• 5

    Oct

    Nyari Kerja

    Pagi ini aku senewen. Aku datang terlambat 20 menitan, karena jadwal bis selalu membuatku terlambat. Kalau gak mau terlambat, aku harus datang 1 jam lebih awal, duh repotnya. Meskipun aku sudah telat, ternyata di kantor baru ada 3 orang - mbak Siti, Sanny dan Irki. Waduh! Selanjutnya server yang digunakan untuk absensi rusak, padahal banyak data penting di sana. Dj yang bertanggung jawab masalah server ini tidak ada di tempat, dan tidak ada kabar apa-apa. Aku menebak, pasti dia lupa melakukan backup mingguan. Ternyata dugaanku benar, menurut info dari Budi. Selanjutnya ada kabar lagi kalau ternyata pembayaran dari customer belum juga cair, padahal dijanjikan tanggal 30 bulan lalu. Aaagghhh …! Sekilas kulihat meja Hadi kosong. Kutanya Sanny, dia bilang sejak pagi sudah gak ada. Itu
    Read More
  • 24

    Jul

    Hadi dan Laptopnya

    Akhirnya tercapai juga keinginan Hadi untuk membeli laptop, setelah beberapa bulan bekerja. Dengan tinggal di kantor, biaya kost dan transportasi bisa dipangkas dan ditabung, apalagi dia termasuk orang yang tidak suka menghambur-hamburkan uang, juga tidak ada tanggungan keluarga. Meski belum digunakan maksimal, dia selalu membawa laptop barunya itu ke customer. Hingga suatu saat dia bercerita. “Aku kan mau nunjukin progress ke ibu itu” katanya. “Berhubung tidak memungkinkan untuk melakukannya di komputer si ibu, aku keluarin laptopku.” “Ibu itu langsung komentar: Wah, dah dipinjamin laptop dari kantor ya, biar ini cepat selesai” lanjut Hadi, dengan wajah geregetan. “Terus kamu bilang apa?” tanyaku sambil tertawa, geli campur kasihan. ̶
    Read More
  • 28

    Jun

    Nginep Halte

    Malam minggu Sanny dan Hadi pergi ke PRJ. Mereka gak mau dibilang ketinggalan berita, setidaknya bisa cerita ke kawan-kawan di kampung kalau di Jakarta mereka dah pernah ngrasain PRJ. Meskipun pulang dari sana tetap saja dengan tangan kosong, alias tanpa belanja apa-apa, maklumlah masih tanggal tua. Namun pengalaman seru tidak mereka alami saat di PRJ melainkan justru sepulang dari sana. Kurangnya pengalaman dan informasi membuaT mereka salah memperhitungkan jadwal angkutan umum. Mereka hanya tahu kalau mereka bisa pulang dengan naik bis dari Blok M. Mantaplah mereka naik busway dan sampai di Blok M sudah hampir jam 10. Padahal bis terakhir dari tempat itu adalah jam 8 malam. Jadilah mereka terkatung-katung di terminal itu hingga malam semakin larut dan mereka tersadar bahwa tidak ada lag
    Read More
  • 13

    Mar

    Futsal

    Sekian lama gak ada olahraga bersama di kantor. Dulu pernah ada acara rutin badminton 2 kali seminggu, namun aku gak pernah ikut. Selain kurang bisa, juga kurang suka dengan badminton, apalagi sudah lama gak main badminton. Berbeda dengan sepakbola, untuk badminton aku lebih suka menonton daripada bermain. Aku lebih suka olahraga tim, terutama sepakbola. Makanya aku mulai ajak orang-orang di kantor untuk main futsal, mumpung ada lapangan yang dekat dengan kantor. Hampir semua pria setuju, dan total ada 10 orang, pas. Setelah minggu sebelumnya gagal karena Dj telat booking tempat, hari ini terlaksana juga. Jadwal main jam 9 pagi. Sayang sekali, yang datang cuma 6 orang. Namun kami tetap bermain. Kebetulan, ada beberapa orang yang habis bermain futsal juga di tempat yang kami booking. Dar
    Read More
  • 11

    Mar

    Batal Nonton

    Waktu tinggal 5 menit lagi, Iyor masih belum muncul juga. Sementara petugas berkali-kali mengumumkan bahwa pintu theater 2, tempat diputarnya film yang hendak kami tonton, sudah dibuka. Akhirnya aku sms Iyor, memberitahu kalau aku sudah di bioskop. Langsung ada balasan bahwa Iyor yang menyatakan kalau dia batal nonton, cuma Hadi yang mau nonton dan sedang berangkat. Ah, jengkel rasanya. Bukan karena aku harus nonton sendiri, melainkan karena harus menunggu dengan percuma. Tahu gitu kan aku gak perlu nunggu dan bisa langsung masuk bioskop. Akhirnya aku langsung beli tiket dan masuk bioskop, pas filmnya dimulai. Sementara Hadi menyusul, tapi kucuekin. Aku sudah masuk duluan, dia hanya kuberitahu tempat dudukku di deret berapa. Ini bukan pertama kalinya Iyor membuatku jengkel karena menung
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru