Minggu Pertama di Kantor Baru

13 Mar 2011

Hari #1
Di hari pertama aku gak ingin memberi kesan buruk karena terlambat, makanya aku datang agak awal, terlalu awal malahan. Masih sempat nongkrong bentar di halte. Eh, ternyata kantor masih sepi, cuma ada satu orang. Alim, dialah orang pertama yang menyambutku, cukup gaul, jadi kami bisa cepat akrab.

Mendekati jam 9 pagi barulah beberapa orang datang.

Hari #2
Pagi ini aku datang belum ada orang, pintu ruangan masih terkunci dan lift belum beroperasi. Olahraga dikit naik tangga.

Siangnya Alim mengajakku makan siang di kantin UKI. Kami naik motor, katanya kejauhan kalau jalan kaki. Padahal kupikir gak sampai 15 menit kalau jalan, wong tiap hari aku juga lewat situ. Makan diantara para mahasiswa, jadi berasa masih kuliah hehehe

Hari #3
Di hari pertama, Bu Emi terlihat cuek, bahkan nyaris jutek. Hampir tidak ada percakapan antara kami, bahkan waktu papasan dari toilet dia tidak tersenyum.

Tapi hari ini kami mulai berkomunikasi. Pertama saat makan siang. Aku makan siang sendiri karena Alim bawa bekal. Eh, ternyata Bu Emi menyusul, dan kali ini dia menyapaku. Sore hari, mendadak dia memanggilku dan menanyakan sesuatu tentang visio. Aku banti sebisaku, toh masih hal dasar. Ternyata dia cukup senang dan merasa sudah belajar banyak hari ini. Syukurlah…

Hari #4
Hari ini mulai ramai. Makan siang berempat, bareng Alim, Jaja, dan Tebe. Akhirnya aku mulai bisa membaur dan terlibat obrolan. Ikka ternyata sedang hamil, pantesan gak pernah hadir, tapi selalu online.

Sore hari ada general meeting, pas Mr. TC lagi datang. TC menjelaskan tentang KPI serta budaya perusahaan. Ternyata kantor ini punya konsep mirip sekali dengan kantorku yang lama.

Hari #5
Hari ini aku mulai pulang malam. Pas waktunya pulang, aku lihat Tebe sedang kesulitan ngerjain tugasnya. Iseng-iseng aku bantuin. Ada yang sukses, ada juga yang belum. Akhirnya jadi penasaran dan keterusan hingga jam 8 lebih.


TAGS Kantor


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru