Gara-Gara Pulsa Habis

17 Dec 2010

Hari ini jadwalku penuh dengan meeting di salah satu customer, untuk keperluan yang berbeda. Meeting pagi untuk membahas proyek lama, sementara meeting siang untuk presentasi peluang proyek baru. Akibatnya aku tidak sempat untuk ke kantor ataupun online. Karena itu, aku kirim pesan pendek ke Budi, sambil berharap masih ada pulsa tersisa.

“Budi, kalau ada dana masuk, prioritaskan buat gaji”, demikian pesan pendek yang kukirim, dan berhasil.
“Iya, mas. Barusan ada dana masuk dari customer D”, demikian sms balasan dari Budi. Ah, melegakan sekali. Duitku sudah sangat menipis, kalau tidak bisa dibilang habis, dan aku berharap ada gaji masuk hari ini.
“Syukurlah, kalau gitu. Langsung transfer gaji ya, sudah sekarat nih … hehehee”, aku langsung menulis pesan pendek itu. Sayang sekali, pulsaku sudah ludes, dan pesan terakhirku gagal dikirim.

Tapi aku coba optimis, berharap Budi melakukan transfer gaji, atau setidaknya kalau ragu, dia akan menelpon atau menghubungiku. Toh kami semua berharap bisa segera gajian, karena gajian diawal baru terbayar sebagian karena tidak ada dana. Jadi kurasa Budi juga menginginkan gaji segera diproses, karena itu berarti gaji dia juga akan dibayar.

Saat istirahat siang aku sempatkan ke ATM untuk membeli pulsa lewat ATM. Ternyata gagal, karena saldo yang tersisa tidaklah mencukupi. Ya sudah, berarti Budi belum transfer gaji. Biasanya memang dia baru memproses gaji di sore hari, karena harus memidahbukukan dulu dari rekening giro. Aku tidak berpikir untuk membeli pulsa elektrik saja, karena pikiranku terlalu optimis.

Selesai meeting dengan customer, aku ke ATM lagi. Mencoba membeli pulsa, dan masih gagal. Hmm…. aku mulai cemas. Tapi toh masih jam 4, berarti masih ada waktu. Nanti di dekat rumah aku coba mampir ATM lagi, seharusnya sudah diproses karena Budi pasti juga sudah pulang.

Ternyata aku masih gagal membeli pulsa lewat ATM, yang berarti saldoku masih belum bertambah. Ini berarti Budi belum melakukan transfer. Aduh… kacau, jangan-jangan Budi tidak sadar kalau diperintah. Barulah disitu terbersit pikiran untuk membeli pulsa 10ribu. Selanjutnya aku sms Budi, menanyakan apakah transfer gaji sudah dilakukan.

“Blm… maaf sepertinya aku lupa menginterpretasikan sms mas, kupikir hanya pernyataan biasa, bukan perintah.”, demikian balasan sms Budi.

Lemes dah…. weekend ini bakal aku lalui tanpa duit lagi, yang artinya bakal juga disertai dengan istri yang “manyun” :(


TAGS Kantor Komunikasi


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru