Ngobrolin Agama

1 Apr 2011

Berawal dari buku Cacing dan Kotorannya….

Semula Alim menanyakan tentang Ajahn Brahm, yang berujung pada diskusi singkat tentang bukunya Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Akhirnya, karena banyak review positif tentang buku itu, Alim (yang ternyata pemeluk agama Budha) berniat membaca buku itu. Hari ini dia membawa buku itu, bukan dia yang beli, tapi abangnya.

Seiring dengan pembicaraan tentang buku itu, akhirnya pembicaraan sore ini bersinggunggan dengan agama. Bukan obrolan yang berat seperti perdebatan dogma, hanya sebatas informasi saja. Dari sini aku tahu kalau Bu Emmy penganut Budha, dan Jaja adalah Katholik. Sedang Afik serta Hema sudah sejak awal ketahuan kalau muslim. Lumayan beragam. Apalagi ada staff di India yang mungkin penganut Hindu atau Sikh.

Bu Emi cerita kalau dulunya dia Kristen, meskipun keluarganya Budha. Tapi ketika tua, dia mendapat mimpi, serasa berjumpa dengan Dewi Kwan Im, dan belajar doa juga lewat mimpi. Akhirnya dia memutuskan menjadi Budha. Pengalaman yang unik menurutku.

Kalau Jaja berasal dari keluarga Budha juga, cuma dia dan cecenya yang Katholik. Sepertinya karena faktor sekolah. “Aku aja waktu belum baptis sudah ikutan makan hosti, habis penasaran“,katanya. Padahal seharusnya orang yang belum dibaptis tidak boleh ikut dalam misa perjamuan kudus.

Cerita Alim lain lagi. Dia punya pacar Kristen dan dia sering diajak ke gereja. Dia sih gak masalah, ikut-ikut saja. Namun dia kecewa waktu pacarnya menolak diajak ke Wihara/Klenteng. “Kok kesannya fanatik sekali”, katanya.

Di tengah pembicaraan, Bu Emi bertanya ke Afik, yang terlihat lebih asyik dengan komputernya sendiri, mungkin juga memang sengaja menghindari percakapan itu.

Kalau di Islam orang gak boleh pindah agama ya?” tanya bu Emi ke Afik.
Ee.. iya“, jawab Afik singkat dan masih tetap menatap layar monitor. Sepertinya dia kurang suka dengan arah pembicaraan ini.


TAGS agama rekan kerja


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru