Apa sih Bedanya 1.5 Dengan 1.50?

27 Sep 2011

Aku memang gak terlalu paham dengan akuntansi, tapi emang ada bedanya angka 1.5 dengan 1.50 ? Bukannya keduanya bernilai sama? Kalau dibaca di Excel, tinggal ganti format aja apa repotnya sih, gak nyampe satu menit untuk mengubah format data agar kedua data itu sama. Kok bisa-bisanya customer komplain cuma karena masalah sepele itu … heran aku.

Begitulah kira-kira omelan yang muncul dalam pikiranku saat aku pergi makan siang. Sebelumnya aku dapat email dari customer yang complain karena hasil export data yang kubuat tidak bisa menampilkan angka 0 (nol) yang ada di akhir data, khususnya setelah angka desimal. Sebagai contoh, 1000.50, ditampilkan 1000.5 tanpa 0 terakhir di belakang. Membaca hal itu, langsung saja aku sebel dan gak berniat untuk membalas email customer ini. Apalagi customer itu terkenal menyebalkan (kata karyawan sebelum aku sih, aku sendiri belum pernah bertemu langsung, hanya berkomunikasi via email). Tapi setidaknya, email sebelum ini juga cukup menjengkelkan meskipun masih masuk akal.

Tapi kali ini menurutku gak masuk akal. Apakah ada bedanya angka 1000.50 dengan 1000.5, meskipun secara akunting? Gak kan? Kalau keduanya dikurangi 0.5, pasti hasilnya juga sama. Kalau dibuat perbandingan dengan rumus apakah kedua angka itu sama, pasti hasilnya true. Lha masalahnya dimana? Toh keduanya diperlakukan sebagai angka/decimal, bukan sebagai string/text. Pokoknya aku melewatkan jam makan siang dengan kejengkelan tersebut. Aku masih mencari-cari kata-kata yang tepat untuk “mendamprat” customer itu lewat email.

Selesai makan, aku ke kamar kecil untuk buang hajat dan cuci muka. Lumayan, sedikit menyegarkan. Tapi emosi masih bergejolak gara-gara email customer itu. Agar lebih pasti, aku coba baca kembali email dari customer. Eh lha dalah …. ternyata aku yang gak teliti. Yang dipermasalkan oleh customer bukanlah angka yang berhasil di export, melainkan tampilan COA (chart of account) atau kode akun, yang notabene adalah text/string. Tapi berhubung isinya kombinasi angka dan titik, oleh excel dianggap angka numerik, sehingga setiap ada 0 (nol) di belakang koma selalu dibuang. Waduh, kalau ini ya memang masalah. Harusnya data itu tetap diperlakukan apa adanya, tidak boleh dikonversi menjadi angka, harus tetap sebagai huruf. Fuih …. Tuhan masih baik, untuk saja aku belum sempat ngomel-ngomel ke customer.

Memang, 1.5 dfan 1.50 tidak ada bedanya sebagai angka/numerik, tapi sebagai kode nomor akun, tentu adalah dua hal yang beda. Kalau dilakukan proses lookup pasti hasilnya berbeda … hehehe.


TAGS Customer Emosi akuntansi teliti angka


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru