Kejujuran Prabowo

16 Jun 2014

Dalam debat presiden tadi malam, aku perhatikan Prabowo lebih rileks dibandingkan saat debat pertama. Dia tampak lebih tenang, tidak emosional dan tidak terlalu bersemangat. Mungkin karena topiknya lebih aman dan dia agak menguasai. Tapi satu hal yang aku amati, Prabowo lebih jujur :) Setidaknya ada dua hal yang menunjukkan bagaimana Prabowo berbicara apa adanya, tidak sok tahu, meskipun agak blunder juga. Tapi kali ini aku acung jempol, karena sikap apa adanya ini, yang aku yakin pasti tidak akan dilakukan kalau Hatta Rajasa, JK atau SBY yang melakukannya.

Pertama adalah masalah industri kreatif. Kata-katanya yang spontan, memilih tidak mengikuti anjuran para penasehatnya dan mengakui bahwa ide Jokowi itu bagus, adalah sebuah kejujuran. Padahal bisa saja Prabowo mengatakan bahwa dia akan memajukan industri kreatif dengan cara begini-begitu, seperti halnya bidang lain, yang penting ada uang, tinggal alokasikan aja dari 1000T yang selalu dia sebutkan. Alih-alih, Prabowo justru cuma bilang setuju dengan idenya Jokowi, sambil sedikit “menjatuhkan” para penasehatnya.

Kedua adalah masalah TPID. Dia mengakui tidak tahu kepanjangan TPID, aku juga gak tahu:) Kurasa gak masalah kalau gak tahu kepanjangan, toh terlalu banyak hal yang harus dihafal, kadang lupa atau gak tahu itu hal yang wajar. Mengakui ketidaktahuan jauh lebih terhormat daripada sok tahu, kemudian malah jadi gak nyambung. Tapi sayangnya, lagi-lagi secara spontan menurutku, Prabowo menjawab dengan irit, dan mengatakan bahwa TPID itu urusan kepala daerah masing-masing. Ada cukup banyak waktu, 3 menit, untuk mengarang atau memperpanjang jawaban yang teoritis seperti yang biasa disampaikan para politikus, sayangnya itu tidak dilakukan oleh Prabowo. Padahal sebagai orang bodoh soal pemerintan dan ekonomi, kalau aku yang ditanya, paling aku akan bilang bahwa aku akan meningkatkan peran TPID, melakukan kontrolling dan pembinaan seperlunya agar inflasi di daerah bisa benar-benar terkendali. Kalau setiap daerah bisa mengendalikan inflasi dengan baik, maka secara nasional akan berdampak bagus. Juga dengan koordinasi dengan pusat tentunya. Ngecap abis lah.

Semoga ke depannya, siapapun presidennya, adalah orang yang jujur, berani mengakui kesalahan, tapi sigap untuk memperbaiki kesalahan bukan sibuk menutupinya. Bukan sekedar pemimpin yang pandai beretorika dan berbasa-basi, apalagi sekedar ngomong “prihatin”.


TAGS prabowo jokowi debat pemilu


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru