• 23

    Feb

    Resign Yang Mengharukan

    Ini bukan pertama kali aku mengundurkan diri dari pekerjaanku. Ya, sebelumnya juga pernah. Kali ini pengunduran diriku agak sedikit beda dengan waktu di kantor sebelumnya. Sudah 4 tahun kurang 1 bulan aku bergabung dengan perusahaan yang sudah membawaku mondar-mandir ke negeri singa ini, dan sekarang waktunya aku untuk beranjak. Jelas Mr TC menyayangkan keputusanku. Dia menanyakan alasan aku keluar dan juga memberi berbagai alternatif yang kira-kira bisa membuat aku tetap bertahan di sini. Tapi tekadku sudah bulat, jadi aku tetap menolak apapun penawarannya, sampai tibalah pada satu pertanyaan dari dia “Apakah kamu ada keinginan untuk tetap bertahan?”. Jawabku mantap, “Tidak!”. Selanjutnya tidak ada lagi penawaran. Dari obrolan “exit interview” tersebut
    Read More
  • 4

    Dec

    Efisiensi Kerja

    Salah satu tantangan berat bekerja di Jakarta adalah transportasi. Yup, sebagian besar pekerja di Jakarta tinggal di pinggiran atau di tempat yang tidak dekat dengan kantor mereka. Kemacetan adalah makanan sehari-hari. Untuk menuju kantor, bisa menyita waktu lebih dari satu jam, yang artinya minimal bisa 2 jam terbuang sia-sia. Makanya bisa kerja dari rumah masing-masing adalah idaman banyak orang, karena bisa menghindari pemborosan waktu di jalan. Yup, dan itu yang kami lakukan di kantor. Semua orang bekerja dari rumah masing-masing, berkomunikasi secara online lewat jaringan internet. Tapi ada kalanya kami juga kangen pengen ngumpul bareng. Meskipun bisa ber chit-chat ria di skype atau sosial media lainnya, rasanya tetap beda dibanding ketemu langsung. Apalagi kalau sudah ngobrolin kerj
    Read More
  • 15

    Mar

    Jodoh Dari Game Online

    Jodoh bisa datang lewat berbagai cara. Okelah, mungkin lebih tepatnya pacar, karena jodoh terlalu “misterius” bagiku. Ada yang dari teman dekat, teman sekolah, tetangga, teman kerja, rekanan bisnis, biro jodoh dan sebagainya. Adanya internet membuat jalur mencari pacar makin terbuka, seperti lewat chatting, group, fb, dan bahkan game online. Gita adalah salah satu yang kutahu menemukan jodoh lewat game online, terutama travian. Saat kerja dia hobi banget main game itu, bisa dibilang sampai mengganggu kinerja juga. Dia dapat jodoh, yang akhirnya menjadi suaminya, karena ada kopdar sesama gamer travian ini. Eh, barusan dia cerita, kalau ada beberapa teman lain yang dapat pacar dari game online, meskipun bukan travian. “Jadi gini Mas, waktu masih di @Innovate, aku ngajarin
    Read More
  • 30

    Dec

    Reuni Innovate

    Tahun lalu, ada beberapa usaha untuk mengadakan reuni kantor lama dan selalu gagal. Pertama adalah rencana buka puasa bersama, tidak ada kata sepakat mengenai waktu. Hingga Lebaran tiba, masih belum ada kesepakatan. Lalu aku usulkan untuk ngumpul halal-bi-halal, tetap saja sama, banyak yang hanya menunggu bola, tapi ketika ada yang usul, dia gak cocok dengan waktunya. Aku sendiri kurang antusias dengan hal itu, karena masih belum ada budget buat ngumpul hehehe… Pola pikir lama masih bercokol: siapa yang ngajak, siap-siap nraktir. Agak gengsi juga kalau aku gak jadi donatur, kecuali sudah ada donatur lainnya wkwkwk. Akhir tahun ini aku coba ngumpulin beberapa orang dulu. Setidaknya buat obat kangen saja setelah beberapa bulan/tahun gak ketemu, meskipun hanya beberapa orang. Kebetulan
    Read More
  • 30

    Nov

    Pamitan

    Siang ini Gita masih datang ke kantor, meskipun agak siang. Sebenarnya dia sudah resmi mengundurkan diri beberapa hari lalu. Ada beberapa hal yang masih ingin dibereskan Gita, dan sore harinya dia mulai berpamitan ke beberapa orang yang ada di kantor. Saat menemuiku, kulihat ada kesedihan di wajahnya, bahkan ada air mata. Yah, Gita memang tidak selama Iyor, bahkan lebih pendek masa kerjanya dibandingkan Budi. Namun masa yang singkat itupun menyimpan kenangan, apalagi dengan suasana kerja di kantor selama ini. Aku sendiri tidak bisa banyak berkata-kata, yah, merelakan saja, seperti halnya respon yang kuberikan pada belasan orang yang juga mengundurkan diri dalam dua tahun terakhir ini. Jelas ada kenangan. Gita, meskipun cantik dan cukup cerdas, namun sering menjengkelkan. Apalagi sebelum
    Read More
  • 18

    Nov

    Dikerjain Sendiri

    “Git, gak jadi ke PTF?”, tanyaku ke Gita. “Gak, Mas, jadinya rabu minggu depan, soalnya rabu ini kan libur”, jawabnya. “Walah … kok jadi molor lama gitu. Kalau kerjaannya sendiri masih banyak gak?”, tanyaku lagi. Tidak ada jawaban dari Gita. Kemudian muncul pesan di YM dari Gita. Intinya dia bilang tidak terlalu banyak lagi, ada satu bagian yang kurang dan sedang dia kerjakan. Aku heran, Saep ngerjain apa? Terus dia membalas kalau Saep lambat, jadinya dikerjain sendiri. Waduh …. Memang susah juga kalau dalam satu tim ada anggota tim yang lemah, karena akan berpengaruh pada kinerja tim secara menyeluruh. Akibatnya, sering terjadi ketimpangan dalam beban pekerjaan dimana ada yang benar-benar sibuk, tapi ada yang tidak sibuk. Ada yang kewa
    Read More
  • 7

    Oct

    Sekretaris

    “Nampaknya Mas sudah perlu sekretaris, sibuk dah banyak janji.” kata Gita di saat makan siang. “Jadi ada yang ngaturin jadwal dan ngingetin”. Ah, kalau asekretaris sih gak perlu. Yang kuperlu itu yang bisa bantuin coding. Jadi kalau ke customer, aku yang ngadepin customer, ntar kalau ada perubahan atau error program, tinggal kupandu, dia yang ngerjain. Saat ini aku belum sibuk masalah manajemen meskipun itu menjadi bebanku juga. Aku masih direpotkan dengan pekerjaan pemrograman yang melelahkan. Aku enjoy dengan pekerjaanku, namun muatan kerja yang ada saat ini sudah tidak masuk akal, diluar kapasitasku. Makanya aku butuh asisten. “Ya udah, nyari sekretaris dengan syarat bisa coding” kata Gita sambil tertawa.
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru