Kiamat 21 Mei 2011

23 May 2011

21may2011Sejak tahun lalu, khususnya setelah orang heboh membahas film 2012 yang bercerita tentang “kiamat”, seorang pendeta di Amerika meramalkan bahwa kiamat (atau Judment Day) tidak jatuh di tahun 2012, melainkan di tahun 2011, persisnya tanggal 21 Mei. Yang membuatku heran adalah publikasi tentang tanggal kiamat ini begitu gencar, sampai muncul juga di iklan Google. Dalam hati aku langsung merespon “ah, lagi-lagi orang bikin ramalan”. Sudah banyak ramalan kiamat yang terbukti salah, dan makin menambah skeptis orang-orang.

“Fik, besok kiamat tuh, dah siap belum”, tanyaku ke Afik akhir pekan lalu.
“Bukannya 2012?” kata Afik. Sebagai orang muslim, dia tidak terlalu mengikuti ramalan pendeta Amerika itu.
“Kan ada yang meramalkan tanggal 21 Mei besok, tuh sampai pasang iklan di Google segala”
“Ah, gak percaya, Mas. Kiamat kan harus ada tanda-tandanya”

“Kalau benar kimat gimana?” tanyaku.
“Wah, kalau memang sudah pasti besok kiamat, aku bakal langsung jual semua harta, buat beramal, Mas”
“Loh, kalau mau amal ngapain nunggu pas mau kiamat?”
“Ya kan harta itu dah gak ada gunanya lagi, Mas. Jadi mendingan buat amal, biar dapat pahala juga. Kalau sekarang kan belum cukup. Lagipula sekarang masih mikir persiapan buat masa depan.”
“Loh, kalau mau kiamat baru beramal, bukannya terkesan kayak nyuap Tuhan?”
“Bukan gitu, Mas. Ah, susah nih ngomong ma Mas”
“Lagipula, kalau kita ngasih ke orang saat mau kiamat, orang itu juga gak butuh kali. Toh besok juga kiamat, ngapain juga dia punya harta.”
“Ah, gak tahu lah, bingung sih ngobrol ma Mas ini.”, kata Afik frustrasi. Aku cuma tersenyum saja.

Sepertinya hampir tiap orang (hanya perkiraanku saja, setelah beberapa kali ngobrol dengan orang yang berbeda) akan melakukan kebaikan jika dia tahu pasti akan kiamat. Khususnya orang-orang yang beragama, pasti ingin mengurangi dosa dan menambah kebaikan sebelum kiamat datang. Beberapa orang ingin membereskan masalah dengan sesamanya — meminta maaf jika ada salah, membayar hutang jika mampu dan berbagai tindakan penebusan lainnya. Pokoknya, beramal dan beribadah semaksimal mungkin. Aku jadi ingat satu kelompok orang di Bandung pernah berdiam di satu rumah karena percaya bahwa kiamat akan datang pada hari tertentu.

Saat ini aku berpendapat, mengapa harus menunggu kiamat baru menumpuk amal? Kalau memang yakin kiamat itu ada, mengapa tidak dari sekarang? Kurasa Tuhan tidak buta, dan Tuhan bisa melihat ke dalam lubuk hati seseorang tentang niatan beribadah itu. Kalau mau bertobat, mengapa tidak detik ini juga. Kalau ingin berbaikan dengan sesama atau saudara, mengapa tidak sesegera mungkin, toh media komunikasi sekarang sudah sangat canggih. Yah, mungkin sebagai manusia, masih pengen memanfaatkan kodrat sebagai “tempatnya salah dan dosa” :))

Kalau hari ini ternyata belum kiamat, berarti masih ada kesempatan untuk beribadah dan beramal dengan tulus, bukan sekedar ingin “menyuap” Tuhan.


TAGS agama


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru