Jadi Programer Terus?

17 Mar 2011

Tebe sudah akan menjalani masa kuliah S2 minggu depan. Harapannya, dengan gelar S2, karirnya bisa meningkat.

“Pernah denger CTO, CEO, atau CFO kan? Nah, kalau dah S2, cocoknya jadi seperti itu, gak jadi programer lagi.” katanya mantap.

Aku senyum-senyum saja mendengarnya.

Beberapa hari lalu aku sempat chatting dengan Chris, adik kelasku yang pernah juga sekantor denganku.

Chris: sekarang kerja jadi apa Mas?
Aku: jadi programer
Chris: kok programer lagi? Ga niat cari yang lain? System analyst kek, atau apa yang lebih keren…
Aku: gak ah, pengen nyantai dulu. di belakang meja aja, ga banyak ketemu client

Yup, itulah kondisiku sekarang. Sebenarnya di kantor lama tugasku sudah lebih daripada programer, bahkan sudah dituntut untuk meninggalkan tugas programer. Tapi beban tanggung jawabnya terasa berat, dan aku ingin ‘nyantai’ sejenak dengan jadi programer.

***

Dalam dunia IT, pekerjaan programer mungkin dianggap levelnya kurang mentereng. Bisa disamakan dengan tukang, yang meskipun perlu skill tapi tetap saja tukang. Tapi buatku sekarang, yang penting adalah enjoy. Buat apa jabatan mentereng tapi gak enjoy, berangkat ke kantor dengan rasa tertekan, senewen di minggu malam? Bukan kondisi kerja seperti itu yang ingin kujalani.

Bagiku, yang penting adalah kita bisa menikmati pekerjaan. Syukur-syukur pekerjaan itu bermanfaat bagi orang lain. Kebanggaan itu bukan lantaran jabatan atau gaji tinggi, tapi dari hasil kerja. Akan sangat ideal jika bisa mencapai ketiganya.

Tetap jadi programer? Why not? Enjoy aja. Yang penting selalu belajar jangan sampai terjebak pada skill saat ini tanpa mengikuti perkembangan teknologi.


TAGS Pekerjaan Programmer


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru