Dilema Dj dan Arso

21 Dec 2009

Dj dan Arso sama-sama kuperintahkan pergi ke Jateng untuk proyek yang sama dengan tugas berbeda. Dj sebagai teknisi bertugas memperbaiki server yang bermasalah. Sementara Arso jadi programmer.

Dj tidak ada masalah dengan tugasnya, meskipun tidak secepat yang diperkirakan. Pekerjaannya baru selesai di hari ketiga. Yang jadi masalah, customer minta diberi pelatihan pengelolaan server. Sebenarnya secara singkat Dj sudah memberikan training, tapi customer merasa belum cukup dan ada petugas lain yang perlu di training juga.

“Aku dah gak betah di sini, Mas” keluhnya lewat telpon. “Nanti aku pasti diledekin karena makin item”
“Halah, gak penting amat”
“Lha pak Suha ngancem je, katanya kalau gak mau ngasih training hari senin, dia gak mau tanda tangan berita acara. Piye iki?” katanya memelas.

Tidak ada pilihan lain. Aku hanya menawarkan agar dia manfaatkan aja libur panjang akhir pekan ini dengan pulang kampung, kan lumayan dua hari. Dia mengalah juga.

Arso punya masalah berbeda. Laptop yang dia bawa sering mati. Di satu sisi, dia belum bisa beradaptasi dengan gaya program tim disana. Akhirnya dia kewalahan dan ngerasa tidak produktif. Memang sebelumnya pimpinan proyek juga mengeluhkan hal yang sama. Kepada kedua orang itu, aku bilang, kalau memang gak membantu, pulang aja.

Tapi kemudian Arso nelpon.
“Mas, aku masih bisa diberi kesempatan di sini gak? Penasaran soalnya. Tadi juga pak Siregar kelihatannya gak terlalu suka waktu aku bilang mau cabut.”
“Ya aku sih terserah. Yang penting bisa merasa produktif gak di sana. Diobrolin aja dengan Siregar” jawabku.
“Oke Mas”


TAGS Pekerjaan Customer


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru