Kebanggaan!

29 Dec 2010

“Ib, nonton bola gak ntar?” tanyaku ke Ibas yang sedang ngoprek komputer.
“Gak lah Mas, dah pasti kalau” jawabnya pesimis.
“Ya buat seru-seruan aja”, kataku.
“Kemarin nonton ampe teriak-teriak, kalau juga. Kalau dipikir-pikir, ngapain juga teriak-teriak di depan tivi, kayak orang gila aja.” katanya makinskeptis.
“Hehehe … yakalau nonton dirumah emang gak perlu teriak-teriak ampe gangguin tetangga. Toh parapemain gak bakal dengerin. Tapi bukan berarti terus gak ikut mendukung timnas biar menang. Setidaknya, nikmatin aja permainannya.” kataku.

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila

Harusdiakui, antusiasme masyarakat Indonesia dalam mendukung timnasnya kali ini sangat besar. Bagi beberapa orang, ini adalah wujudbangkitnya nasionalisme. Bagi sebagian lain, ini hanya euforia sesaat, nasionalisme dadakan dan berbagai istilah lainnya.Antusiasme ini tentu tidak terlepas dari pengaruh media yang begitugencar memberitakan piala AFF tahun ini, khususnya aas hasil yang diperoleh oleh timnas dengan beberapa pemain naturalisasinya, kegencaran media yang terasa sangat agak berlebihan karena menjadikan para pemain timnas layaknya selebritis. Hampir seluruh lapisan masyarakat, apapun latar-belakangnya, terbawa dalam antusiasme ini.

Prestasi timnas di babak penyisian grup piala AFF tahun ini seperti membuka harapan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia akan bangkitnya sepakbola nasional. Padahal ini bukan pertama kalinya Indonesia berhasil masuk final. Tahun 2004 timnas kita juga berhasil masuk final, meskipun juga gagal meraih juara. Malahan kalau dilihat statistik, kita sudah 4 kali menjadi runner-up. Tapi rasa-rasanya, gegap gempita yang terjadi tidak seheboh tahun ini. Oh ya, tahun 2007 sepertinya juga nyaris terjadi euforia sepakbola ini setelah Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain 2-1. Sayangnya, Indonesia gagal di dua pertandingan berikutnya dan gagal melaju ke babak berikutnya. Sepertinya keberhasilan timnas yang selalu memenangkan pertandingan di babak penyisian piala AFF 2010 turut mendukung membengkaknya antusiasme masyarakat dalam mendukung timnas sepakbola kita.

Kembali ke obrolanku dengan Ibas. Sebenarnya apa manfaat bagi masyarakat yang begitu antusias mendukung timnas? Oke, asumsi tidak ada penonton yang terlibat judi ataupun anggota keluarga dari pemain. Toh kalau menang, mereka juga tidak mendapat jatah bonus yang dijanjikan akan diperoleh para pemain (yang jumlahnya sangat besar mengingat kondisi perekonomian kita saat ini). Apa yang diperoleh masyarakat yang rela berdesak-desakan antri membeli tiket, bahkan tak sedikit yang kecewa karena penjualan tiket yang tidak profesional dari pihak panitia (PSSI). Apa untungnya mengenakan seragam sepakbola timnas kita (warna merah atau putih, dengan gambar burung garuda dan tulisan INDONESIA)? Belakangan ini, aku cukup sering melihat anak-anak maupun orang dewasa mengenakan baju dengan gambar garuda dan tulisan INDONESIA. Wujud nasionalisme kah? Bisa ya, bisa juga tidak, tergantung bagaimana kita mendefinisikan makna nasionalisme. Setidaknya, itu adalah fenomena baru di akhir tahun ini. Tapi apa untungnya?

Secara materi memang tidak ada keuntungan yang diperoleh para pendukung timnas, baik para gila bola sejati, ataupun pendukung dadakan yang mengharapkan kemenangan tim sepakbola negerinya. Malahan bisa dibilang rugi - buang duit buat beli kaos dan berbagai atribut, beli tiket, buang tenaga dan waktu untuk berdesakan di stadion atau sekedar nonton bareng. Satu kata yang terlintas di benakku : kebanggaan!

Kebanggaan adalah hal yang wajar, bahkan bisa dibilang sebagai kebutuhan batiniah setiap manusia. Setiap orang pasti ingin memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Tiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda tentang kebanggaan itu. Ada orang yang bangga dengan harta yang melimpah, ada juga yang bangga jika dia memiliki prestasi. Ada juga yang bangga karena bisa menghasilkan suatu karya, ada juga bangga karena bisa melakukan sesuatu yang dianggap tidak biasa. Ada kebanggaan yang muncul dari diri sendiri (karena apa yang diperoleh atau dicapai sendiri oleh orang itu), namun tidak sedikit juga yang bangga karena apa yang dicapai oleh orang lain. Ada yang bangga punya orangtua yang hebat, sebaliknya ada pula yang bangga punya anak yang sesuai dengan yang diinginkan. Ada yang bangga atas prestasi orang lain, baik yang punya pertalian khusus dengan dia (saudara, satu kelompok, satu negara), maupun yang tidak punya pertalian secara langsung. Idola atau pahlawan merupakan sosok yang membuat orang lain merasa bangga.

Oke, pertanyaan skeptis selanjutnya, lalu apa untungnya kebanggaan itu. Apakah dengan kebanggaan itu kita bisa melunasi hutang kita? Apakah kebanggaan bisa membeli makan bagi keluarga kita? Ya, seperti yang kubilang diawal,kebanggaan bukanlah kebutuhan materi, melainkan kebutuhan batiniah. Lalu mengapa orang perlu merasa bangga atas orang lain? Bukankah seharusnya masing-masing punya kebanggaan sendiri? Nah disinilah masalahnya. Tidak semua orang punya sesuatu yang bisa “dibanggakan”. Itulah sebabnya dia memiliki pahlawan, sosok yang tidak hanya menjadi teladan, namun lebih karena bisa dibanggakan. Pahlawan menjadi sosok yang mewakili kita untuk menjadi kebanggaan bagi kita. Aku tidak bisa berprestasi dalam bidang sepakbola, namun aku punya tim yang kubanggakan, yang kuanggap mewakili diriku dalam sepakbola. Demikian juga dalam bidang lain.

Jadi, kalau kembali ke masalah antusiasme masyarakat dalam mendukung timnas sepakbola Indonesia, sepertinya karena hasrat atau harapan atas kebanggaan. Kebanggaan sebagai Indonesia, yang pernah menjadi jawara di Asean, bahkan sempat diperhitungkan di kancah Asia-Afrika. Entah nasionalisme atau bukan, namun dalam antusiasme masyarakat dalam mendukung tim sepakbola kali ini, terlihat bangkitnya rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Bukan berarti segala masalah multi dimensi yang ada di negeri ini menjadi terlupakan begitu saja, justru di tengah keterpurukan itu, sepakbola terbukti bisa membangkitkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Tidak perlu malu memakai kaos bergambar garuda dan bertuliskan INDONESIA, dan ini barulah permulaan …….

Maju terus Indonesia!


TAGS Sosial Olahraga


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru