• 22

    Jan

    Bekas Rokok???

    Orang yang lagi sensitif, memang kadang jadi nyebelin. Hari ini sepertinya hari yang berat bagi tiap orang di kantor, khususnya buat bagian marketing. Mereka dianggap kurang produktif, sehingga diminta untuk lebih giat lagi dalam menjual produk, menjalin hubungan dengan customer serta melakukan kunjungan. Ditambah lagi dengan kebiasaan marketing yang datang terlambat, padahal jam kerja kantor sudah lebih siang dibanding kantor lainnya. Belum lagi dengan kebijaksanaan baru agar melakukan penghematan, termasuk menghemat biaya perjalanan. Pagi tadi Prof memaksa Iyor untuk menge-push staff marketing dalam hal kehadiran dan kunjungan ke customer. Dengan kondisi seperti ini, kurasa Iyor pun susah untuk menekan. Selain posisinya yang serba nanggung, kondisi karyawan juga sedang labil. Memberi
    Read More
  • 6

    Jan

    Tidak Profesional

    Pagi ini ada SMS dari Ekusa yang menanyakan apakah ada programmer yang bisa ditunjuk untuk menggantikan Prof melakukan training OpenOffice. Prof mendadak sakit, dan info itu baru disampaikan pagi itu juga. “Kemarin aku udah konfirmasikan ke Prof juga (yang kebetulan memang hadir di kantor) dan dia bilang hari ini bisa. Aku juga dapat info mendadak gini mas.” kata Ekusa menjelaskan. Aku agak jengkel juga mengapa serba mendadak. Tapi namanya orang sakit, apalagi sakit Prof termasuk serius (mungkin jantungnya kumat). Jelas hari ini tidak ada yang bisa menggantikan. Memberikan training itu tidak mudah dan tidak bisa mendadak, bahkan untuk topikyang dianggap ringan termasuk aplikasi perkantoran ini. Apalagi di antara karyawan yang ada, tidak ada yang cukup pengalaman melakukan tra
    Read More
  • 12

    Dec

    Aku, Saya atau Nama

    Iwed masuk kantor sambil membawa nasi bungkus, baru saja kembali dari jumatan. Melihat aku dan Marta duduk di ruang tamu, dia tersenyum dan berbasa-basi. “Makan mas, Marta”, sambil mengangkat nasi bungkusnya. “Ya”, jawabku singkat, dengan senyum sambil tetap membaca koran. Saat melewati meja Ekusa, Iwed juga menyampaikan basa-basi yang sama. Sesuatu yang tidak diduga olehnya, Ekusa merebut bungkusan itu, dan dengan bercanda bilang “Oh, makasih ya. Nawarin kan?”. Iwed serba salah. Selama ini dia jarang sekali bercanda, khususnya dengan karyawan wanita. Akhirnya dia cuma tersenyum dan merelakan nasi bungkusnya direbut Ekusa, terus melangkah pergi ke lantai atas. Nah lho, giliran Ekusa yang serba salah. Meskipun dia termasuk suka bercanda, malah kadang
    Read More
  • 5

    Nov

    Ngobrolin Kentut

    “Wah kasian nih, Mas jadi terkurung asap”, kata Renaldy waktu kami rame-rame makan malam di mal. Di antara kami berempat, - aku, Renaldy, Ekusa, Om Bag - emang cuma aku yang gak ngerokok. “Tenang aja, ” kataku. “Aku bisa mengimbangi dengan asap yang lain .. hehehe, tanpa bentuk dan tidak mengganggu kesehatan”. “Wah, gawat itu, bisa balik semua habis dimakan tadi” kata Ekusa. Obrolanpun mulai mengalir ke seputar kentut, benar-benar nggak mutu. “Kalau aku pernah punya pengalaman memalukan masalah kentut itu waktu SMP,” Om Bag mulai curhat malu-malu. “Waktu itu kan lagi ada acara di sekolahan, terus yang datang pejabat. Nah, pas pejabat ngasih pidato, suasana jadi benar-benar senyap. Lha kok tiba-tiba kebelet pengen kentut,
    Read More
  • 4

    Nov

    Siapa Yang Enak

    Sore ini, sepulang makan malam yang diiringi dengan derasnya hujan, kami bersantai di lantai 1. Ekusa masih belum pulang karena hujan, masih duduk-duduk di kursinya. Selanjutnya Bang Napi ngobrol dengannya. Setelah naruh sendal, aku ikutan ngobrol sambil mijitin pundak Ekusa — yang kebetulan juga lagi sedikit masuk angin — sambil menghangatkan badan juga. Eh, lha kok Bang Napi langsung balik badan, membelakangi Ekusa minta dipijit juga. Dengan sukarela Ekusa memijit, jadilah rangkaian kereta 3 gerbong. Renaldy yang tiba-tiba nongol langsung aku suruh mijit di belakangku. Tak lama kemudian Om Bag bergabung, memijat Renaldy. Jadilah rangkaian 5 gerbong saling memijit. Suasana meriah, seru, diiringi rintihan sakit+nikmat dipijit. Kuca senyum-senyum saja sambil berdandang memandan
    Read More
-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru