• 15

    Mar

    Jodoh Dari Game Online

    Jodoh bisa datang lewat berbagai cara. Okelah, mungkin lebih tepatnya pacar, karena jodoh terlalu “misterius” bagiku. Ada yang dari teman dekat, teman sekolah, tetangga, teman kerja, rekanan bisnis, biro jodoh dan sebagainya. Adanya internet membuat jalur mencari pacar makin terbuka, seperti lewat chatting, group, fb, dan bahkan game online. Gita adalah salah satu yang kutahu menemukan jodoh lewat game online, terutama travian. Saat kerja dia hobi banget main game itu, bisa dibilang sampai mengganggu kinerja juga. Dia dapat jodoh, yang akhirnya menjadi suaminya, karena ada kopdar sesama gamer travian ini. Eh, barusan dia cerita, kalau ada beberapa teman lain yang dapat pacar dari game online, meskipun bukan travian. “Jadi gini Mas, waktu masih di @Innovate, aku ngajarin
    Read More
  • 30

    Dec

    Reuni Innovate

    Tahun lalu, ada beberapa usaha untuk mengadakan reuni kantor lama dan selalu gagal. Pertama adalah rencana buka puasa bersama, tidak ada kata sepakat mengenai waktu. Hingga Lebaran tiba, masih belum ada kesepakatan. Lalu aku usulkan untuk ngumpul halal-bi-halal, tetap saja sama, banyak yang hanya menunggu bola, tapi ketika ada yang usul, dia gak cocok dengan waktunya. Aku sendiri kurang antusias dengan hal itu, karena masih belum ada budget buat ngumpul hehehe… Pola pikir lama masih bercokol: siapa yang ngajak, siap-siap nraktir. Agak gengsi juga kalau aku gak jadi donatur, kecuali sudah ada donatur lainnya wkwkwk. Akhir tahun ini aku coba ngumpulin beberapa orang dulu. Setidaknya buat obat kangen saja setelah beberapa bulan/tahun gak ketemu, meskipun hanya beberapa orang. Kebetulan
    Read More
  • 3

    Jan

    Lempok Durian

    Marta baru masuk kerja hari ini, setelah liburan cukup lama, pulang kampung di Kalimantan. Tak lupa dia bawa oleh-oleh dan langsung dibagi-bagi ke kantor. Sebelumnya aku cuma berpesan, gak usah bawa lempok durian hehehee … bagiku aromanya mengganggu. Ternyata dia membawakan manisan lidah buaya, mantap, pas banget dengan seleraku. “Loh, kok di sini banyak makanan, di bawah gak ada sih?” pak Dum protes waktu masuk ke ruangan kami. Kebetulan memang Marta meletakkan oleh-olehnya di lantai 2. “Kan ada Lempok pak di bawah” jawabku. Meski kularang (bercanda), Marta tetap membawa lempok, makanan khas melayu berbahan dasar durian, hanya saja diberikan untuk karyawan di lantai 1. “Wah, dah mau pulang nih pak, gak berani makan saya” kata pak Dum. “Em
    Read More
  • 31

    Dec

    Gak Takut Dituntut?

    “Mas, gak takut dituntut kayak gini?” kata Budi sambil menunjukkan artikel yang dia peroleh dari internet. Dalam artikel itu disebutkan bahwa karyawan berhak melakukan tuntutan apabila gajinya (seluruh atau sebagian) tidak dibayar oleh perusahaan. “Ya, mau gimana lagi. Aku sih pasrah saja” jawabku. Memang sejak awal aku menyampaikan pengumuman akan adanya penundaan pembayaran gaji, atau pembayaran gaji sebagian, aku sudah siap dengan konsekuensi ini. Sebenarnya aku tidak berharap hal ini akan berlangsung lama dan perusahaan bisa pulih, namun ternyata sampai 2 tahun kami masih harus berurusan dengan pemangkasan gaji. Malahan orang-orang baru, yang seharusnya tidak perlu mengalami ini, harus terkena imbasnya juga. Aku hanya bisa bersedih, tapi tidak bisa berbuat b
    Read More
  • 17

    Dec

    Gara-Gara Pulsa Habis

    Hari ini jadwalku penuh dengan meeting di salah satu customer, untuk keperluan yang berbeda. Meeting pagi untuk membahas proyek lama, sementara meeting siang untuk presentasi peluang proyek baru. Akibatnya aku tidak sempat untuk ke kantor ataupun online. Karena itu, aku kirim pesan pendek ke Budi, sambil berharap masih ada pulsa tersisa. “Budi, kalau ada dana masuk, prioritaskan buat gaji”, demikian pesan pendek yang kukirim, dan berhasil. “Iya, mas. Barusan ada dana masuk dari customer D”, demikian sms balasan dari Budi. Ah, melegakan sekali. Duitku sudah sangat menipis, kalau tidak bisa dibilang habis, dan aku berharap ada gaji masuk hari ini. “Syukurlah, kalau gitu. Langsung transfer gaji ya, sudah sekarat nih … hehehee”, aku langsung menulis p
    Read More
  • 26

    Nov

    Dikejar Kucing

    “Mas, kupikir cuma anjing yang suka ngejar”, Budi mulai bercerita pagi ini. “Tadi pagi, aku berangkat seperti biasa. Biasanya memang ada beberapa kucing punya tetanggaku, tapi aku cuek aja, karena mereka jalan ada di jalan. Cuma tiba-tiba tadi pagi sebelum aku naik angkot aku lihat ada kucing di pinggir jalan. Awalnya sih dia diam saja, tenanglah aku. Tapi setelah aku melewati dia, kok dia lari ke arahku.” “Wah, paniklah aku jadinya” lanjutnya. “Sampai pas di dalam angkot orang-orang pada heran, dipikirnya itu kucingku yang mau ikut. Padahal aku lari gara-gara takut”. “Yah, untung aja istriku gak dengar. Pasti dia akan komentar : kucing itu gak jahat, dia cuma mau ngajak main” kataku sambil tersenyum. Kadang-kadang kelakuan ora
    Read More
  • 15

    Nov

    Customer Bikin Emosi

    Sore ini HP Budi berdering dan langsung diangkat. Terdengar pembicaraan, sepertinya dari customer, sepertinya customer bernada complain, dan Budi seperti berada di pihak yang salah. Sore ini Dj diminta mengirim MoU ke customer, agar invoice yang kami kirimkan bisa segera diproses. Tapi lagi-lagi dia memberi kabar kalau bapak X menolak dengan alasan PIC yang tercantum di MoU itu salah, dan dia (bapak X ini) tidak mau menandatangani. Orang itulah yang menelpon Budi dan seperti kesal. Padahal, sebelum mengirim MoU tersebut, Budi sudah menelpon ke bapak tersebut dan menyatakan akan mengirim dokumen MoU dan bapak itu mengiyakan. Bahkan aku sempat mendengar Budi menanyakan nama bapak X itu dan mengeja namanya, agar dicantumkan dalam MoU. Kesan yang kutangkap saat itu, bapak X setuju kalau meman
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru