Reuni Innovate

30 Dec 2011

Tahun lalu, ada beberapa usaha untuk mengadakan reuni kantor lama dan selalu gagal. Pertama adalah rencana buka puasa bersama, tidak ada kata sepakat mengenai waktu. Hingga Lebaran tiba, masih belum ada kesepakatan. Lalu aku usulkan untuk ngumpul halal-bi-halal, tetap saja sama, banyak yang hanya menunggu bola, tapi ketika ada yang usul, dia gak cocok dengan waktunya. Aku sendiri kurang antusias dengan hal itu, karena masih belum ada budget buat ngumpul hehehe… Pola pikir lama masih bercokol: siapa yang ngajak, siap-siap nraktir. Agak gengsi juga kalau aku gak jadi donatur, kecuali sudah ada donatur lainnya wkwkwk.

Akhir tahun ini aku coba ngumpulin beberapa orang dulu. Setidaknya buat obat kangen saja setelah beberapa bulan/tahun gak ketemu, meskipun hanya beberapa orang. Kebetulan masih ada rejeki sisa akhir tahun, jadi buat nraktir 4-5 orang masih bisa lah, asal jangan di restoran mahal. Pertama aku ajak Budi, terus Gita. Cuma mereka yang cukup dekat denganku saat ini. Iyor masih di kampung halaman, sedang Bude lagi mudik natalan di luar pulau. Budi ngajak Amey, yang karena jadwal kuliah tidak punya kesempatan buat mudik. Ok, sepakat, ketemu di Plasa Semanggi. Aku sebenarnya ingin ngajak Hadi, tapi kehilangan kontak. YM gak pernah aktif, di FB juga dia gak aktif. Ada satu lagi yang mungkin bisa diajak yaitu Arso, dia pasti mau, tapi kurasa jangan dulu, soalnya dia kurang populer diantara para peserta lainnya hehehe.

Keuntungan ngumpul dengan jumlah kecil adalah kesepakatan mudah terbentuk. Dan kali ini kami berhasil ngumpul, meskipun hanya 4 orang. Biar murah meriah, tempatnya di D’Cost saja hehehe. Aku sampai di halte Semanggi untuk ketemu dengan Budi, soalnya Budi gak pede, belum pernah masuk Plasa Semanggi, takut nyasar. Memang, akan cukup membingungkan berada di mal satu itu, apalagi di lantai dasar, aku pernah bingung berputar-putar cukup lama untuk sekedar mencari jalan keluar yang pas. Sampai di halte ternyata sudah ada Amey, dia sedikit kaget melihatku. Gak lama Budi muncul, dan kami bertiga langsung ke mal untuk nunggu Gita, yang meskipun naik taksi tapi sedang merayap di tengah kemacetan akhir pekan. Tidak lama kami menunggu kedatangan Gita. Uniknya, ketiga orang itu ukuran fisiknya tergolong kecil (tinggi badan lebih pendek dibanding aku), dan diantara mereka, Gitalah yang paling lebar hehehe, maklum dah jadi emak-emak.

Sambil makan kami cerita ngalor-ngidul gak jelas, beberapa kali menyerempet gosip. Kebanyakan cerita tentang kondisi kerja di kantor masing-masing. Cukup seru dan meriah, meskipun tidak heboh. Setidaknya buatku, lumayan melegakan bisa ngumpul dan ngobrol dengan teman lain, wong selama ini di kantor aku nyaris kerja sendirian saja.

Kami masing-masing punya smartphone dengan merk berbeda. Amey dengan BB, Budi bawa Nokia, aku pakai Samsung dan Gita baru saja beli Sony Ericcson. Masing-masing tidak mau disebut punya hape mahal. Malah kami berlomba “menyombongkan” murahnya ponsel kami itu hehehe…. Gak musim lagi pamer hape keren, apalagi kalau cuma bisa buat telpon, sms, chatting dan main game :D


TAGS Pertemanan makanan reuni


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru