Yesus Juga Manusia

21 Apr 2017

Yesus's smile

Seorang kenalan (teman di FB tapi tidak pernah ketemu di dunia nyata) menulis curhat di wall-nya. Gara-gara dia posting tulisan yang mencantumkan kalimat “Yesus juga manusia”, ada temannya yang marah-marah, orang Katholik. Btw, kenalanku itu nonkristen.

Kalau benar dia hanya menyatakan kalimat itu dan yang marah itu benar-benar Katholik, maka menurutku itu lucu. Orang Kristen (biar lebih luas, tidak hanya satu aliran tertentu) marah-marah karena ada yang menghina keyakinannya saja sudah kurang pantas. Apalagi marah-marah karena sesuatu yang sama sekali tidak menghina. Baper? Sensi? Atau Bodoh? 

Bagi orang Kristen yang benar-benar paham sejarah dan ajaran Kristiani, pernyataan “Yesus juga manusia” bukanlah pernyataan yang salah, justru pernyataan yang benar dan harus diyakini seyakin-yakinnya. Itu adalah bagian dari pengakuan iman Kristiani. Orang Kristen sejati meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan dan juga Yesus adalah Manusia. Tidak bisa salah satu saja. Istilah teologinya hypostatic union. Aku sih gak ingin membahas panjang lebar soal doktrin ini. 

Selain itu, pengikut Yesus yang gampang marah-marah karena keyakinannya dihina (atau disinggung), menurutku juga tidak paham apa artinya menjadi pengikut Yesus. Perintah Yesus sudah jelas “Kasihilah musuh-musuhmu”, bukan “Marahilah teman facebookmu” hehehe. Alih-alih marah, justru bisa jadi kesempatan untuk bercerita dan bersaksi. Soal diterima atau gak, itu tidak perlu dipikirin. Kalau marah-marah ya jelas gak akan diterima.

Mungkin dia berpikir kalau ungkapan “Yesus juga manusia” akan memiliki lanjutan “tempatnya salah dan dosa”. Nah, ini tidak tepat sesuai keyakinan Kristiani. Tapi ya tetap saja gak usah marah. Cukup diberi tahu, karena orang yang menganggap atau mempercayai hal itu pastilah tidak tahu, atau tidak percaya. Kalau kita ingin keyakinan kita dihargai, ada baiknya juga menghargai ketidakyakinan orang lain kan.

 

*lama gak posting, jadi posting yang ringan-ringan saja *


TAGS agama media sosial kristen yesus marah


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru