Kembali ke Pangkuan Microsoft

6 Mar 2015

Bukan, ini bukan berarti aku kembali kerja di Microsoft. Lagipula aku juga tidak pernah bekerja di perusahaan yang dibangun oleh Bill Gates itu. Hanya saja, setelah beberapa kali mencoba menghindari produk Microsoft sebisa mungkin, kali ini aku harus mulai banyak menggunakan produk Microsoft lagi, terutama Office. Ini karena perusahaan baru tempat aku bergabung cukup MS minded.

Di Indonesia, menggunakan produk MS seperti Windows dan Office adalah pilihan yang sangat populer, tapi menggunakan produk asli tidaklah populer. Meskipun tidak pernah melakukan survey, aku yakin banyak perusahaan yang memilih menggunakan software bajakan. Di kantorku dulu, kami sempat mencoba mengurangi ketergantungan terhadap software bajakan dengan beralih ke opensource dan free software seperti Linux, OpenOffice, dsb. Pokoknya mencari alternatif yang bagus, tapi juga halal. Meskipun bisa dilakukan, tapi tidak bisa 100% lepas dari software bajakan. Sesekali tetap perlu memakai produk MS, meskipun karena terpaksa ketika ada proyek tertentu atau ada dokumen dari client yang tidak bisa dibuka dengan sempurna oleh software non MS Office. Karena jarang dipakai, jadi agak malas juga beli yang asli hehehe.

Ketika pindah ke perusahaan selanjutnya yang berbasis di Singapura, aku pikir perusahaan ini memakai produk asli. Setelah aku tanya-tanya, eh ternyata sama saja, yang asli cuma OS-nya, karena bawaan dari laptop ketika beli (OEM). Sementara untuk software lain seperti MS Office, tetap bajakan. Atau kalaupun bayar, yang pakai asli cuma bos. Setelah tahu kalau kantor gak investasi untuk software asli, aku kembali memakai produk gratisan, seperti Thunderbird dan Libre Office. Apalagi dengan adanya Google Drive, malah kebanyakan aku memanfaatkan fasilitas berbasis awan itu untuk menyimpan dokumen dan juga untuk membuat dokumen. Malah lebih enak karena bisa kolaborasi. Ruang penyimpanan gratis hingga 15Gb aku rasa cukup untuk kerja, karena toh tiap dokumen tidak memakan banyak ruang. Kelebihan lain pakai GDrive adalah ada catatan riwayat perubahannya.

Sekarang pindah ke tempat baru, si Bos cukup MS minded. Dia merasa senang dengan platform MS, jadi apa-apa memakai produk MS, terutama OS dan juga Office. Apalagi sekarang ada layanan Office 365 yang juga berbasis cloud, jadi mendukung kolaborasi juga. Ya sudah, aku ikut saja, toh perusahaan ini yang bayar. Malah lebih tenang, gak perlu susah-susah mikir rasa bersalah karena pakai bajakan :D Konsekuensinya, karena sekarang aku jadi IT Support, aku harus kembali belajar cara mengelola produk-produk MS dengan berbagai troubleshooting-nya, termasuk memastikan tidak ada virus yang menyiksa.


TAGS software os microsoft office


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru