Dikejar Kucing

26 Nov 2010

“Mas, kupikir cuma anjing yang suka ngejar”, Budi mulai bercerita pagi ini. “Tadi pagi, aku berangkat seperti biasa. Biasanya memang ada beberapa kucing punya tetanggaku, tapi aku cuek aja, karena mereka jalan ada di jalan. Cuma tiba-tiba tadi pagi sebelum aku naik angkot aku lihat ada kucing di pinggir jalan. Awalnya sih dia diam saja, tenanglah aku. Tapi setelah aku melewati dia, kok dia lari ke arahku.”

“Wah, paniklah aku jadinya” lanjutnya. “Sampai pas di dalam angkot orang-orang pada heran, dipikirnya itu kucingku yang mau ikut. Padahal aku lari gara-gara takut”.

“Yah, untung aja istriku gak dengar. Pasti dia akan komentar : kucing itu gak jahat, dia cuma mau ngajak main” kataku sambil tersenyum. Kadang-kadang kelakuan orang yang phobia memang aneh, kalau tidak keterlaluan.

Dalam pengalamanku, aku belum pernah menemukan ada kucing yang mengejar manusia karena ingin menyerang. Kalau dia merasa terancam, dia akan mengerang (entah istilahnya apa), menunjukkan giginya, tapi tetap dalam posisi siaga. Barulah kalau dirasa ada serangan, dia akan mencakar atau menggigit, itupun dalam konteks berkelahi untuk mempertahankan diri. Aku belum pernah melihat kucing menyerang, apalagi ketika dia tidak merasa terancam.

Beberapa binatang peliharan yang kukenal memang kadang punya kelakukan menyerang manusia, khususnya kalau dia merasa terancam. Apalagi anjing galak. Pernah suatu ketika aku lewat di depan sebuah rumah mewah yang punya 4 anjing. Aku hanya lewat, tidak masuk ke halaman (dalam pagar) apalagi merusak. Namun anjing-anjing itu, yang kebetulan dibiarkan berkeliaran di depan rumah, merasa ada ancaman dari orang asing. Langsung mereka menggonggong bersama dan mendekatiku. Aku mencoba menenangkan diri, berjalan tenang dan mencoba tidak membuat gerakan yang dianggap menyerang. Anehnya, anjing-anjing itu tidak menyentuhku. Mereka hanya menggonggong dan mengancam, sampai jarak yang sangat dekat, mungkin tidak lebih dari 20cm, tapi tidak menggigitku. Dan setelah aku melewati depan rumah itu, anjing-anjing itu juga berhenti, meskipun tetap menggonggong. Mereka tidak lagi mengejarku, sepertinya mereka tahu pasti batas wilayah yang mereka jaga.

Ayam, meskipun binatang yang terlihat lemah, terkadang juga bisa menyerang manusia. Apalagi induk ayam yang merasa anaknya terancam. Pernah ada anak tetanggaku menangis gara-gara dipatuk induk ayam.

Tapi kucing, aku belum pernah melihat mereka menyerang manusia. Kalau mereka berlari mendekati seseorang, biasanya karena ingin meminta makanan, atau ingin mengajak bermain. Setidaknya itu yang kualami. Waktu aku menemukan katrok, kucing liar yang tersesat di pinggir jalan, dia mengeong sambil berlari ke arahku, dan akhirnya mengikutiku terus sampai rumah.

Sayangnya, bagi orang phobia, apa yang dia takutkan selalu dianggap membahayakan dia. Budi tidak sendirian, bahkan artis Jengkelin (Nyctagina) ternyata juga phobia kucing. Awalnya dia tidak takut sama kucing, bahkan sempat menolong dan memelihara kucing. Sayangnya, sang kucing mencakar dia dari belakang, menimbulkan luka di kakinya, dan itu membuat dia trauma dan menjadi phobia terhadap kucing.


TAGS phobia kucing


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru