Kelahiran Anakku Menggugurkan 5 Mitos Ini

12 Feb 2016

Sejak istriku hamil untuk pertama kalinya, aku sudah mulai memikirkan untuk membuat tulisan ini. Bukan untuk menyombongkan diri atau mengejek kepercayaan orang lain, melainkan untuk menyatakan bahwa beberapa mitos tidak memiliki landasan yang kuat.

Sumber : http://www.petnyaku.com/

Sudah bertahun-tahun kami menikah tapi tak kunjung mendapat keturunan. Setiap saat ada saja yang bertanya, mengapa? Jawabku sederhana, belum dikasih. Aku tidak suka berpanjang lebar memberi penjelasan. Ada yang sok menggurui, ada yang bersimpati dan berdoa dan ada yang meminta maaf karena merasa pertanyaannya mungkin mengusikku. Aku sendiri tidak masalah dengan pertanyaan seperti itu, wajar. Tapi memang jengkel kalau lantas ada yang mulai menggurui dan segera melancarkan tuduhan berbau mitos.

Mitos 1: Memelihara Kucing Membuat Sulit Memiliki Anak

Terus terang ini mitos atau pendapat paling menyakitkan yang beberapa kali aku dengar. Di rumah memang ada banyak kucing, paling banyak pernah ada 10 ekor kucing. Beberapa saudara menyarankan agar kucing-kucing itu dikurung saja, demi alasan kesehatan. Termasuk orang tua kami. Tapi setidaknya terhadap keluarga kami bisa menjelaskan alasan kami memelihara kucing. Bukan sekedar karena suuka kucing, tapi kami mengadopsi kucing itu karena menolong, bukan untuk menjadi hewan peliharaan untuk kesenangan semata.

Karena kami tahu alasan kami bukan sesuatu yang egois, kami memutuskan untuk tetap memelihara kucing apa adanya. Tentu saja kami berusaha sebisa mungkin untuk menjaga kebersihan rumah dan juga kebersihan para kucing agar kami semua tetap sehat. Pernah ada orang berkunjung ke kontrakan untuk membeli rumah dan ketika dia melihat banyak kucing dengan spontan dia berkata “wah, ati-ati lho, kalau pelihara kucing nanti bisa gak punya anak”. Aku cuma tersenyum saja meskipun dalam hati sangat jengkel.

Tapi bukan hanya orang asing itu saja yang berkomentar seperti itu. Ada seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, sekitar 10 tahun. Waktu aku cerita spontan soal kucing di rumah, tidak menyebut jumlah kucing, dia juga spontan berkata “Kucing? Kucing itu kan bisa menyebabkan tokso dan buat kita jadi gak bisa punya anak … dan seterusnya”. Aku senyum saja, tidak mau berdebat dan merusak pertemuan yang sudah lama tidak terjadi ini. Oh ya, temanku itu sendiri sudah menikah 7 tahun dan belum memiliki anak, padahal dia tidak memelihara kucing. Tapi aku tidak mau menyinggungnya.

Mitos 2: Kucing Bisa Membuat Bayi Tidak Normal

Memang benar, tokso itu berbahaya, terutama bagi rahim ataupun janin. Tapi tokso tidak hanya ada di kucing, bisa juga di binatang lain seperti anjing, tikus dan juga babi. Suatu saat kami menonton acara My Cat From Hell, salah satu episodenya menanyangkan orang hamil yang kucingnya didiagnosa terkena kuman tokso. Ada 3 saran yang harus dia lakukan agar calon bayinya aman : (1) tidak mengijinkan kucing keluar rumah agar tidak semakin parah, (2) jangan memakan makanan mentah, karena kuman tokso akan mati kalau makanan dimasak dengan benar dan (3) jangan sampai terkena kotoran kucing yang terkena tokso, karena penularan biasa terjadi melalui kotoran kucing. Alhasil, si pecinta kucing itu bisa melahirkan bayi dengan normal dan sehat.

Berbekal info itu, selama kehamilan istriku tidak lagi makan makanan mentah, termasuk sayuran. Tugas memelihara kucing seperti memberi makan dan (terutama) membersihkan kotoran kucing menjadi tanggung jawabku. Syukurlah, anakku bisa lahir dengan sehat.

Mitos 3: Memangku Laptop Bisa Menyebabkan Kemandulan

Pekerjaanku di bidang IT membuatku selalu berkutat dengan laptop dan seringkali aku bekerja atau menggunakan laptop di manapun dan kapanpun. Ketika tidak ada meja yang pas, kadang aku lebih suka meletakkan laptop di pangkuanku. Aku perhatikan beberapa teman priaku juga sering melakukan hal yang sama.

Ada teori, atau bisa juga dianggap mitos, kalau menggunakan laptop di pangkuan bisa mempengaruhi kesuburan pria. Salah satu penjelasan ilmiah yang agak mendekati adalah karena hawa panas yang dikeluarkan oleh laptop. Suhu yang terlalu panas memang bisa merusak kualitas sperma. Itulah sebabnya pria tidak disarankan menggunakan celana dalam ketat dan katanya mandi air panas juga bisa menyebabkan kemandulan sementara karena sperma menjadi rusak.

Aku sempat kuatir juga. Tapi melihat beberapa orang temanku yang punya kebiasaan sama tetap bisa punya anak, aku jadi lebih santai. Tapi memang sebisa mungkin aku mengurangi penggunaan laptop dengan cara dipangku.

Mitos 4: Banyak Makan Daging Jika Ingin Anak Lelaki

Ini sebenarnya bukan mitos, tapi memang ada penelitian ilmiahnya. Aku lupa detailnya, tapi beberapa orang pernah menyampaikan bahwa ada kandungan dalam daging (khususnya sapi) yang bisa memicu hormon tertentu yang bisa membuat peluang memiliki anak laki-laki lebih besar. Bagi yang penasaran, silahkan googling, banyak penjelasan.

Nah, sudah beberapa tahun terakhir istriku berpantang makan daging, termasuk daging sapi, kambing dan juga babi. Alasannya karena pernah memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi sehingga mengganggu vitalitasnya. Setelah dia berpantang makan daging, kadar kolesterolnya itu jadi turun dan menjadi normal.

Aku sendiri tidak terlalu mempermasalahkan soal jenis kelamin anak, yang penting normal dan sehat. Kalau ternyata anak pertamaku adalah laki-laki, aku tetap bersyukur.

Mitos 5: Ibu Hamil Yang Tetap Dandan Biasanya Anaknya Perempuan

Beberapa kali teman-teman salah menebak jenis kelamin bayi yang sedang dikandung istriku. Mereka menebak kalau bayinya perempuan. Alasannya sederhana, istriku tampak tetap terawat. Biasanya kalau mengandung anak lelaki, penampilan si ibu akan lebih serabutan, tidak terawat. Katanya sih ada faktor hormonal yang berpengaruh.

Istriku tersenyum saja waktu menanggapi tebakan itu. Dia memang sengaja tetap merawat wajah dan penampilannya, sehingga tidak terlalu terlihat kusut meskipun sedang hamil dan harus menempuh perjalanan yang jauh untuk bekerja. 

 

Sekali lagi, kelima mitos di atas bukan sekedar mitos tahayul, tapi ada beberapa pendukung secara ilmiah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Meski demikian, bukan berarti mitos itu bersifat mutlak atau pasti sehingga membuat kuatir apalagi ketakutan. Tetap ada faktor-X dan lebih penting adalah hidup dengan bijaksana dan berserah pada Yang Maha Kuasa.


TAGS kucing bayi melahirkan kelahiran anak


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru