Gak Takut Dituntut?

31 Dec 2010

“Mas, gak takut dituntut kayak gini?” kata Budi sambil menunjukkan artikel yang dia peroleh dari internet. Dalam artikel itu disebutkan bahwa karyawan berhak melakukan tuntutan apabila gajinya (seluruh atau sebagian) tidak dibayar oleh perusahaan.

“Ya, mau gimana lagi. Aku sih pasrah saja” jawabku.

Memang sejak awal aku menyampaikan pengumuman akan adanya penundaan pembayaran gaji, atau pembayaran gaji sebagian, aku sudah siap dengan konsekuensi ini. Sebenarnya aku tidak berharap hal ini akan berlangsung lama dan perusahaan bisa pulih, namun ternyata sampai 2 tahun kami masih harus berurusan dengan pemangkasan gaji. Malahan orang-orang baru, yang seharusnya tidak perlu mengalami ini, harus terkena imbasnya juga.

Aku hanya bisa bersedih, tapi tidak bisa berbuat banyak selain berusaha bekerja sebaik mungkin agar keadaan bisa lebih baik, minimal tidak lebih buruk. Anda ada mantan karyawan, atau semua mantan karyawan, yang melakukan tuntutan hukum atas masalah gaji itu, akupun siap menghadapi. Siap dalam arti pasrah, bukan siap untuk membela diri. Secara hukum memang salah, tapi kondisi yang ada membutuhkan penyelesaian secara kekeluargaan, bukan secara hukum.

“Tapi kan nantinya bisa dianggap pailit, Mas?” tanya Budi.

“Ya kan memang seharusnya, dengan kondisi hutang yang ada, kita sudah pailit.” jawabku. “Tapi BM tidak mengharap kita pailit, karena akan berdampak bagi dia kalau mau membangun usaha lagi. Aku sih sudah mengusulkan pailit itu, jadi semua hutang diputihkan. Tapi ya sekarang jalanin saja”.

“Iya juga sih”.

Saat ini aku harus memprioritaskan karyawan yang ada, dibanding para mantan karyawan. Pertimbanganku, kalau karyawan tidak terjamin, perusahaan makin memburuk dan bangkrut, semua terkena imbasnya, dan hutang-hutang malah gak jelas. Tapi jika perusahaan bisa bertahan, syukur-syukur bisa membaik, artinya hutang-hutang mantan karyawan juga bisa dibayar, meskipun entah kapan. Yang jelas hutang itu tidak dilupakan.

Aku pasrah saja. Secara hukum memang aku salah, namun bagiku secara moral aku punya alasan yang kuat. Masalah gaji yang ditahan bukan karena perusahaan berniat jahat atau pelit, tapi memang karena keadaan yang tidak memungkinkan. Ibaratnya orang yang bangkrut tidak bisa membayar hutang, bukan karena ingin ngemplang dan menikmati sendiri, tapi memang belum ada yang bisa diberi untuk membayarnya.

Semoga saja keadaan akan membaik …. sekali-kali curhat lah.


TAGS Kantor gaji curhat


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru