Alasan Emmanuel Adebayor Memilih Islam

5 Aug 2015

Beberapa hari lalu seseorang mengirimkan artikel ke group Whatsapp tentang 13 alasan mengapa Emmanuel Adebayor (EA), pemain sepakbola internasional dari Togo, meninggalkan agama Kristen dan memilih masuk Islam. Grup itu adalah grup warga komplek, yang isinya jelas dari beragam suku dan agama. Menurutku sih agak keterlaluan tidak dewasanya si pengirim postingan tersebut, tapi ya sudahlah, sebagai minoritas aku pilih diam saja. Untung warga lain juga memilih bersikap dewasa, tidak ada yang memberi tanggapan. Bahkan seorang warga senior langsung mengirimkan gambar humor untuk mengalihkan topik. Padahal kalau ada yang posting tentang kotbah atau renungan, meskipun dari agama tertentu (selama ini sih selalu dari kalangan muslim), banyak yang mengamini. So far, buatku gak masalah, justru bagus untuk belajar.

Lantas aku tergelitik untuk mengecek apakah artikel itu memang ada di situs berita yang kompeten, salah satunya dalam artikel itu disebutkan tentang web http://theheraldng.com. Waktu aku cek ke situs tersebu, memang ada beritanya di sini : http://www.theheraldng.com/13-reasons-why-i-am-a-muslim-emmanuel-adebayor/ Bagi yang malas membaca versi bahasa Inggris, ada banyak terjemahan dalam bahasa Indonesia yang bertebaran di internet. Wajarlah, Adebayor ini pemain bola yang cukup terkenal. Tapi kalau anda cukup malas mencari sumber lain, baiklah saya tuliskan ke sini juga.

1. Yesus mengajar bahwa hanya ada Satu Tuhan dan hanya Tuhan yang harus disembah seperti diajarkan dalam kitab Ulangan 6:4, Markus 12:29. Muslim juga percaya hal ini seperti ajaran Qur’an ayat 4:171.

Orang Kristen juga menyembah SATU Tuhan, dan hanya SATU Tuhan. Banyak yang bingung dengan konsep Tritunggal (Trinity) yang dipercaya oleh orang Kristen, tapi orang Kristen yang sejati paham, bahwa Tuhan yang disembahnya hanya satu.

Satu hal yang sering membuatku geli, sekaligus prihatin, adalah orang nonkristen sering mengajarkan bahwa orang Kristen memiliki Allah Ibu, kadang mengacu pada Maria. Padahal gak ada tuh istilah Allah Ibu, bahkan dalam Trinity. Meskipun umat Katholik memberi penghormatan istimewa kepada Bunda Maria, tapi Maria bukan Tuhan, dan sebagian besar umat Kristiani menganggap Maria adalah manusia biasa.

Ini adalah hal dasar bagi orang Kristen, sejak kecil mereka paham hal ini. Jadi kalau EA tidak paham tentang ini, ah sudahlah, mungkin dia lelah :)

2. Yesus tidak makan babi seperti yang diajarkan dalam Imamat 11:7, demikian juga Muslim seperti ajaran Qur’an ayat 6:145.

Sebagai orang Yahudi, Yesus tidak makan babi, mungkin, karena tidak ada catatan langsung dalam kisah Yesus. Sampai sekarang juga babi dianggap haram bagi pengikut Yahudi, jadi bukan sekedar umat Muslim. Beberapa penganut ajaran Budha (dan Hindu) juga tidak makan daging (tentu saja termasuk babi). So, apa istimewanya ajaran tidak makan babi?

Justru yang istimewa adalah ajaran Yesus dalam Matius 15: 11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.“ Apa yang kita makan tidak membuat kita najis (secara rohani), karena toh makanan itu bakal keluar jadi tai juga. Yang menajiskan secara rohani adalah perkataan kita, karena perkataan kita itu mencerminkan isi hati (dan kepala) kita. Aneh kalau orang Kristen tidak paham akan hal ini, apalagi  yang mengaku pengikut Yesus.

Menjalani kehidupan Kristiani haruslah dimulai dari hal-hal rohani, maka hal-hal badaniah akan otomatis mengikuti, bukan sebaliknya. 

3. Yesus mengucapkan salam dengan kata-kata “as salaamu alaikum” (Peace be with you) di Yohanes 20:21. Umat Muslim juga mengucapkan salam ini satu sama lain.

Yup, orang Yahudi punya tradisi ini. Artinya? Silahkan simpulkan sendiri. (Mosok harus dibilangin kalau ada yang meniru :D)

Aku yakin orang Yahudi (yang dibenci oleh sebagian pengikut agama yang katanya tidak mengajarkan kebencian) juga mengucapkan salam ini, dalam istilah yang berbeda, meskipun maknanya sama. Justru apa  yang diucapkan oleh orang Yahudi itu yang lebih persis dengan apa yang diucapkan Yesus.

Mungkin, karena saya gak pernah kesana atau mempelajari budaya sana, orang Kristen di Arab juga mengucapkan salam itu. Tidak ada yang terlalu istimewa.

4. Yesus selalu mengucapkan “Tuhan Berkehendak” (“God Willing” / inshallah), umat Muslim juga mengucapkan hal ini sebelum melakukan segala sesuatu seperti ajaran Qur’an ayat 18:23-24.

Kok gak ada referensi di Alkitab atau Injil? Oh, mungkin EA lupa, atau memang tidak tahu. Mungkin dia hanya menerka-nerka, atau menebak, atau berdasar gossip, kata orang.

Eit, tapi memang di Injil ada kok disebutkan tentang inshallah ini, yaitu di Yakobus 4:15 “Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”” Maknanya kurang lebih sama dengan apa yang sering diucapkan oleh umat Islam. Intinya adalah kita tidak boleh sombong dan harus berserah pada Tuhan. Orang Kristen sejati melakukan hal ini, bukan hanya mengucapkan.

Mungkin yang dimaksud EA ketika mengacu pada Yesus adalah apa yang sering Yesus katakan ketika berdoa “Jadilah kehendakMu, bukan kehendakku”. Agak mirip, tapi sedikit beda penekanan. Di sini adalah totalitas berserah pada Tuhan, bahwa bukan keinginan kita, melainkan kita ingin keinginan Tuhan yang terjadi. Ini berbeda dengan berserah pada takdir.

Aku jadi ingat lelucon yang dikatakan oleh salah satu dosenku (dia orang muslim tentunya), bahwa kalau orang sini (tempat aku kuliah dulu, yang mayoritas muslim) berkata Inshallah, itu sudah kemungkinan besar dia tidak melakukannya. Contohnya kalau ditanya, “Nanti datang gak?”, kalau yang ditanya menjawab “Inshallah”, ah itu sudah besar kemungkinan dia tidak datang. Ini cuma lelucon, ya sekaligus sindiran, tentang bagaimana kebiasaan kata itu digunakan. Tentu tidak untuk merusak makna kata itu sendiri. Just joke, and for reflection.

5. Yesus membasuh wajah, tangan dan kaki sebelum berdoa. Umat Muslim juga melakukan hal serupa.

Sekali lagi tidak ada referensi yang diberikan tentang hal ini. Sayang sekali, (atau lebih tepatnya, malas sekali! ).

Tapi okelah, aku rasa tradisi Yahudi memang mengajarkan tentang ritual mencuci ini. Sekali lagi, ritual dalam tradisi agama Yahudi hehehe. Ada catatan peristiwa terkait dengan ritual membasuh kaki yang dilakukan oleh orang Yahudi seperti yang tertulis dalam Matius 15:1-9. Agak panjang, jadi silahkan cari sendiri bagi yang penasaran. Di situ Yesus mengutip sebuah ayat dari kitab Yesaya ”Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.“. Kadang kita susah membedakan, mana yang tradisi budaya manusia, dan mana yang sesuai kehendak Tuhan. Kalau mau membaca ayat ke-11 dan selanjutnya, di situ Yesus menekankan kembali bahwa bukan hal-hal jasmaniah yang membuat kita najis, melainkan hal-hal batiniah.

Aku rasa ritual membersihkan diri sebelum beribadah juga bisa ditemukan dalam agama-agama lain. Istimewa? Secara budaya sih iya, menurutku.

6. Yesus dan nabi-nabi lain di Alkitab berdoa dengan menyentuh kepala ke tanah (lihat Matius 26:39). Umat Muslim juga melakukan hal itu seperti ajaran Qur’an ayat 3:43.

Apakah ritual bersujud hanya ada dalam agama? Bahkan Firaun, menurut film-film sih, menuntut rakyatnya untuk bersujud menyembah dia. Sekali lagi, apa istimewanya?

Oh ya, sebagian kelompok Kristen juga memiliki ritual berdoa dengan bersujud hingga kepala menyentuh lantai. Bahkan Kristen Ortodok Syria memiliki ritual mirip gerakan sholat, dan mereka punya ibadah itu jauh-jauh hari. Orang Kristen Karismatik yang kontemporer juga mengajarkan untuk beribadah sambil bersujud, berlutut dan juga mengangkat tangan. Tentu tidak ada aturan baku. Intinya, penyembahan dalam umat Kristiani bukanlah soal bentuk atau tata cara, tapi soal hubungan pribadi, soal komunikasi intensif dengan Tuhan, hubungan di dalam Roh dan Kebenaran. Terlalu panjang untuk menjelaskan hal ini, jadi silahkan menggali lebih lanjut kalau berminat.

7. Yesus memiliki jenggot dan mengenakan jubah. Ini adalah Sunnah bagi pria Muslim untuk melakukan hal yang sama.

Maaf seandainya saya salah, tapi Sunnah itu kan sifatnya tidak wajib, benar gak? Anyway, bukan itu intinya. Orang Yahudi hingga sekarang juga mengenakan jenggot dan jubah. Kenapa gak mengikuti ajaran Yahudi saja? Gak ada yang istimewa. Ikut-ikutan mah gak terlalu keren, apalagi kalau tanpa pemahaman hati yang murni, sekedar mencari pahala. Aku yakin Yesus melakukan hal itu bukan karena faktor rohani, apalagi untuk mencari pahala atau ridho illahi. Dia tahu bahwa kehidupan beragama bukan sekedar cara berpakaian.

Oh ya, mungkin Yesus mengenakan jubah karena dia mengembara saat berkotbah. Selain itu ciri khas jaman dulu, mungkin juga ingin mengajarkan tentang kesederhanaan. Apalagi saat itu rakyat Israel sedang menderita, terjajah oleh bangsa Romawi, juga ditindas oleh para ulamanya sendiri. Jadi mungkin apa yang Yesus lakukan adalah simbol pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan. Kalau mau mengikuti cara ini, berarti perlu juga mengikuti cara-cara Che Guevara :D

Terkait dengan jubah sebagai simbol kesederhanaan, kalau memang EA ingin meneladani Yesus, berarti dia pun perlu berpakaian sederhana. Tidak hanya bentuk, tapi juga bahan dan harga, termasuk tanpa perhiasan mahal yang mencolok. Apakah saudara seimannya yang baru juga hidup sederhana dalam segala harta kekayaannya?

Orang Kristen tidak berpakaian seperti Yesus, karena memang Yesus tidak mengajarkan soal cara berpakaian. Yesus lebih peduli dengan hati. Bagus kalau kita bisa berpakaian sederhana, tapi yang penting adalah kerendahan hati, yang tidak bisa diukur hanya dari cara berpakaian. Ini juga hal mendasar dalam agama Kristen. 

8. Yesus mematuhi hukum dan percaya pada semua nabi,  (lihat Matius 5:17). Umat Muslims melakukan hal itu juga seperti ajaran Qur’an ayat 3:84, dan 2:285.

Yup benar. Yesus tidak menghilangkan atau menolak hukum-hukum agama, tapi MENGGENAPINYA. Aku rasa EA belum paham apa yang digenapi oleh Yesus. Yesus bukan sekedar meniru dan menelan mentah-mentah hukum-hukum Yahudi, tapi dia menggenapi dan menyempurnakan hukum itu.

Kalau EA mau membaca, dan juga mengumandangkan, ayat-ayat ada setelah Matius 5:17 itu, dia akan menemukan ayat-ayat seperti ini “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.“, “siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama“, “Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.” dan masih banyak lagi.

Ajaran-ajaran Yesus dalam Matius 5 itu sangat populer bagi yang benar-benar menjadi pengikut Yesus karena cukup revolusioner. Agak mengherankan kalau EA tidak memahami hal ini.

9. Maria, ibu Yesus, berpakaian sederhana dengan menutup semua tubuhnya dan memakai kerudung seperti ditemukan dalam 1 Timotius 2:9, Kejadian 24:64-65, dan Korintus 11:6. Wanita Muslim juga berpakaian demikian seperti ajaran Qur’an ayat 33:59.

Lagi-lagi soal pakaian. Ah sudahlah.

Btw, Kekristenan juga mengajarkan soal sopan-santun dalam berpakaian. Hanya saja tidak ada ajaran tentang hukuman atau kewajiban tentang itu. Jadi bikini dan hotpants itu bukan bagian dari ajaran ataupun budaya Kristen, harap bisa membedakan. Tapi orang Kristen lebih menekankan, bahwa menjaga hati yang bersih, jauh lebih penting daripada mengatur cara berpakaian, apalagi cara berpakaian orang lain.

10. Yesus dan nabi-nabi lain di Alkitab berpuasa hingga 40 hari (lihat Keluaran 34:28, Daniel 10:2-6. 1 Raja 19:8, dan Matius 4:1-Muslims juga melakukannya selama bulan Ramadan. Muslims diwajibkan berpuasa 30 hari secara penuh (lihat Qur’an 2:183), dan yang lainnya melangkah lebih jauh dengan berpuasa 6 hari lebih banyak untuk menambah pahala.

Puasa ada di banyak ajaran agama di belahan bumi ini. Bahkan penyembah berhala, perdukunan dan penganut animisme/dinamisme juga punya ritual puasa. (Ada gema yang memantul : lalu apa istimewanya????)

Ya, Yesus berpuasa. Daud berpuasa, Elia berpuasa, dan banyak nabi lain. Paulus, Petrus dan juga banyak orang Kristen lainnya juga berpuasa. Lalu? Bedanya mungkin hanya pada cara dan waktu berpuasa.

Satu hal  yang aku yakin, Yesus berpuasa bukan untuk mencari pahala. Dia berpuasa untuk melatih diri rohani. Juga bukan sekedar rutinitas. Dalam Matius 9 justru ada cerita ketika Yesus dan murid-muridnya tidak berpuasa, sementara orang Yahudi dan orang lain berpuasa.

Ketika Yesus mengajarkan tentang puasa, ini yang dia sampaikan “Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Yesus ingin kita sembunyi-sembunyi ketika berpuasa, bukannya ingin minta dihormati.

11. Yesus mengajar untuk mengucapkan “Damai sejahtera di rumah ini” ketika memasukinya (lihat Lukas 10:5), dan juga mengucapkan salam ke orang-orang di dalam rumah dengan “damai sejahtera bagimu” (peace be upon you). Umat Muslim melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan dan diajarkan Yesus. Ketika kita memasuki rumah kita dan rumah orang lain kita mengucapkan “Bismillah” dan memberi salam dengan “as salaamu alaikum” (peace be upon you) seperti ajaran Qur’an ayat 24:61.

Ini kan gak jauh beda dengan poin nomor 3, kok gak disatuin aja? Biar kelihatan banyak ya? Segitunya hehehe…. komentarku juga gak jauh beda dengan poin 3, intinya sama lah.

12. Yesus disunat. Sunat adalah 1 dari 5 fitrah dalam Islam, jadi pria Muslim wajib untuk disunat. Berdasar Injil Lukas 2:21, Yesus disunat ketika berumur 8 hari. Dalam kitab Taurat, Allah menyatakan kepada Nabi Abraham bahwa itu adalah “perjanjian kekal” (lihat Kejadian 17:13). Dalam Qur’an ayat 16:123 umat Muslim diwajibkan untuk mengikuti agama Abraham. The Prophet Muhammad (saws) said, “The Prophet Abraham circumcised himself when he was eighty years old.” (see Sahih hadith Bukhari, Muslim, and Ahmad).

Kalau waktu kecil Yesus ditato sebagai bagian dari tradisi jaman itu, apakah yang mengaku pengikutnya harus bertato juga? Lha kan Yesus masih kecil waktu disunat. Dia tidak menolak sunat. Dia memperbaharui perjanjian sunat itu. Sunat sejati bukanlah secara jasmaniah, tapi secara batiniah. Orang jaman dulu perlu simbol dan kedatangan Yesus adalah untuk menggenapi janji sunat itu.

Paulus menjelaskan panjang lebar tentang mengapa sunat lahiriah tidak lagi diperlukan untuk urusan rohani. Silahkan mempelajari. Kalau aku kutip di sini, bisa terlalu panjang. Belum lagi banyak orang yang sudah “alergi/phobia” dengan ajaran Paulus :)

Hingga saat ini umat Yahudi juga masih disunat, dan sebagian orang Kristen pun masih melakukan sunat. Bagi orang Kristen yang disunat, sunat dilakukan karena bermanfaat secara kesehatan, tapi tidak ada hubungannya dengan masalah rohani.

13. Yesus berbicara dalam bahasa Aram dan menyebut Tuhan ”Elah”, yang diucapkan sama dengan “Allah”. Aramaic adalah bahasa Injil yang kuno. Ini adalah salah satu bahasa Semit yang juga termasuk bahasa Ibrani, Arab, Etiopia Asyur kono dan bahasa Babel Arkadian. Kata ”Elah” dalam bahasa Aram dan “Allah” dalam bahasa Arab berarti sama.

Orang Kristen di Arab juga menggunakan kata Allah, termasuk juga orang Kristen di Indonesia. Katanya, orang muslim di Malaysia melarang orang Kristen menggunakan kata Allah. Loh, jadi aneh dong. Katanya Yesus mengucapkan kata “Elah” yang mirip dengan “Allah”, lha kok orang Kristen gak boleh pakai kata “Allah”. Jadi muslim yang mana yang diacu oleh EA? Hehehe … bercanda.

Soal bahasa ini aku akui aku tidak begitu paham. Aku bukan ahlinya. Tapi kalau mau mencari di internet, banyak diskusi dan perdebatan soal ini. Aku yakin Yesus tidak terlalu memusingkan hal ini.

Apa yang Yesus ajarkan?

Kalau EA dulu benar-benar mengikuti Yesus, pasti dia paham apa yang pernah diajarkan oleh Yesus. Sayang sekali dia tidak mau mengutip beberapa ajaran Yesus dalam penjelasannya itu. Mungkin dia tidak tahu, mungkin tahu tapi tidak paham, atau mungkin dia pura-pura tidak tahu.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6.

Cukup mengherankan mengapa EA tidak mengutip perkataan Yesus yang ini. Jelas sekali bahwa tidak ada yang bisa datang kepada Bapa (mengacu ke Tuhan) kalau tidak melalui Yesus. Artinya jelas, tidak lewat nabi-nabi lainnya, ataupun ideologi maupun budaya lainnya.

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;” Yohanes 13:14.

Yesus mengajarkan para murid untuk saling membasuh kaki, simbol dari tindakan saling melayani. Yesus terlebih dahulu memberi teladan dengan melayani murid-muridnya, bahkan melayani seluruh dunia dengan pengorbanannya di kayu salib.

Ketika ada para ulama membawa seorang pelacur ke hadapan Yesus, apa yang Dia lakukan sebagai orang yang menggenapi hukum? Yesus menyuruh orang-orang itu melakukan apa yang ada dalam hukum Taurat, yaitu merajam orang yang berzina, tapi dengan syarat : hanya orang yang tidak berdosa yang boleh merajam. Semua orang pergi dan Yesuspun tidak memberi hukuman. Dia memilih mengampuni dan berkata “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi!” (Yohanes 8:1-11). Apakah ini ada dalam ajaran agama? :)

Ketika Yesus ditangkap oleh tentara Romawi, atas hasutan pemuka agama saat itu, salah satu muridnya ingin membelanya dengan menggunakan pedang. Yesus justru berkata “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.” (Matius 26:52). Sebab itu bertolakbelakang dengan ajarannya “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44).

Masih banyak lagi ajaran dan perbuatan Yesus, dan apa yang ada di dalam Perjanjian Baru, yang “bertentangan” dengan ajaran agama-agama tertentu. 

Aku yakin, ke-13 alasan yang disampaikan oleh EA itu bukan murni berasal dari EA sebagai wujud pemahamannya atas Yesus. Mungkin dia hanya membeo dari apa yang diajarkan kepadanya oleh guru spiritualnya. Sayang sekali, karena hal itu justru membuatnya tampak sangat tidak bijak atau bahkan kekanak-kanakan. Mereka yang menyebarkan artikel itu juga tampak kualitasnya, alih-alih suatu marketing yang baik, justru bisa menjelekkan citra produk yang dia jual.

Sedikit menyimpan, kali ini bicara soal Mike Tyson. Kita semua tahu, mantan juara tinju dunia ini juga memeluk agama Islam. Tahun lalu aku menyaksikan video pertunjukannya berjudul Undisputed Truth. Di situ dia bercerita tentang karirnya, keluarganya dari awal sampai akhir, termasuk cerita tentang keputusannya masuk Islam. Awalnya aku sempat kuatir, jangan-jangan dia akan bicara non-sense dan bertele-tele soal itu. Ternyata tidak. Dia menyampaikan singkat saja, dan meyakinkan, bagaimana dia tersentuh melihat kehidupan orang-orang Muslim selama dia dipenjara, dan bagaimana dia menemukan damai dari orang-orang itu sehingga akhrnya memutuskan untuk memeluk Islam.

Entah, apakah di luar itu Mike Tyson sempat berkoar-koar seperti EA, aku tidak tahu. Tapi apa yang disampaikan oleh Mike Tyson dalam Undisputed Truth itu jauh lebih baik dibanding ke-13 poin yang disampaikan oleh EA, yang berlebihan. Akan lebih bagus andai EA menyampaikan keindahan Islam yang dialami, perubahan nyata yang dia dapat selama di mengikuti ajaran Islam, tanpa harus “berpura-pura” menjadi pengikut Yesus, padahal dia sendiri tidak mengenal Yesus.

Umat Kristiani yang sesungguhnya diajarkan bahwa mengikut Yesus itu bukan mengikuti ajaran agama. Mengikut Yesus adalah percaya kepada Yesus dan karya-Nya di dunia, dan yang terpenting, menjalin hubungan yang intim sehari-hari dengan Yesus. Bagaimana kita bisa menjalin hubungan kalau kita tidak mengenal Yesus dengan benar? Pengikut Yesus, atau orang Kristen, bukanlah pengikut ritual keagamaan, tapi kehidupan kerohanian yang menyembah Tuhan dalam Roh dan Kebenaran.

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.” (Yohanes 4:19-26)

Penutup

Dalam agama Kristen ada banyak aliran yang berbeda-beda, baik dalam ritual keagamaan maupun dalam penafsiran. Kesamaan yang menjadi benang merah adalah keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus, Sang Juruselamat. Kalaupun ada aliran tertentu yang punya ajaran sedikit menyimpang, belum tentu dia mewakili semua pengikut Kristus. Entahlah, aliran mana yang sebelumnya diikuti oleh EA, atau mungkin dia hanya kebetulan lahir dalam keluarga Kristen, yang mungkin bukanlah keluarga  yang mengikuti Yesus secara sungguh-sungguh, dan akibatnya membuat EA kecewa.

Wah, tulisanku ini sudah sangat panjang. Tapi masih ada satu lagi yang cukup menggelitik bagiku. Kayaknya, penganut Syiah dan Ahmadiah juga melakukan ke-13 poin yang disampaikan oleh EA di atas. Lalu seandainya EA mengatakan bahwa dia adalah penganut Syiah atau Ahmadian, akan tetap banyak orang yang membroadcast cerita EA tersebut? Entahlah.

—-

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16

 

 


TAGS agama tokoh sepakbola internasional opini


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru