• 7

    Sep

    Tega Bener Sih

    “Ih, mas tega bener sih. Tumben-tumbenan tega gitu.” kata Budi, sesaat setelah aku tidak mengijinkan Iyor untuk pulang awal. “Ah, biarin aja. Toh menurutku apa yang kulakukan masih wajar. Kita ini sudah sangat toleran, jarang banget ada kantor kayak gini. Mau pulang kapan saja silakan.” jawabku. “Ya aku jadi gak enak aja, kesannya aku yang ngadu waktu Iyor mau pulang cepat” kata Budi. “Ga lah, harusnya juga bisa tahu diri.” kataku. Lagipula alasan Iyor kurang kuat. Hanya karena takut kena macet dan terpaksa buka puasa di jalan. Bukan hal yang mendesak. Kecuali dia harus ngejar bis terakhir yang memang jadwalnya tidak bisa diubah. Atau ada janji dengan teman (reuni) atau bertemu orang lain yang jarang ditemui, aku masih bisa terima. Tapi
    Read More
  • 5

    Jul

    Iyor Vs Amey

    Hari ini Budi cerita tentang Amey. Amey mempertanyakan mengapa Iyor tidak mau presentasi ke client, padahal itu adalah salah satu tugasnya sebagai marketing. Sedikit diplomatis, Budi menjawab kalau kemungkinan karena Iyor sudah cukup sibuk mengurus admin teknisi. Tetap jawaban itu tidak memuaskan Amey karena menurutnya terlalu lemah. Kesibukan Iyor tidaklah parah sehingga dia mengabaikan tugas marketing. Karena bingung, Budi menyarankan Amey bertanya langsung ke Iyor. Di luar dugaan, Amey segera menanyakan itu ketika berjumpa dengan Iyor. Jawaban Iyor juga sama dengan yang disampaikan Budi. Jawaban yang kurang memuaskan bagi Amey, dan ia tetap saja protes. Untung saja tidak terjadi pertengkaran antara mereka. Gawat juga kalau sampai ribut. Amey memang unik. Meskipun perempuan dengan tub
    Read More
  • 7

    Jun

    Ketinggalan Pesawat

    Hari ini mood-ku benar-benar jelek. Pagi-pagi diawali dengan sms dan telp dari cust semarang, katanya server error dan harus segera dibenerin. Maksa lagi, ampe malas aku ngangkat telp. Berikutnya aku suruh Dj ke Semarang, eh, dia malas-malasan. Akhirnya dia chat dengan orang IT-nya, dan seharusnya problem sudah beres, tapi cust maksa Dj untuk datang. Dj menolak, toh dah gak ada masalah. Ah, masa bodoh lah. Kemudian aku cek activity report, ternyata tidak ada laporan dari Dj dan Budi. Aaarghhhh… bandel amat sih dua orang ini. Gak lama kemudian, sanny ketahuan mengganti IP komputernya. Aku gak peduli alasannya, tapi jelas itu melanggar aturan. Lagipula orang mengganti IP biasanya dengan niat gak baik. Jengkel rasanya. Selanjutnya dapat email dari Hadi, permintaan tolong yang gak j
    Read More
  • 22

    Mar

    Nonton Sendirian

    “Emang enak gitu nonton sendirian?” tanya Budi. “Nonton sendirian gak enaknya cuma pas selesai” jawabku. “Maksudnya” “Ya kan waktu nonton film kita masing-masing nikmati filmnya, gak ngobrol atau ngapain rame-rame. Kalau ngobrol justru brisik dan ganggu konsentrasi” jawabku. “Cuma, giliran pas film selesai, lampu nyala dan penonton beranjak pulang, di situ bedanya. Kadang ngiri juga ngeliat yang lain pulang berpasangan, sambil cerita tentang film yang barusan ditonton. Kalau sendirian, mau crita ma sapa?” “Ooo … gitu, gak pernah sih nonton sendirian” kata Budi manggut-manggut. “Tapi lain halnya bagi mereka yang hobi bikin film sendiri di bioskop hehehe, jelas lebih asik nonton berdua ” kataku menamb
    Read More
  • 28

    Dec

    Hari Yang Menjengkelkan

    Pertama: Amir out Sejak minggu lalu Amir, yang baru 3 bulan kerja, sudah menyatakan untuk resign. Namun aku masih coba untuk nahan dia. Ternyata keputusannya sudah bulat. Alasannya macam-macam. Awalnya hanya karena dia gak betah di cikarang, mungkin juga karena suasana kantor. Ujung-ujungnya dia curhat ke ortu dan ortu menganjurkan (anjuran yang diterima Rudi sebagai perintah). Satu hal yang lama-lama membuatku muak adalah berulangkali dia bilang bahwa dia gak bisa nglawan perintah ortu. Bahhh Selain itu, dia juga mengeluh karena gajinya dipotong (wah, payah juga Budi, jadi salah paham juga). Sebenarnya di awal interview aku dah pernah sampailkan ini, tapi yah, dasarnya dah gak niat. Baru juga sekali kepotong 300ribu aja. Selanjutnya keluhan tentang uang transport ke customer yang tidak
    Read More
  • 17

    Oct

    Syawalan

    “Jadi gimana Mas, buka puasa barengnya kapan?” tanya Budi. “Besok aja Mas, kan Marta besok dah nyampe.” sahut Iyor. Saat ini Marta sedang pulang kampung. “Wah, padahal sudah saya bela-belain hari ini ke kantor buat acara ini.” keluh BM. “Duh, gimana ya, habis bingung nyari waktunya. ” jawabku. Dua minggu lalu memang sudah sudah aku putuskan buat ngadain acara buka puasa bersama di kantor, sebuah acara rutin tahunan. Tapi hari ini banyak yang gak bisa - Prof, Bang Napi, Marta dan Akank cuti. Aku sendiri harus ke customer. Jadi hari ini batal, rencana mau kuganti besok. Tapi besokpun aku belum tentu bisa. “Kayaknya tahun ini gak ada bukber, tanggung waktunya. Nanti aja habis libur, jadi acara syawalan.” kataku ke Iyor. “Sya
    Read More
  • 7

    Oct

    Anak Buah

    “Budi, si Lastri kemana?”, tanyaku. Tadi sempat kulihat Lastri keluar kantor bawa tas. “Ke customer”, jawab Budi. “Loh, disuruh Amir?” tanyaku, sekalian memanggil Amir. “Iya Mas”, jawab “Saya lagi gak enak badan, di sana dingin banget ACnya” “Wah, baru beberapa bulan dah kayak senior aja si Amir ini” kataku sambil tertawa. “Iya tuh Mas, gak sopan tuh. Mentang-mentang masuknya lebih awal, yang baru join langsung jadi anak buah”, kata Renaldy ikut menimpali. Yah, selama gak mbosi, gak masalah bagi-bagi tanggungjawab. Yang penting saling kerjasama dengan baik.
    Read More

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru