Nyupir Sambil Menegak Bir

13 Dec 2014

Maraknya kasus minuman oplosan dan wacana seorang gubernur untuk melegalkan minuman beralkohol membuatku teringat tentang suatu cerita dari salah satu client-ku. Ceritanya waktu dia bertugas di Pakistan, sebuah negara yang mayoritas muslim dan ada larangan penjualan minuman beralkohol, khususnya bagi warga muslim.

Jadi suatu saat,client-ku ini bertugas di Pakistan dan seusai meeting dia jalan-jalan dengan kepala cabang di negara itu. Di tengah jalan sang supir menawarkan diri untuk mengantar mereka ke tempat penjual bir. Clientku ini paham tentang hukum yang melarang minuman beralkohol di sini, makanya dia heran. Tapi dia mengiyakan saja, lagipula kepala cabang di situ juga tidak keberatan untuk menikmati bir. Jadi dibawalah mereka ke suatu tempat agak terpencil, dekat pantai. Di sana ada sebuah rumah tertutup, dan supir tersebut melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi. Artinya mereka membeli bir secara illegal.

Tapi bukan itu yang menarik. Supir itu membeli tiga botol miras dan langsung membagikan ke tamu serta atasannya itu. Merekapun melanjutkan perjalanan. Client-ku itu tidak langsung meminumnya, mungkin karena belum terlalu ingin. Mendadak sang supir membuka botol bir dan menegaknya sambil tetap mengendarai mobil.

“#^^$@!@#, bisa-bisanya kamu nyupir sambil minum bir?”, protes client-ku tadi.
“Tenang saja Pak”, jawab si supir, ” di sini tidak ada larangan mengendarai mobil sambil minum bir. Soalnya ada larangan untuk menjual minuman keras, jadi secara logika tidak akan ada yang membeli minuman keras, jadi gak mungkin ada yang nyupir sambil mabuk”

Benar juga, secara hukum. Tapi secara logika yang parah. Bukan masalah ada larangan atau tidak, tapi mengendari mobil sambil mabuk jelas berbahaya. Langsung saja clientku itu mengerling ke koleganya. Kayaknya gak lama lagi supir itu bakal dipecat hehehe…

Oke, sekarang sedikit menyinggung soal wacana Ahok untuk melegalkan produksi minuman keras. Awalnya aku pikir yang mau dilegalkan adalah penjualan minuman keras alias minuman beralkohol, loh, bukannya udah beredar bebas? Oh rupanya soal produksi. Alasan Ahok simple, kalau legal, justru gampang diawasi. Aku bukan orang yang anti dengan minuman beralkohol, meski sangat jarang minum minuman itu. Gak cocok aja, lebih ke masalah selera. Tapi aku juga kurang setuju kalau legalisasi ini kalau alasannya hanya soal pengawasan. Aku setuju adanya legalisasi, tapi untuk alasan yang lebih tepat, misal alasan ekonomi, praktis atau apalah yang lebih masuk akal.

Masalahnya, penjualan minuman beralkohol sendiri sudah ada aturannya, tapi PENEGAKAN HUKUM itulah yang jadi masalah. Meskipun ada aturan tentang batas umur pembelian miras, tidak ada penegakan hukum yang berarti, sehingga hampir semua orang bisa mengkonsumsi minuman keras, termasuk anak-anak di bawah umur. Jadi sebaiknya, untuk masalah kasus-kasus oplosan, lebih cocok kalau penegakan hukum yang digalakkan. Aku rasa kepolisian dan badan inteligen tidak akan terlalu sulit untuk mencegah soal oplosan ini, kalau memang ada niat. Atau ajak masyarakat untuk secara aktif memerangi penyalahgunaan ini.

Oh ya, aku juga tidak setuju kalau ada pelarangan konsumsi minuman keras. Soalnya bagi non-muslim, minuman beralkohol tidak haram, dan dalam kadar tertentu tidak berbahaya. Bahkan ada yang bilang, dalam kadar dan kondisi tertentu justru menyehatkan. Tapi yang aku setuju adalah mabuk di tempat umum. Jadi mungkin dibatasi, hanya boleh mengkonsumsi di dalam rumah atau di bar, tidak boleh di tempat umum. Juga perlu adanya sanksi tegas bagi yang mabuk di tempat umum, apalagi kalau sampai mengganggu orang lain.

Aku ingat waktu di Jepang, diundang ikut jamuan makan dan tentu saja semua mengkonsumsi minuman beralkohol, umumnya bir dan sake. Bosku sendiri ikut minum, karena dia orang Hindu. Bir (dan sake) sudah jadi budaya di sana, jadi bukan hal yang aneh. Tapi ada satu orang yang tidak minum. Waktu aku tanya, bukan karena dia haram minum minuman keras, tapi karena malam itu dia dapat jatah jadi supir. Di sana dilarang keras mengendarai mobil dalam pengaruh alkohol.


TAGS alkohol pakistan ahok oplosan


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru