Kenapa Bisa Salah?

15 Jul 2014

Lagi asyik-asyiknya nonton film, si Bos menyapa lewat skype dan langsung melontarkan pertanyaan “Kenapa perhitungan angka di system xxx bisa salah?”. Pertanyaan yang langsung merusak suasana hatiku saat itu. Sebenarnya waktu itu sudah diluar jam kerja normal, tapi karena aku masih online meskipun statusku ‘Away’. Yang membuatku jengkel sebenarnya adalah karena yang ditanyakan itu bukan pekerjaanku, melainkan pekerjaan Icca, yang kebetulan sudah offline.

Pertanyaan sederhana, tapi ketika ditanyakan dalam waktu yang tidak tepat, bisa menjadi hal yang sensitif ketika ditanyakan di waktu yang tidak tepat. Pengen rasanya langsung menyahut dan menjawab “Tidak tahu, bukan aku yang ngerjain”. Untung aku masih coba untuk tenang, dan memilih untuk terus menonton film hingga selesai. Toh bukan masalah darurat.

Selesai nonton film, baru aku coba pikir-pikir jawaban yang tepat. Meskipun kesalahan itu bukan aku yang mengerjakan, tapi sebenarnya aku ambil bagian di dalamnya. Aku seharusnya melakukan testing yang benar dan bisa menyadari kesalahan itu sebelum ada laporan dari customer. Tapi aku kurang teliti. Jadi karena aku bawahan bos langsung dan temanku yang mengerjakan itu harusnya dalam pengawasanku, wajar kalau bos menanyakan hal itu ke aku. Ya sudah, aku terima salah saja.

Pelajaran yang aku ambil dari sini bukanlah siapa yang salah dan harus bertanggung jawab. Lebih pada menenangkan diri ketika ada pertanyaan yang terasa menyudutkan kita. Kalau dipikir-pikir, kalau kita bisa tenang, bahkan saat menghadapi pertanyaan yang menyerang, kita akan bisa memilih jawaban yang bijaksana, bukan jawaban yang emosional. Kadang, mengambil tanggung jawab atas kesalahan orang yang kita percayai, terasa lebih melegakan daripada menyalahkan orang lain.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru