UMP Buruh Jakarta Naik, Selamat!

21 Nov 2012

Hari ini Jokowi, Gubernur DKI yang baru menjabat kurang lebih satu bulan, mengesahkan UMP DKI tahun 2013 sebesar 2,2 juta, naik lebih dari 44%. Sebuah keputusan yang berani dan sangat beresiko menurutku. Aku sendiri gak terlalu paham hitung-hitungan ekonomis ataupun politis terkait keputusan ini. Katanya tuntutan buruh adalah 2.9, dan ditolak.

Istriku yang cuma menjadi admin di sebuah pabrik, tidak memegang jabatan manajerial, merasa ada yang kurang tepat dengan kebijakan baru itu. Di kantor dia mendengar obrolan CEO dan HRD membahas hal itu, agak kebingungan dalam menentukan strategi. Kurasa bukan masalah pemilik modal yang pelit, tapi kondisi perusahaan bakal kesulitan menanggung perubahan gaji yang cukup besar itu. Sedangkan dia saja harus pontang-panting melakukan banyak kerjaan karena perusahaan enggan untuk menambah personel dengan alasan efisiensi. Dampak lain yang memungkinkan adalah berkurangnya bonus.

Seorang teman, yang kebetulan memulai usaha sendiri bersama rekan-rekannya, iseng aku tanya masalah ini. Dengan cepat dia menjawab, dia bakalan ikut …. demo! Dia kurang setuju jika UMP hanya satu lapis itu saja. Dia merasa keberatan kalau harus menggaji orang dengan kontribusi minim sebesar itu. Ada pegawai yang mungkin hanya efektif bekerja kurang dari 4 jam sehari, tapi diperlukan meskipun tidak perlu keahlian khusus atau pendidikan yang tinggi.

Sebagai orang yang pernah merasakan beban memikirkan gaji karyawan, — sekarang sih gak lagi –, aku bisa paham perasaan temanku itu. Tidak semua pengusaha punya modal besar. Pendapatan mereka juga belum tentu besar. Tiap bulan saja sudah cenat-cenut memikirkan pembayaran gaji bagi karyawan, ini aku pernah merasakan. Kenaikan UMP praktis memberi efek sundulan bagi karyawan lain yang gajinya di atas UMP. Ada yang sarkastis menyebutkan, mana mau gaji manager beda tipis dengan gaji office boy :)

Aku jadi berandai-andai, kalau aku jadi direktur atau HRD atau pengusaha dengan karyawan yang agak banyak tapi modal terbatas, apa yang akan aku lakukan. Pertama yang dilakukan jelas, rapat :) Tapi setidaknya aku ingin mengumpulkan semua karyawan, atau setidaknya yang bisa mewakili karyawan sebanyak mungkin untuk melakukan “konferensi pers”… kurang lebih begitu lah. Kalau musyawarah jelas gak mungkin, bisa susah mencapai mufakat. Kepikiran beberapa ide untuk sedikit mengatasi kenaikan gaji yang mendadak ini.

Pertama, meminta komitmen semua karyawan untuk meningkatkan kinerja. Juga kesanggupan karyawan jika kinerja mereka buruk, harus bersedia menanggung konsekuensi yang disepakati. Konsekuensi bisa berupa pengurangan upah atau PHK. Gaji naik, produktivitas harus lebih tinggi donk.

Kedua, memikirkan cara-cara untuk lebih mengefektifkan kinerja, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

Ketiga, yang sangat sulit dihindari, adalah pengurangan karyawan. Sebisa mungkin karyawan yang dikurangi adalah yang tidak produktif, yang kurang berkontribusi, apalagi yang memang cenderung malas. Sorry to say, bukannya sinis, tapi tak jarang aku menemukan karyawan dengan gaya pemalas tapi selalu menuntut lebih :)  Kalau memang semua karyawan punya produktivitas tinggi, seharusnya kenaikan UMP tidak terlalu memberatkan, paling-paling bonus direksi yang berkurang, ya harap maklum lah.

Saat kondisi perusahaan aman-aman saja dari sisi cashflow, mungkin perusahaan bisa membiarkan beberapa karyawan yang tidak produktif, entah apalah namanya, bisa juga atas nama kemanusiaan. Tapi saat cashflow tertekan, ya efisiensi harus diterapkan. Gak adil juga bagi mereka yang rajin dan produktif, kalau yang pemalas dan tidak kompeten juga digaji sama tinggi.

Ok, waktu coffee break sudah habis, waktunya kembali bekerja. Sudah dulu lah berandai-andainya.

Semoga saja kenaikan UMP benar-benar bermanfaat bagi para buruh, bukan hanya bagi pengurus serikat pekerja (yang mungkin tidak bekerja). Semoga pemerintah juga bisa mempertimbangkan pengusaha-pengusaha kecil dengan modal pas-pasan yang mencoba peruntungan terjun dalam kewirausahaan demi menambah sedikit lapangan kerja. Moga Jakarta, dan Indonesia, lebih maju, makmur, adil dan merata. Amin!


TAGS gaji karyawan jakarta ump produktivitas


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru