• 4

    Dec

    Efisiensi Kerja

    Salah satu tantangan berat bekerja di Jakarta adalah transportasi. Yup, sebagian besar pekerja di Jakarta tinggal di pinggiran atau di tempat yang tidak dekat dengan kantor mereka. Kemacetan adalah makanan sehari-hari. Untuk menuju kantor, bisa menyita waktu lebih dari satu jam, yang artinya minimal bisa 2 jam terbuang sia-sia. Makanya bisa kerja dari rumah masing-masing adalah idaman banyak orang, karena bisa menghindari pemborosan waktu di jalan. Yup, dan itu yang kami lakukan di kantor. Semua orang bekerja dari rumah masing-masing, berkomunikasi secara online lewat jaringan internet. Tapi ada kalanya kami juga kangen pengen ngumpul bareng. Meskipun bisa ber chit-chat ria di skype atau sosial media lainnya, rasanya tetap beda dibanding ketemu langsung. Apalagi kalau sudah ngobrolin kerj
    Read More
  • 15

    Jul

    Kenapa Bisa Salah?

    Lagi asyik-asyiknya nonton film, si Bos menyapa lewat skype dan langsung melontarkan pertanyaan “Kenapa perhitungan angka di system xxx bisa salah?”. Pertanyaan yang langsung merusak suasana hatiku saat itu. Sebenarnya waktu itu sudah diluar jam kerja normal, tapi karena aku masih online meskipun statusku ‘Away’. Yang membuatku jengkel sebenarnya adalah karena yang ditanyakan itu bukan pekerjaanku, melainkan pekerjaan Icca, yang kebetulan sudah offline. Pertanyaan sederhana, tapi ketika ditanyakan dalam waktu yang tidak tepat, bisa menjadi hal yang sensitif ketika ditanyakan di waktu yang tidak tepat. Pengen rasanya langsung menyahut dan menjawab “Tidak tahu, bukan aku yang ngerjain”. Untung aku masih coba untuk tenang, dan memilih untuk terus menonton
    Read More
  • 4

    Oct

    Magabut alias Majibu

    Siang ini aku sengaja bertanya ke Ikka, yang memang punya hak istimewa untuk kerja di rumah karena baru saja melahirkan, apakah sudah ada tugas dari Mr. TC. Dia menjawab “Belum”, dilanjutkan dengan “Majibu :)”. Hmmm … “Majibu apaan??” Ternyata MAkan gaJI BUta. Walah …. Aku lebih suka menyebut magabut: MAkan GAji BUTa :D Secara spontan aku langsung meluncurkan nasehat tersembunyi “Makanya, jangan gampang mengeluh”, yang langsung dia iyakan. Sebelumnya, di kantor ini karyawan banyak yang mengeluh. Ada saja alasannya. Kerjaan yang terlalu mepet jadwalnya, uang klaim yang gak juga diganti, atasan yang gak mau mendengar saran, kurangnya tunjangan kesehatan dan sebagainya. Tapi jarang sekali aku mendengar ada yang menyinggung tentang b
    Read More
  • 25

    Aug

    Jujur Itu Lebih Baik

    Sejak Jaja resign, proyek K - salah satu proyek blunder di kantor ini - dialihkan ke Ikka, karena dia yang cukup paham dengan teknologi berbasis cloud yang digunakan. Masalah lain muncul karena Ikka gak ngerti akunting. Sebenarnya pekerjaan yang tersisa tidaklah banyak: memastikan laporan laba-rugi dan neraca bisa berjalan dengan benar, berdasar data yang sudah diberikan oleh customer. Lebih dari sebulan Ikka mengutak-atik program serta data yang ada, selalu saja ada masalah. Awalnya gak balance (masalah standard di akunting), terus laporan berubah-ubah, hingga akhirnya kemarin dia menemukan kejanggalan dalam sistem yang digunakan. Senin lalu dia cek program sudah berjalan dengan benar, khususnya laporan laba-rugi, bisa tampil 2 kolom untuk menampilkan laporan bulan sebelumnya. Tapi waktu
    Read More
  • 13

    Mar

    Minggu Pertama di Kantor Baru

    Hari #1 Di hari pertama aku gak ingin memberi kesan buruk karena terlambat, makanya aku datang agak awal, terlalu awal malahan. Masih sempat nongkrong bentar di halte. Eh, ternyata kantor masih sepi, cuma ada satu orang. Alim, dialah orang pertama yang menyambutku, cukup gaul, jadi kami bisa cepat akrab. Mendekati jam 9 pagi barulah beberapa orang datang. Hari #2 Pagi ini aku datang belum ada orang, pintu ruangan masih terkunci dan lift belum beroperasi. Olahraga dikit naik tangga. Siangnya Alim mengajakku makan siang di kantin UKI. Kami naik motor, katanya kejauhan kalau jalan kaki. Padahal kupikir gak sampai 15 menit kalau jalan, wong tiap hari aku juga lewat situ. Makan diantara para mahasiswa, jadi berasa masih kuliah hehehe Hari #3 Di hari pertama, Bu Emi terlihat cuek, bahkan nya
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru