Blessing In Disguise? Again?

16 Jan 2012

Hari ini aku jalani dengan lancar. Proyek yang targetnya akhir pekan ini sebagian besar sudah kubereskan minggu lalu. Kalaupun ada pernak-pernik yang kurang dan aku memang kurang paham, aku yakin manajer dan teman-teman bisa membantu. Bukan masalah coding, dan kurasa mereka sudah fasih dengan sistem yang ada.

Sore hari, mendadak ada panggilan dari Mr. TC via Skype. Seperti dugaanku, dia menanyakan status proyek yang akan diuji coba minggu depan. Kujawab kalau hampir semua dah beres, cuma masalah workflow, karena aku belum terbiasa. Jawabnya cukup melegakan: “Workflow sih gampang”. Tapi ternyata bukan itu yang ingin dia bicarakan, itu cuma intro. Inti dari pembicaraan adalah pemberitahuan bahwa Mr. BA, manajer teknis kami yang ada di India, akan mengundurkan diri dan berencana pindahke New Zealand. What !!!!

Gubrak …. !!! Kaget, meskipun seperti biasa tanpa ekspresi.

Salah satu hal yang membuat aku nyaman di kantor baru ini, meskipun makin lama teman-teman makin berkurang, adalah aku bisa bekerja sama dengan Mr. BA. Sebagai analis, manajer proyek dan manajer secara teknis, dia cukup bisa diandalkan. Meski banyak programmer lain yang merasa kesulitan dan tidak suka padanya, tapi aku belum menemukan masalah bekerjasama dengan dia. Dalam beberapa hal orangnya baik, mau membantu saat aku minta, sangat cooperative. Kemampuan analisis yang bagus membuat pekerjaanku terasa lebih mudah. Di sini kami bisa berbagi tugas, dimana dia sebagai analis dan perancang, aku cukup jadi tukang coding.

Dengan adanya Mr. BA sebagai analis dan manajer proyek aku rasa kantor ini masih akan bisa bertahan, selama penjualan tidak bermasalah. Aku rasa aku bisa mengatasi urusan pemrograman dengan dukungan beberapa teman. Memang akan lebih membantu jika ada programmer baru, meskipun sampai saat inipun aku masih punya banyak waktu luang.

Mendengar Mr. BA resign membuatku kaget, dan gelisah seperti biasa. Kami tidak pernah bertemu. Obrolan via skype juga masih berkutat dengan urusan pekerjaan, jarang basa-basi. Dia juga sepertinya “kurang gaul”, kurang suka memajang foto sendiri. Tapi entah mengapa aku merasa akrab dengan dia.

Lalu apa kaitannya dengan “Blessing in disguise” ?

Sebenarnya kata-kata itu diucapkan oleh Mr. TC. Dengan mundurnya Mr. BA, dia merasa akulah yang paling cocok menggantikan posisinya, dan dia menawarkan hal itu buatku. Aku kesulitan harus memberi jawaban. Promosi adalah hal yang diharapkan setiap orang. Beberapa orang enggan jadi programmer dan ingin pindah ke posisi yang (dianggap) lebih mentereng dibanding sebagai tukang coding. Tapi yang ada dibenakku sekarang hanyalah masalah kenyamanan. Aku enjoy menjadi programmer, dan aku nyaman dengan posisiku sekarang, karena hampir tidak banyak tekanan.

Jabatan yang ditawarkan Mr TC memang menggiurkan, cukup tinggi apalagi untuk perusahaan multinasional meskipun karyawan gak nyampe 10 hehehe. Tapi tanggungjawabnya juga gak sepele. Ini yang aku kuatirkan.

Di kantor sebelumnya aku pernah jadi manajer, bahkan jabatan paling tinggi, tapi semua terjadi nyaris karena keadaan. Karena gak ada yang lain (orang-orang yang kompeten sudah pada mundur), dan aku yang paling senior menjadi pilihan terakhir. Bisa dibilang waktu itu aku juga gagal, meskipun BM menganggap aku tidak gagal melainkan banyak kondisi yang tidak mendukung.

Aku bingung harus menjawab apa ke Mr. TC. Kalau komunikasi menggunakan bahasa Indonesia, akan lebih mudah buatku merangkai kata. Tapi ini pakai bahasa Inggris dan aku sulit untuk menggali kosakata yang tepat. Akhirnya, setelah aku frustrasi, aku cuma bilang ke bos kalau aku gak percaya diri. Kalau tidak ada pilihan lain, aku siap saja menerima tanggung jawab itu, tapi kutegaskan kalau aku gak percaya diri.

Mr. TC mencoba menguatkan aku dan menjanjikan akan memberi dukungan.

Aku mengakhiri hari dengan rasa gundah gulana, bahasa gaulnya “GALAU”. Tapi memang ini selalu aku rasakan waktu aku “kehilangan” sosok yang cukup akrab dan cukup aku andalkan. Tapi hidup harus jalan terus …. untuk sementara aku memilih gak cerita ini ke istriku. Aku kuatir kalau dia nanya soal gaji hehehe


TAGS Pekerjaan resign jabatan


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru