Apa Salahnya Mengajak 270 Juta Orang Berdoa?

14 Aug 2015

Sejak kemarin, salah satu ustad terkenal menjadi pembicaraan ramai di media sosial, gara-gara postingan twitternya.

270an jt penduduk Indonesia, doa bareng, 40hr, pake 7 TV Nasional, pagi siang sore malem, beres dah. Dolar bs lsg di bawah ceban. @yusuf_mansur

Banyak komentar yang menertawakan kenaifan beliau. Aku sih coba menahan diri untuk tidak ikut-ikutan tertawa atau mencemooh twit tersebut, tapi terus terang gak bisa nahan tawa membaca berbagai komentar dan meme terkait dengan twit itu.

Sebenarnya apa salahnya mengajak orang berdoa? Di setiap agama, doa adalah hal yang umum dan wajib. Doa bisa mengungkapkan banyak hal, dan setiap agama punya kisah dan kesaksian tentang mujizat yang didapat lewat doa. Karena saya Kristen, saya hanya akan berkomentar dari sudut pandang Kristiani. Agak aneh juga membaca orang-orang Kristen ikut-ikutan mencemooh twit tersebut.

Dalam ajaran Kristen, ada ajaran yang terkenal terkait doa, maaf gak sempat nyari referensi ayatnya, tapi percayalah, ada di kitab suci kok.

  • Mintalah maka kamu akan diberi. (Matius 7:7)
  • Doa orang benar, besar kuasanya. (Yakobus 5:16)
  • Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Markus 11:22-24)

Setiap kali ada yang berkelakar ke saya dengan mengatakan “Saya bantu dalam doa saja ya”, saya pasti mengaminkan. Biasanya saya jawab “Thanks, pastikan Anda hidup benar ya, karena doa orang benar besar kuasanya”. Bercanda juga tentunya. Tapi saya percaya, doa itu tidak sia-sia. Tapi tidak semua doa bisa dikabulkan, ini yang perlu kita pahami.

Jadi tidak ada yang salah dengan twit sang ustadz, tapi ada satu yang menurutku kurang pas, yaitu kata “beres dah“. Sekalipun doa itu sangat bagus dan dianjurkan, tapi jawaban doa tergantung pada Yang Maha Kuasa. Doa bukanlah sarana untuk mendikte Tuhan. Justru sebaliknya, doa adalah sarana untuk mengetahui kehendak Tuhan yang terbaik. Seperti teladan yang pernah diberikan Yesus ketika dia berdoa “ … tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39).

Jadi, saya mendukung ajakan sang ustadz agar semua penduduk Indonesia berdoa, apapun agamanya, sesat atau tidak, kafir atau tidak. Berdoalah untuk kemajuan bangsa, berdoalah untuk perekonomian dan kemakmuran, bukan hanya agar rupiah menguat atau dollar menurun. Tapi jangan lupa, apapun doa kita, kita juga harus berserah pada ridho Illahi. Andai saja sang ustadz tidak lupa menuliskan “insya Allah” dalam twitnya itu :)


TAGS agama


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru