Kehilangan

24 Jan 2012

“Laptopku kan barusan hilang”, kata Marta waktu kami baru masuk ke mobilnya.
“Dimana?”, jawabku spontan setengah terkejut.
“Di rumah sakit”

Mulailah Marta bercerita sambil mengemudi menuju kantor. Pagi ini aku iseng pergi ke Cikarang untuk mampir ke kantor lama, dan sebelumnya aku sarapan lagi di McDonalds Citywalk. Marta berbaik hati menjemputku dengan mobil barunya. Nyaman juga dijemput sopir jelita hehehe…

Rupanya laptop dia hilang waktu sedang meeting dengan user. Peserta meeting cukup banyak, sekitar 30 orang, dan meeting sendiri diadakan di ruangan lantai 4 yang cenderung bebas dari lalu lalang pengunjung rumah sakit, karena lantai itu memang khusus untuk kantor operasional. Kejadiannya di hari kedua meeting.

“Pas hari pertama meeting, aku dah tanya ke BM, apa laptop aman ditinggal di ruangan. Jawab BM sih aman aja, dan hari pertama itu gak kejadian apa-apa. Pas hari kedua barulah laptop ilang.” kisah Marta, sambil tetap dengan santai mengemudikan mobil.
“Hmm … kurasa ada orang dalam” kataku menimpali. “Karena kejadian pas di hari kedua, berarti ada kemungkinan itu bukan kejadian spontan”.

“Aku rasa juga begitu”, kata Marta. “Ada tiga laptop yang hilang, salah satunya punya Ria. Kasihannya lagi, pas saat itu yang dibawa Ria adalah laptop suaminya karena laptop dia sedang diperbaiki. Jadi yang hilang adalah laptop suaminya”.

Kami sampai di kantor, dan mulai beraktivitas setelah sejenak berbasa-basi. Aku sengaja datang untuk membantu penjelasan ke programmer baru soal proyek yang dulu aku tangani, dan masih banyak problem ketika kutinggalkan. Ternyata masih ada kejutan lagi selain hilangnya laptop Marta dan Ria.

Siang harinya BM muncul. Ternyata semalam dia baru saja kehilangan tas di dalam mobil yang diparkir di salah satu ruko. Mobilnya dicongkel dan berhasil membawa tas yang berisi laptop, berkas dan juga dompetnya. Di dalam dompet itu ada beberapa kartu kredit yang aktif dengan limit yang cukup besar. Baru bisa melakukan pemblokiran selama 1.5 jam, kartu kredit sudah digunakan hingga nominal sekitar 30 juta. Reportnya lagi, di dalam laptop ada berkas rencana perubahan gaji karyawan yang harus diserahkan akhir pekan ini. Aku turut prihatin dengan kejadian yang dialami BM, Marta dan Ria. Yah, namanya musibah seringkali susah ditebak, meskipun sudah berbagai cara untuk menghindarinya.

Makan siang aku putuskan untuk mentraktif, biasanya BM yang nraktir kami semua. Mumpung aku masih ada rejeki dari kerja sambilan bulan lalu :)


TAGS kehilangan rekan kartu kredit pencuri laptop


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru