Ngomongin Misi dan Harapan

29 Nov 2010

Meeting mingguan hari ini tidaklah istimewa, seperti meeting sebelumnya, hanya membahas pencapaian target minggu lalu dan rencana target minggu ini dari masing-masing karyawan. Namun berhubung weekend kemarin aku sempat membaca buku tentang manfaat visi dalam sebuah tim, aku sedikit menyampaikan hal itu dalam meeting.

Intinya, aku menanyakan ke tiap orang yang hadir, apakah masih ada yang ingat atau tahu visi dan misi perusahaan. Budi, yang paling senior diantara yang lain, dengan jujur menjawab tidak tahu. Beberapa juga memberi jawaban yang tidak meyakinkan. Okelah, aku bisa maklum, toh mereka masih baru. Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah visi atau harapan apa yang mereka inginkan bagi perusahaan, selain masalah gaji tinggi… hehehe…

Sanny memberi jawaban yang cukup mengharukan. Dia bercerita bagaimana dia sempat berdebat dengan dua karyawan lain yang sudah resign, apakah perusahaan ini akan bisa berkembang atau tidak. Menurut dua orang itu, perusahaan akan sulit atau tidak mungkin bisa maju lagi, makanya mereka memilih untuk resign dan mencari tempat yang lebih mapan dan menjamin. Sementara bagi Sanny, peluang perusahaan ini untuk berkembang masih besar, karena ada produk yang bagus, tinggal bagaimana mengelolanya. Apalagi Sanny sendiri kurang tertarik untuk berada di perusahaan yang mapan, karena dia merasa diperusahaan besar dia hanya akan jadi bawahan. Dia sendiri berharap bisa menjadi orang yang bisa memberkati orang lain, tidak hanya jadi bawahan.

Sementara Yans menyampaikan hasil obrolan dia dengan BM, bahwa perusahaan harus berani fokus pada produk dan service, tidak hanya mengejar proyek. Yans terlihat masih cukup antusias untuk memajukan perusahaan.

Sebenarnya dalam pertemuan itu aku ingin bersama-sama menyusun ulang visi dan misi perusahaan, sesuatu yang akan bisa menjadi mimpi bersama, tujuan bersama, bukan hanya milik atasan atau pemilik perusahaan. Aku ingin ada visi dan misi yang akan dikejar bersama-sama, yang membuat setiap karyawan bergairah untuk mencapainya, meskipun ada banyak halangan.

Sayang, aku sendiri pesimis. Ah, parah … Aku hanya bisa menyampaikan beberapa ide. Namun aku sendiri tidak bisa menyampaikan itu dengan begitu antusias dan menarik. Mungkin lain kali…


TAGS Kantor Dedikasi


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru