Enjoy Macetnya Jakarta

16 Apr 2013

The traffic jam in Cambodia was terrible“, kata seorang client dari negeri Singa. “And your city as well“, lanjutnya sambil tersenyum kepadaku. Ya, Jakarta gak akan terlupakan kalau soal macet. Pernah ketemu bule Jerman yang setahun tinggal di Manila, dan waktu aku nyebut asalku dari Jakarta, dia langsung komentar “I was there once and amazing. (kirain dia bakal nyebut keindahan Jakarta). The traffic was worse than Manila“. Aih … ya gitu deh.

Busway dan Kemacetan JakartaSepertinya kemacetan di Jakarta makin lama makin melegenda. Orang asli Jakarta aja udah eneg dengan problem ini, apalagi orang asing dan wisatawan yang berharap bisa bersenang-senang di sini. Mau gak mau, langsung terngiang slogan pariwisata yang pernah dilemparkan mantan gubernur DKI “Enjoy Jakarta!”. Dengan kemacetan, panas dan polusi lalu lintas seperti saat ini, dan kadang dihiasi dengan banjir atau genangan air, mungkinkah kita bisa menikmati Jakarta?

Sudah terlalu banyak tulisan yang memberi beribu satu ide dan saran solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Aku tidak akan menambah atau sekedar mengulangi ide-ide itu, karena toh aku bukan ahlinya. Biarlah yang lebih ahli yang bicara. Lewat tulisan ini, aku cuma ingin berkhayal, atau bahasa kerennya “berbagi mimpi”. Mumpung mimpi masih gratis, gak ada salahnya dibagi-bagi. Moga aja gak ada yang marah, tersinggung apalagi melaporkan ke pihak berwajib (halah, mulai lebay deh).

Aku pesimis, tanpa kebijaksanaan yang revolusioner dari pemerintah dalam mengatasi kemacetan, masalah macet di Jakarta tidak akan bisa selesai. Pertumbuhan penduduk tetap akan semakin meningkat, apalagi kalau kesejahteraan penduduk dan jaminan sosial di kota ini juga meningkat. Penyebab utama kemacetan, menurutku, adalah jumlah kendaraan yang terlalu banyak di Jakarta. Mungkinkah mengurangi jumlah kendaraan? Mustahil. Pasti banyak “tentangan” dari industri otomatif dan dari masyarakat sendiri yang selalu ingin gaya dan wah dengan mobil pribadinya. Gak bisa dipungkiri, mobil masih punya gengsi lebih, bahkan bagi orang yang penghasilannya pas-pasan sekalipun. Jadi sebenarnya yang bikin macet ya masyarakat sendiri, giliran gak enak, mereka ngomelnya ke pemerintah :D

Apakah pemerintah, entah pemerintah daerah maupun pusat, termasuk pihak lain yang terkait, sama sekali tidak melakukan tindakan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta? Aku rasa tidak. Aku yakin mereka juga sudah berusaha, entah sedikit entah banyak. Cuma masalah ketegasan saja yang rasanya belum maksimal. Aku pernah dengar adanya berbagai aturan, termasuk aturan syarat emisi gas buang serta berbagai aturan lain yang mengatur layak tidaknya kendaraan beroperasi di jalanan. Belum lagi aturan di jalan raya, aturan marka jalan serta aturan jalur busway. Makin lama, atau dalam kebanyakan waktu, aturan itu cuma sekedar angin lalu. Masyarakat mengabaikan, sementara petugas kadang-kadang saja menegakkan aturan. Coba kalau pemerintah, dan petugas lalu lintas (baik polisi maupun dinas perhubungan), bisa konsisten menegakkan aturan berlalu-lintas dan aturan transportasi, aku yakin, masalah kemacetan bisa lebih ringan. Tidak akan hilang, tapi kurasa tidak akan meningkat dengan parah.

Contoh sederhana, kalau aturan emisi gas buang dan aturan kelayakan kendaraan diterapkan di ibukota, mungkin jumlah kendaraan bisa berkurang karena terlalu banyak mobil, baik pribadi ataupun angkutan umum, yang aku rasa gak layak edar di ibukota. Belum lagi aturan soal angkot ngetem, rambu-rambu lalu lintas, parkir sembarangan, dan sebagainya. Kalau petugas bisa konsisten menegakkan aturan, orang gak bakalan seenaknya melanggar lalu lintas, yang seringkali jadi penyebab kemacetan juga.

Mungkin pemerintah perlu menerapkan pajak dan insentif terkait pilihan kendaraan dan penggunaan teknologi dalam kendaraan yang digunakan masyarakat. Contohnya, kendaraan yang menghasilkan polusi besar, dikenakan pajak kendaraan yang jauh lebih tinggi, kalau perlu hanya boleh beroperasi di jam tertentu (jadi mobil pocong saja, khusus buat malam hari). Sementara kendaraan yang hemat bahan bakar, dan menghasilkan polusi yang kecil, apalagi kalau bisa tanpa polusi, dapat keringanan pajak yang tinggi. Malah kalau perlu, pemerintah memberi insentif juga bagi industri otomatif (termasuk keringanan pajak penjualan) yang menghasilkan kendaraan yang ramah lingkungan, hemat bahan bakar dan bebas polusi. Seperti apa yang telah dilakukan Daihatsu dengan teknologi hijau-nya, perlu dapat dukungan pemerintah.

Kalau makin banyak kendaraan yang hemat bahan bakar, otomatis pengeluaran negara untuk subsidi BBM juga akan berkurang, dan bisa dialihkan untuk pos subsidi lain yang lebih bermanfaat, seperti pendidikan atau kesehatan. Kalau makin banyak kendaraan yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berteknologi hijau dari Daihatsu, yang pasti akan makin ditingkatkan kecanggihannya, maka polusi lalu lintas akan berkurang. Kalau jalanan bisa bebas polusi, maka stres karena macetpun bisa berkurang. Nah, disinilah baru bisa terwujud “Enjoy Macetnya Jakarta”. Mustahilkah? Gak juga, Daihatsu sudah membuktikan satu langkah menuju ke sana. Cobalah tengok dan simak penjelasan soal teknologi hijaunya Daihatsu langsung di sini : http://www.daihatsu.co.id/teknologi-hijau

Melarang orang memakai kendaraan pribadi di Jakarta akan sulit dilakukan, karena gengsi masyarakat masih tinggi. Punya mobil dianggap lebih keren. Jadi menghilangkan kemacetan di Jakarta seperti mimpi saja. Kenapa mimpi itu gak dibikin mimpi indah sekalian, dimana kemacetan bisa dinikmati, contohnya bermimpi Jakarta tetap asri meskipun macet dan banyak mobil di jalanan :) Siapa tahu para pelaku bisnis tetap enjoy berbisnis di tengah kemacetan, dukungan teknologi internet bisa memungkinkan. Secara online orang masih bisa bertransaksi, ataupun rapat tanpa merasa kehilangan waktu berharga di jalanan. Apalagi kalau kemacetan itu tanpa polusi dan tanpa stres. Bagaimana, pengen bisa enjoy meskipun macet? Sudah waktunya mendukung industri otomotif yang makin ramah lingkungan.




TAGS teknologi hijau transportasi kendaraan mobil macet jakarta


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru