• 4

    Nov

    Siapa Yang Enak

    Sore ini, sepulang makan malam yang diiringi dengan derasnya hujan, kami bersantai di lantai 1. Ekusa masih belum pulang karena hujan, masih duduk-duduk di kursinya. Selanjutnya Bang Napi ngobrol dengannya. Setelah naruh sendal, aku ikutan ngobrol sambil mijitin pundak Ekusa — yang kebetulan juga lagi sedikit masuk angin — sambil menghangatkan badan juga. Eh, lha kok Bang Napi langsung balik badan, membelakangi Ekusa minta dipijit juga. Dengan sukarela Ekusa memijit, jadilah rangkaian kereta 3 gerbong. Renaldy yang tiba-tiba nongol langsung aku suruh mijit di belakangku. Tak lama kemudian Om Bag bergabung, memijat Renaldy. Jadilah rangkaian 5 gerbong saling memijit. Suasana meriah, seru, diiringi rintihan sakit+nikmat dipijit. Kuca senyum-senyum saja sambil berdandang memandan
    Read More
  • 31

    Oct

    Ultah di kantor

    Bukan aku yang ultah, tapi Prof. Hari ini beliau genap usia 38 tahun. Waktu pagi-pagi aku ketemu dengan dia sebenarnya aku lupa kalau dia ulangtahun, soalnya aku lagi buru-buru untuk berangkat ke Jakarta jam 8. Tapi saat sedang menunggu rekan lain yang akan bareng ke Jakarta, Bang Napi ngomong ke Prof, “Pak, hari ini ulang tahun ya? hehehe … Selamat ya!”, sambil mengulurkan tangan memberi salam. “Ah, gak ada ulang tahunan, umur saya udah berkurang gini pakai ulang tahun segala.” kata Prof sambil tersenyum malu. Dalam perjalanan ke Jakarta, BM menanyakan ke Kokom tentang tempat jual cake. Kemudian BM meminta salah satu staff kantor untuk membeli cake untuk ultah Prof. “Ingat ya, jangan pasang lilin angka 38, tapi pasang 83.” Kami semua yang dimob
    Read More
  • 20

    Oct

    Memulai Hari

    “Ah…. terasa lezat sarapan pagi ini …. “ Nasi panas (yang mulai mengeras karena sudah hampir 2 hari di rice cooker), mie instant rasa kari ayam (yang tak bergizi dan penuh penuh pengawet) dengan sedikit gizi dari telur rebus setengah matang … ah, terasa mengenyangkan dan memuaskan. Serasa bernostalgia jaman perjuangan waktu kuliah dulu. Dulu makan seperti ini bisa tergolong sedikit mewah, kemewahan yang cukup rutin :) Selesai makan, tiba-tiba karyawan di lantai dua turun semua. Semula kupikir mereka cuma mau beli cemilan di swalayan depan kantor. Tapi kok hampir semua???!!! “Loh, ngapain turun??”, tanyaku, yang ujung-ujungnya dicuekin juga. Terakhir kulihat Marta melangkah turun, agak heran juga dan bertanya, “Ada apa sih? Bener gak disuruh
    Read More
Prev -

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru