• 9

    May

    Makan Siang Dari Kantor Tetangga

    Rabu lalu kami sempat dikejutkan oleh kunjungan mbak karyawati kantor tetangga. Kami sering menggunjingkan mbak berparas manis itu. Mendadak dia membuka pintu dan dengan sopan menanyakan ada berapa total orang di kantor. Kami jawab ada 5. Aku sempat bertanya ada apa, dia cuma menjawab sambil tersenyum “Buat acara hari senin”. Arghh, jawaban yang membuat kami penasaran hingga akhir pekan. Hari Seninpun tiba. Ternyata salah satu manajer di kantor sebelah, atasan si mbak itu, ulang tahun. Sebelum makan siang mbak itu datang lagi, menanyakan berapa yang hadir dan berpesan agar kami jangan beli makan siang. Cihuii, dapat makan siang gratis. Selain jadi irit, kami gak perlu pusing mau makan siang dimana. Biasanya kami selalu bingung mau makan dimana, selain tempatnya ga dekat, pi
    Read More
  • 1

    Apr

    Ngobrolin Agama

    Berawal dari buku Cacing dan Kotorannya…. Semula Alim menanyakan tentang Ajahn Brahm, yang berujung pada diskusi singkat tentang bukunya Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Akhirnya, karena banyak review positif tentang buku itu, Alim (yang ternyata pemeluk agama Budha) berniat membaca buku itu. Hari ini dia membawa buku itu, bukan dia yang beli, tapi abangnya. Seiring dengan pembicaraan tentang buku itu, akhirnya pembicaraan sore ini bersinggunggan dengan agama. Bukan obrolan yang berat seperti perdebatan dogma, hanya sebatas informasi saja. Dari sini aku tahu kalau Bu Emmy penganut Budha, dan Jaja adalah Katholik. Sedang Afik serta Hema sudah sejak awal ketahuan kalau muslim. Lumayan beragam. Apalagi ada staff di India yang mungkin penganut Hindu atau Sikh. Bu Emi cerita kalau dul
    Read More
  • 16

    Mar

    Nginep di Kantor

    Pagi ini aku sampai kantor pas jam 8. Kantor masih sepi gak ada orang. Wah, kacau juga si Afik nih. Janji datang pagi belum nongol juga, padahal kunci dia pegang. Bakalan bengong di luar, pikirku. Tiba-tiba Tebe muncul, rupanya dia dah ada sejak pagi. Gak jadi bengong deh. Tak lama kemudian Afik muncul. Sebelum aku sempat ngomel, dia dah nerocos. “Maaf Mas. Semalam saya kekunci, jadi nginep di kantor. Baru pulang jam 7, untung ga ada apa-apa, serem juga.” “Loh, kan bawa kunci, emang ampe jam berapa?” tanyaku. “Ampe jam 12 Mas. Lift dah mati, lewat tangga juga dah dikunci. Untung dulu sering nginep juga di lab kampus.” Waduh, ada-ada saja. Hari pertama kerja langsung nginep kantor karena terkunci.
    Read More
Prev -

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru