Mengapa Pak SBY Memilih Meluncurkan Buku

17 Jan 2014

Disclaimer : ini tulisan iseng gak penting dan absurd untuk mengisi waktu istirahat siang. Caci maki dan cemooh yang mungkin terlontar setelah membaca ini menjadi tanggung jawab pembaca sendiri. :p

Sebuah posting di facebook membagikan berita tentang peluncuran buku karya pak SBY, presiden Indonesia yang masih aktif, hari ini. Tentu saja, posting itu mendapat respon yang hampir senada, intinya merasa kurang sreg dengan aktifitas pak presiden itu. Di pikiranku pun mulai berkelebatan pertanyaan-pertanyaan gak jelas. Mengapa diluncurkan sekarang, di hari kerja? Mengapa acara dilakukan saat Jakarta lagi siaga banjir, Menado barusaja kena banjir, kondisi pengungsi Gunung Sinabung masih memprihatinkan dan berbagai bencana lainnya?

Soal pertanyaan mengapa di hari kerja, ternyata acaranya malam. Ok, berarti di luar jam kerja tho, ndak papa.

Soal Jakarta lagi kebanjiran dan masih siaga banjir (sebuah tv swasta meramalkan 9 jam lagi, karena air di katulampa sudah tinggi), kan ada pak Jokowi-Ahok. Demikian juga soal Menado, Sinabung dan tempat lain, kan sudah ada Gubernur, Bupati/Walikota dan dinas terkait yang menangani. Buat apa ada dinas pekerjaan umum, dinas penanggulangan bencana, dan sebagainya? Pak Presiden cukup menunggu laporan saja dari masing-masing pejabat yang berwenang. Nah, menunggu itu kan pekerjaan yang membosankan, jadinya beliau memanfaatkan waktu untuk menulis lagu dan juga menulis buku. Daripada hanya sekedar facebookan atau twitteran, apalagi kaskusan yang belum tentu produktif.

Yup, mungkin beliau adalah presiden paling produktif setelah tumbangnya Orde Baru. Belum pernah aku dengar ada presiden sebelum dia yang merilis album musik (sampai lebih dari satu) dan buku karya pribadi. Hmmm…
Jadi intinya? Pesan moralnya adalah, jangan mengkritik istri penyanyi dan pengarang buku lewat Instagram, bisa jadi ketularan bodoh nantinya hehehe…


TAGS buku bencana presiden


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru