cukup terbalik memang, biasanya kami yang harus menyambangi tempat customer, kali ini customer tersebut berbaik hati untuk gantian, soalnya lokasinya cukup jauh. Sayangnya, kondisi kantor sedang sulit. Tenaga kurang, sementara proyek menumpuk, ditambah lagi tuntutan sebagian besar customer agar kami selalu hadir di tempat agar pengerjaan proyek lebih cepat. Akibatnya, kantor bisa dibilang kosong. Setiap hari, hampir tidak ada engineer yang di kantor, k
    Read More
  • 3

    Mar

    Minyak Rambut

    “Mas, kapan ulang tahun?”, tanya Marta tiba-tiba, sambil tersenyum. “Ada deh, emang kenapa?” jawabku sambil balas bertanya. “Aku mau ngasih kado”, katanya sambil tetap cengar-cengir. Wah, nampaknya ada gelagak kurang baik nih. Apalagi para gadis selama ini mengembangkan tradisi memberi kado ultah yang aneh-aneh, meski hanya ke sesama gadis. “Wah, bisa kutebak, pasti mau ngasih minyak rambut ya? Ogaaaahhh”, kataku berteriak. Kebetulan waktu itu Iyor datang. Sedikit heran dengan kehebohan yang ada, dia gak mau ketinggalan, dan mulai bertanya. “Gini Yor, aku mau ngasih Mas minyak rambut” kata Marta dengan tersenyum. “Ihhhh …. “, respon Iyor di luar dugaan Marta. “Gak mau ah. Aku paling jijik lihat cowok
    Read More
  • 26

    Jan

    Bisa Ditarik Lagi Gak?

    Ada banyak alasan karyawan mengundurkan diri dari perusahaan. Aku dulu pernah mundur karena kecewa dengan rekan kerja, pernah juga karena kecewa dengan perusahaan. Mungkin kurang tepat kalau dibilang kecewa, karena dari awal aku memang tidak terlalu berharap banyak dengan perusahaan tempat aku bekerja waktu itu. Aku cuma merasa, dengan usiaku (waktu itu) yang masih muda, aku tidak akan bisa berkembang di sana, dan masih banyak peluang lain yang memungkinkan karir maupun kepribadianku bisa berkembang, termasuk skill-ku. Ada karyawan yang mengundurkan diri karena masalah gaji, ada juga yang karena merasa gagal. Setidaknya, di kantorku saat ini, ada 2 orang yang mundur karena merasa gagal, setidaknya menurutku sih. Pertama Simbah … ah sayang sekali dia. Padahal potensinya bagus, cuma s
    Read More
  • 20

    Dec

    Add As Friend

    “Tahu gak, Iwed nge-add aku di FS. Serba salah jadinya. Kok ya tiba-tiba aja” Iyor bercerita dengan penuh semangat, bukan karena bahagia, tapi karena bingung. Padahal, menurutku, gak ada salahnya berteman, apalagi di dunia maya. Toh mereka rekan kerja juga. Mungkin karena sikap Iwed yang cukup akrab di dunia maya terkesan berbeda dengan keadaan di dunia nyata, yang membuat orang menjadi “berprasangka”, atau lebih kasarnya “was-was”. Di lain pihak, Iwed sendiri seperti sedang kecanduan FS, mungkin karena baru pertama nyobain, jadi ada semacam euphoria sejenak. Semalam, tidak seperti biasanya, dia ampe larut malam di kantor. Tapi kali ini bukan karena ada kerjaan yang mendesak atau ingin mempelajari sesuatu, melainkan karena asyik ber-FS-ria. Gak tanggun
    Read More
  • 12

    Dec

    Aku, Saya atau Nama

    Iwed masuk kantor sambil membawa nasi bungkus, baru saja kembali dari jumatan. Melihat aku dan Marta duduk di ruang tamu, dia tersenyum dan berbasa-basi. “Makan mas, Marta”, sambil mengangkat nasi bungkusnya. “Ya”, jawabku singkat, dengan senyum sambil tetap membaca koran. Saat melewati meja Ekusa, Iwed juga menyampaikan basa-basi yang sama. Sesuatu yang tidak diduga olehnya, Ekusa merebut bungkusan itu, dan dengan bercanda bilang “Oh, makasih ya. Nawarin kan?”. Iwed serba salah. Selama ini dia jarang sekali bercanda, khususnya dengan karyawan wanita. Akhirnya dia cuma tersenyum dan merelakan nasi bungkusnya direbut Ekusa, terus melangkah pergi ke lantai atas. Nah lho, giliran Ekusa yang serba salah. Meskipun dia termasuk suka bercanda, malah kadang
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru