• 24

    Jan

    Kehilangan

    “Laptopku kan barusan hilang”, kata Marta waktu kami baru masuk ke mobilnya. “Dimana?”, jawabku spontan setengah terkejut. “Di rumah sakit” Mulailah Marta bercerita sambil mengemudi menuju kantor. Pagi ini aku iseng pergi ke Cikarang untuk mampir ke kantor lama, dan sebelumnya aku sarapan lagi di McDonalds Citywalk. Marta berbaik hati menjemputku dengan mobil barunya. Nyaman juga dijemput sopir jelita hehehe… Rupanya laptop dia hilang waktu sedang meeting dengan user. Peserta meeting cukup banyak, sekitar 30 orang, dan meeting sendiri diadakan di ruangan lantai 4 yang cenderung bebas dari lalu lalang pengunjung rumah sakit, karena lantai itu memang khusus untuk kantor operasional. Kejadiannya di hari kedua meeting. “Pas hari pertama meetin
    Read More
  • 7

    Oct

    Negosiasi

    Kemampuanku bernegoisasi masih sangat lemah. Aku paling malas untuk ngotot-ototan dan “memaksa” pihak lain menyetujui usulanku. Apalagi kalau aku sadar bahwa posisiku lemah atau salah. Lebih baik aku mengalah. Yah, bisa dibilang aku terlalu gampang ngalah, cari aman saja. Padahal sebagai pimpinan, negosiasi adalah tugasku. Aku harus bisa meloby ke pihak luar terutama customer, agar menguntungkan perusahaan. Memang ajar kalau aku menolak membenarkan yang salah hanya demi keuntungan, dengan kata lain aku menolak berbohong. Namun ada kalanya, memang ada sesuatu perlu di perjuangkan tanpa harus bohong, meskipun secara perjanjian posisi kita lemah. Itu yang kualami hari ini. Aku menemani Marta untuk me-loby customer agar bersedia melakukan pembayaran proyek meskipun belum selesai.
    Read More
  • 22

    May

    Tampak Lebih Muda

    “Sekarang Mas tampak jauh lebih muda lho “, demikian celetuk Marta sambil tersenyum. Waktu itu kami (bersama Iyor) sedang dalam perjalanan ke mal untuk makan siang. Hehehehe .. kali ini aku cuma bisa senyum-senyum. Kalau Marta yang komentar, biasanya serius, gak cuma untuk ngeledekin atau ada maksud tertentu. Tersanjung, geEr, atau apalah … yang jelas aku senang-senang aja. Dan seperti biasa, Iyor gak setuju. Bagi dia, aku tetap aneh dengan gaya rambutku sekarang. “Jadi mirip kayak teman mas itu tuh ..”, kata Iyor mencibir. Yang dia maksud adalah Iwed, yang selalu rapi, dengan minyak rambut klimis, sisiran rapi belah samping. Sebagian besar orang dewasa, mungkin hampir semua, merasa penuaan adalah momok. Ketika kita terlihat makin tua, banyak yang merasa gak
    Read More
  • 11

    Feb

    Masih Mau Kerjasama Gak?

    “Besok bisa ke M gak?”, tanya BM. Pagi ini salah satu customer memintaku untuk datang besok, karena ada perubahan dalam aplikasi yang sekarang sudah ada, dan mereka ingin segera dilakukan perubahan. “Wah, gak bisa pak”, jawabku. “Dua hari ini saya gak ingin pergi-pergi, ada kerjaan yang ingin saya bereskan untuk hari Jumat”. Tak lama kemudian, customer yang bersangkutan menelpon. BM sengaja menggunakan speaker agar aku juga bisa mendengar pembicaraannya. “Wah, tahu gini, aku gak perlu bohong hari ini. Hari ini kubilang ke bos kalau kamu lagi sakit.”, kata customer itu dengan nada jengkel. “Aku dah bantuin kalian, sekarang giliran aku butuh bantuan kok kalian gak mau bantu, gimana nih.” lanjutnya. Aku tetap bertahan, tidak ber
    Read More
  • 22

    Jan

    Bekas Rokok???

    Orang yang lagi sensitif, memang kadang jadi nyebelin. Hari ini sepertinya hari yang berat bagi tiap orang di kantor, khususnya buat bagian marketing. Mereka dianggap kurang produktif, sehingga diminta untuk lebih giat lagi dalam menjual produk, menjalin hubungan dengan customer serta melakukan kunjungan. Ditambah lagi dengan kebiasaan marketing yang datang terlambat, padahal jam kerja kantor sudah lebih siang dibanding kantor lainnya. Belum lagi dengan kebijaksanaan baru agar melakukan penghematan, termasuk menghemat biaya perjalanan. Pagi tadi Prof memaksa Iyor untuk menge-push staff marketing dalam hal kehadiran dan kunjungan ke customer. Dengan kondisi seperti ini, kurasa Iyor pun susah untuk menekan. Selain posisinya yang serba nanggung, kondisi karyawan juga sedang labil. Memberi
    Read More
  • 6

    Jan

    Tidak Profesional

    Pagi ini ada SMS dari Ekusa yang menanyakan apakah ada programmer yang bisa ditunjuk untuk menggantikan Prof melakukan training OpenOffice. Prof mendadak sakit, dan info itu baru disampaikan pagi itu juga. “Kemarin aku udah konfirmasikan ke Prof juga (yang kebetulan memang hadir di kantor) dan dia bilang hari ini bisa. Aku juga dapat info mendadak gini mas.” kata Ekusa menjelaskan. Aku agak jengkel juga mengapa serba mendadak. Tapi namanya orang sakit, apalagi sakit Prof termasuk serius (mungkin jantungnya kumat). Jelas hari ini tidak ada yang bisa menggantikan. Memberikan training itu tidak mudah dan tidak bisa mendadak, bahkan untuk topikyang dianggap ringan termasuk aplikasi perkantoran ini. Apalagi di antara karyawan yang ada, tidak ada yang cukup pengalaman melakukan tra
    Read More
  • 31

    Oct

    Ultah di kantor

    Bukan aku yang ultah, tapi Prof. Hari ini beliau genap usia 38 tahun. Waktu pagi-pagi aku ketemu dengan dia sebenarnya aku lupa kalau dia ulangtahun, soalnya aku lagi buru-buru untuk berangkat ke Jakarta jam 8. Tapi saat sedang menunggu rekan lain yang akan bareng ke Jakarta, Bang Napi ngomong ke Prof, “Pak, hari ini ulang tahun ya? hehehe … Selamat ya!”, sambil mengulurkan tangan memberi salam. “Ah, gak ada ulang tahunan, umur saya udah berkurang gini pakai ulang tahun segala.” kata Prof sambil tersenyum malu. Dalam perjalanan ke Jakarta, BM menanyakan ke Kokom tentang tempat jual cake. Kemudian BM meminta salah satu staff kantor untuk membeli cake untuk ultah Prof. “Ingat ya, jangan pasang lilin angka 38, tapi pasang 83.” Kami semua yang dimob
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru